Sebanyak 300 UMKM Palembang Mulai Manfaatkan AI, Hadapi Persaingan Digital

Hubungi Kami Sumber : https://divianews.com/2026/04/08/sebanyak-300-umkm-palembang-mulai-manfaatkan-ai-hadapi-persaingan-digital/ seluas 300 UMKM Palembang Mulai Manfaatkan AI, Hadapi Persaingan Digital Divianews.com | Palembang — Sebanyak 300 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Palembang mulai memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan daya saing di pasar digital. Langkah ini dilakukan melalui pelatihan dalam gerakan “Sultan Muda Sumsel” yang digelar di Ballroom Sriwijaya, Gedung OJK Sumatera Selatan, Rabu (8/4/2026). Program yang diinisiasi AIM ASEAN dan Kumpul Impact ini bertujuan membekali pelaku UMKM dengan keterampilan teknis berbasis AI agar operasional bisnis menjadi lebih efektif dan efisien. Pemanfaatan teknologi dinilai bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama di tengah disrupsi digital yang kian cepat. Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, menegaskan bahwa penggunaan AI harus difokuskan pada kebutuhan praktis yang langsung membantu aktivitas harian pelaku usaha. “Kami mendorong program yang praktikal agar UMKM bisa lebih ringan menjalankan usahanya. Misalnya untuk membuat konten, poster, caption, hingga mempermudah laporan keuangan,” ujar Tiar usai memberikan materi. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan AI juga menyimpan potensi risiko jika tidak diimbangi dengan literasi yang memadai. Minimnya pemahaman dapat membuka peluang penyalahgunaan teknologi, seperti penipuan berbasis suara hingga manipulasi video tokoh publik. “AI punya banyak manfaat, tetapi juga bisa disalahgunakan untuk penipuan. Karena itu, literasi dan etika penggunaan teknologi menjadi hal yang wajib,” tegasnya. Tiar juga menyoroti pentingnya perubahan pendekatan dalam edukasi digital di Indonesia. Menurutnya, penyebaran literasi tidak boleh terbatas pada forum formal di hotel atau gedung besar, tetapi harus menjangkau langsung pusat aktivitas masyarakat. “Edukasi harus masuk ke pasar, ruko, kampus, hingga sekolah. Kita perlu membina ‘Sultan Muda’ sejak awal, karena 10 tahun ke depan merekalah yang akan memimpin,” katanya. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia berharap pelaku UMKM tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan teknologi, tetapi mampu mengubahnya menjadi peluang ekonomi yang konkret. Pelatihan ini menjadi bagian dari rangkaian program nasional yang selanjutnya akan digelar di berbagai daerah, seperti Tarakan di Kalimantan, Surabaya, hingga sejumlah kota di Sulawesi Utara. Pemerintah berharap upaya ini dapat mempercepat transformasi digital UMKM secara merata di Indonesia. (adi) Most Recent Posts Sukseskan Visi Presiden Prabowo, Staf Khusus Presiden Tiar Karbala Dorong Transformasi UMKM di Jawa Timur Dorong UMKM Go Digital, Tiar Karbala Turun ke Surabaya Stafsus Presiden Tiar Karbala Dorong Transformasi UMKM di Surabaya Jatim 750 UMKM Surabaya Didorong Masuk Era Digital & AI Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (91) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (16)
Sukseskan Visi Presiden Prabowo, Staf Khusus Presiden Tiar Karbala Dorong Transformasi UMKM di Jawa Timur

Hubungi Kami Sukseskan Visi Presiden Prabowo, Staf Khusus Presiden Tiar Karbala Dorong Transformasi UMKM di Jawa Timur Sumber : https://istaranews.com/sukseskan-visi-presiden-prabowo-staf-khusus-presiden-tiar-karbala-dorong-transformasi-umkm-di-jawa-timur/ Presiden Prabowo Subianto belum lama ini memberikan arahan penting kepada jajaran kabinetnya. Salah satu arahan tersebut adalah untuk memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Sebagai bagian dari upaya menindaklanjuti arahan pemerintah pusat tersebut, Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, terus mendorong percepatan transformasi digital UMKM melalui berbagai kolaborasi dengan pemerintah daerah, sektor swasta, serta komunitas masyarakat. Salah satu kegiatan yang mendukung upaya tersebut adalah AIM ASEAN Roadshow Kota Surabaya yang diselenggarakan di Gedung Jatim Expo pada Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 750 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha di Kota Surabaya dan sekitarnya. Program ini bertujuan untuk memperluas pemahaman serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan bisnis, sekaligus menjembatani kesenjangan antara akses teknologi dan penerapan nyata di lapangan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas digital pelaku usaha secara signifikan, di mana setidaknya 30 – 40% peserta mampu mulai mengadopsi tools digital secara langsung dalam operasional bisnisnya, serta mendorong peningkatan produktivitas usaha kedepannya. Menurut Tiar Karbala, permasalahan utama dalam adopsi kecerdasan buatan (AI) oleh UMKM bukan terletak pada keterlambatan pelaku usaha dalam mengenal teknologi tersebut. Tantangan yang lebih mendasar adalah kesenjangan antara paparan teknologi dan penerapan nyata di lapangan. Banyak UMKM telah diperkenalkan dengan berbagai teknologi digital, namun belum memiliki literasi bisnis dan digital yang memadai, dukungan pendampingan, akses pembiayaan, maupun ekosistem yang memungkinkan teknologi tersebut benar-benar digunakan secara berkelanjutan. Tiar menekankan bahwa adopsi teknologi, termasuk AI, oleh pelaku UMKM tidak dapat berdiri sendiri, melainkan bergantung pada kesiapan ekosistem yang mendukung. Dalam konteks ini, pemerintah berperan sebagai ecosystem enabler yang mendorong kolaborasi lintas aktor, mulai dari pelaku usaha, platform digital, hingga lembaga pendukung. Hal ini diperlukan untuk memastikan transformasi digital berjalan secara inklusif dan berkelanjutan. Ia juga menegaskan bahwa tantangan utama saat ini bukan terletak pada ketersediaan teknologi, melainkan pada kesenjangan literasi, akses, dan kesiapan pengguna. Sehingga, diperlukan pendekatan seimbang antara mendorong inovasi dan memastikan perlindungan, agar adopsi teknologi dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas UMKM. Panelis lain dalam kegiatan tersebut, Sitti Raisya Fitri (Co-Founder Kasir Pintar), menambahkan bahwa dari sisi praktis, teknologi digital telah memberikan solusi konkret bagi pelaku UMKM, khususnya dalam pengelolaan keuangan usaha. Melalui pemanfaatan aplikasi kasir digital dan sistem pencatatan terintegrasi, pelaku usaha dapat mencatat transaksi secara lebih akurat, memantau arus kas, serta memperoleh gambaran kondisi bisnis secara real-time. Kemudahan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga membantu pelaku UMKM dalam mengambil keputusan usaha berbasis data. Sehingga, ketika ekosistem pendukung telah tersedia dan teknologi dirancang sesuai kebutuhan pengguna, adopsi digital dapat secara langsung mendorong keberlanjutan usaha UMKM. Di Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya sebagai salah satu pusat ekonomi regional, UMKM memegang peran yang sangat dominan. Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal UMKM oleh Kementerian UMKM per 31 Oktober 2025, jumlah UMKM di Jawa Timur tercatat sebanyak 4,58 juta unit, dan telah menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur mencapai 5,33%. Namun demikian, sebagian besar pelaku usaha masih berada pada tahap awal digitalisasi, dengan keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi lanjutan seperti kecerdasan buatan (AI), pengolahan data, dan sistem manajemen digital. Acara yang berlangsung di Jatim Expo ini melibatkan sekitar 750 pelaku UMKM dari Kota Surabaya dan wilayah sekitarnya. Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari tersebut diisi dengan diskusi, berbagi pengalaman, serta sesi pembelajaran mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan baru mengenai peluang pemanfaatan teknologi, tetapi juga mendapatkan inspirasi dan jejaring kolaborasi yang dapat membantu mereka mengembangkan usaha secara lebih berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran pelaku UMKM mengenai pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi agar mampu meningkatkan daya saing di tengah perubahan pasar yang semakin cepat. Kegiatan AIM ASEAN Roadshow di Surabaya kali ini dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi untuk mendukung UMKM lokal. Sebagai contoh, Wagub Emil Dardak menyambut baik kebijakan pemerintah pusat dengan program-program utamanya yang memberikan dampak ekonomi positif bagi UMKM. Wagub Emil Dardak juga mengapresiasi kedatangan Staf Khusus Presiden Tiar Karbala yang ikut serta dalam transformasi UMKM di daerah-daerah, khususnya Jawa Timur. Selain itu, Emil Dardak juga mendorong para pelaku UMKM untuk mulai memanfaatkan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), dalam menjalankan usaha mereka. Menurutnya, teknologi tersebut dapat membantu pelaku usaha bekerja dengan lebih cepat dan mudah. Wakil Gubernur yang telah ikut serta memimpin Jawa Timur sejak 2018 bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa ini menyatakan dukungannya terhadap kegiatan pelatihan AI sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem UMKM dan mempercepat pemanfaatan teknologi digital di level daerah. Diskusi dan Pelatihan Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan pelatihan teknis yang menghadirkan narasumber dari kalangan pemerintah serta pelaku usaha yang telah berhasil mengintegrasikan teknologi dalam pengembangan bisnis mereka. Materi pelatihan disusun oleh KUMPUL Impact sebagai mitra pelaksana dengan pendekatan yang praktis dan aplikatif, sehingga pelaku usaha dapat langsung mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan usaha sehari-hari. Program AIM ASEAN sendiri merupakan inisiatif regional yang dijalankan oleh ASEAN Foundation bersama AVPN, dengan tujuan memperluas literasi teknologi dan pemanfaatan kecerdasan buatan di kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia, program ini dilaksanakan bersama KUMPUL Impact sebagai mitra pelaksana. Program ini mendapat dukungan dari sejumlah pihak, seperti Dinas Koperasi Dan UMKM Provinsi Jatim; Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya; Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Gresik, dan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo. Most Recent Posts Dorong UMKM Go Digital, Tiar Karbala Turun ke Surabaya Stafsus Presiden Tiar Karbala Dorong Transformasi UMKM di Surabaya Jatim 750 UMKM Surabaya Didorong Masuk Era Digital & AI Pemerintah Pacu UMKM Jatim Adopsi AI Lewat AIM ASEAN Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (90) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (16)
Dorong UMKM Go Digital, Tiar Karbala Turun ke Surabaya

Hubungi Kami Dorong UMKM Go Digital, Tiar Karbala Turun ke Surabaya Sumber : https://jatimnow.com/baca-83827-dorong-umkm-go-digital-tiar-karbala-turun-ke-surabaya Presiden Prabowo Subianto belum lama ini memberikan arahan penting kepada jajaran kabinet, salah satunya terkait pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menindaklanjuti arahan tersebut, Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, mendorong percepatan transformasi digital UMKM melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, sektor swasta, serta komunitas masyarakat. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan AIM ASEAN Roadshow Surabaya yang diselenggarakan di Gedung Jatim Expo pada Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 750 pelaku UMKM dari berbagai sektor di Kota Surabaya dan sekitarnya. Program ini bertujuan memperluas pemahaman serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan bisnis, sekaligus menjembatani kesenjangan antara akses teknologi dan penerapannya di lapangan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas digital pelaku usaha secara signifikan. Setidaknya, 30–40% peserta ditargetkan mulai mengadopsi tools digital dalam operasional bisnisnya, sehingga mampu meningkatkan produktivitas usaha ke depan. Menurut Tiar Karbala, permasalahan utama dalam adopsi kecerdasan buatan (AI) oleh UMKM bukan terletak pada keterlambatan mengenal teknologi, melainkan pada kesenjangan antara paparan teknologi dan penerapan nyata. Banyak pelaku UMKM telah diperkenalkan pada berbagai teknologi digital, namun belum didukung literasi bisnis dan digital yang memadai, pendampingan, akses pembiayaan, maupun ekosistem yang berkelanjutan. Tiar menegaskan bahwa adopsi teknologi, termasuk AI, tidak dapat berdiri sendiri, melainkan bergantung pada kesiapan ekosistem. Pemerintah berperan sebagai ecosystem enabler yang mendorong kolaborasi lintas aktor, mulai dari pelaku usaha, platform digital, hingga lembaga pendukung. Tantangan utama saat ini bukan pada ketersediaan teknologi, melainkan pada kesenjangan literasi, akses, dan kesiapan pengguna. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang seimbang antara inovasi dan perlindungan agar teknologi benar-benar berdampak pada produktivitas UMKM. Panelis lain, Sitti Raisya Fitri (Co-Founder Kasir Pintar), menambahkan bahwa teknologi digital telah memberikan solusi konkret, khususnya dalam pengelolaan keuangan usaha. Melalui aplikasi kasir digital dan sistem pencatatan terintegrasi, pelaku UMKM dapat mencatat transaksi secara akurat, memantau arus kas, serta memahami kondisi bisnis secara real-time. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membantu pengambilan keputusan berbasis data. Di Jawa Timur, khususnya Surabaya sebagai pusat ekonomi regional, UMKM memiliki peran dominan. Berdasarkan data Kementerian UMKM per 31 Oktober 2025, jumlah UMKM di Jawa Timur mencapai 4,58 juta unit dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 5,33%. Meski demikian, sebagian besar pelaku usaha masih berada pada tahap awal digitalisasi. Kegiatan di Jatim Expo ini berlangsung dari pagi hingga sore hari, diisi dengan diskusi, berbagi pengalaman, serta pelatihan pemanfaatan teknologi digital. Peserta diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga membangun jejaring kolaborasi untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Wagub Emil: Pemerintah Daerah Konsisten Dorong UMKM Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendukung UMKM lokal. Ia juga mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat serta kehadiran Staf Khusus Presiden dalam mendorong transformasi UMKM di daerah. Emil Dardak turut mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital, termasuk AI, guna meningkatkan efisiensi usaha. Ia menyatakan dukungannya terhadap pelatihan AI sebagai bagian dari penguatan ekosistem UMKM di daerah. Diskusi dan Pelatihan Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan teknis yang menghadirkan narasumber dari pemerintah dan pelaku usaha. Materi disusun oleh KUMPUL Impact dengan pendekatan praktis dan aplikatif, sehingga mudah diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Program AIM ASEAN merupakan inisiatif regional dari ASEAN Foundation bersama AVPN untuk meningkatkan literasi teknologi dan pemanfaatan AI di Asia Tenggara. Di Indonesia, program ini dijalankan bersama KUMPUL Impact. Program ini juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk dinas koperasi dan UMKM di tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Timur. Most Recent Posts Pemerintah Pacu UMKM Jatim Adopsi AI Lewat AIM ASEAN 750 UMKM Surabaya Ikuti AIM ASEAN Roadshow Dorong Bisnis Digital Jadi Lebih Efektif 300 Peserta Ikuti Pelatihan AI di Palembang, Siap Transformasi UMKM Sumsel 300 UMKM di Palembang belajar AI untuk tingkatkan daya saing digital Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (87) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (16)
Stafsus Presiden Tiar Karbala Dorong Transformasi UMKM di Surabaya Jatim

Hubungi Kami Sumber : https://www.liputan6.com/regional/read/6213717/stafsus-presiden-tiar-karbala-dorong-transformasi-umkm-di-surabaya-jatim Stafsus Presiden Tiar Karbala Dorong Transformasi UMKM di Surabaya Jatim Presiden Prabowo Subianto belum lama ini memberikan arahan penting kepada jajaran kabinetnya. Salah satu arahan tersebut adalah untuk memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebagai bagian dari upaya menindaklanjuti arahan pemerintah pusat tersebut, Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Nabilla Karbala terus mendorong percepatan transformasi digital UMKM melalui berbagai kolaborasi dengan pemerintah daerah, sektor swasta, serta komunitas masyarakat. Salah satu kegiatan yang mendukung upaya tersebut adalah AIM ASEAN Roadshow Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) yang diselenggarakan di Gedung Jatim Expo pada Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 750 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha di Kota Surabaya dan sekitarnya. “Program ini bertujuan untuk memperluas pemahaman serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan bisnis, sekaligus menjembatani kesenjangan antara akses teknologi dan penerapan nyata di lapangan,” ujar Tiar, Kamis (16/4/2026). Melalui kegiatan ini, lanjut dia, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas digital pelaku usaha secara signifikan, di mana, setidaknya 30 sampai 40 persen peserta mampu mulai mengadopsi tools digital secara langsung dalam operasional bisnisnya, serta mendorong peningkatan produktivitas usaha kedepannya. Menurut Tiar Karbala, permasalahan utama dalam adopsi kecerdasan buatan (AI) oleh UMKM bukan terletak pada keterlambatan pelaku usaha dalam mengenal teknologi tersebut. “Tantangan yang lebih mendasar adalah kesenjangan antara paparan teknologi dan penerapan nyata di lapangan. Banyak UMKM telah diperkenalkan dengan berbagai teknologi digital, namun belum memiliki literasi bisnis dan digital yang memadai, dukungan pendampingan, akses pembiayaan, maupun ekosistem yang memungkinkan teknologi tersebut benar-benar digunakan secara berkelanjutan,” papar dia. Tiar menekankan, adopsi teknologi, termasuk AI, oleh pelaku UMKM tidak dapat berdiri sendiri, melainkan bergantung pada kesiapan ekosistem yang mendukung. “Dalam konteks ini, pemerintah berperan sebagai ecosystem enabler yang mendorong kolaborasi lintas aktor, mulai dari pelaku usaha, platform digital, hingga lembaga pendukung,” ucap dia. Menurut Tiar, hal ini diperlukan untuk memastikan transformasi digital berjalan secara inklusif dan berkelanjutan. Ia juga menegaskan bahwa tantangan utama saat ini bukan terletak pada ketersediaan teknologi, melainkan pada kesenjangan literasi, akses, dan kesiapan pengguna. “Sehingga, diperlukan pendekatan seimbang antara mendorong inovasi dan memastikan perlindungan, agar adopsi teknologi dapat memberika dampak nyata bagi peningkatan produktivitas UMKM,” jelas Tiar. Panelis lain dalam kegiatan tersebut, Co-Founder Kasir Pintar Sitti Raisya Fitri menambahkan, dari sisi praktis, teknologi digital telah memberikan solusi konkret bagi pelaku UMKM, khususnya dalam pengelolaan keuangan usaha. “Melalui pemanfaatan aplikasi kasir digital dan sistem pencatatan terintegrasi, pelaku usaha dapat mencatat transaksi secara lebih akurat, memantau arus kas, serta memperoleh gambaran kondisi bisnis secara real-time,” terang dia. Menurut Sitti Raisya, kemudahan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga membantu pelaku UMKM dalam mengambil keputusan usaha berbasis data. Sehingga, kata dia, ketika ekosistem pendukung telah tersedia dan teknologi dirancang sesuai kebutuhan pengguna, adopsi digital dapat secara langsung mendorong keberlanjutan usaha UMKM. “Di Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya sebagai salah satu pusat ekonomi regional, UMKM memegang peran yang sangat dominan. Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal UMKM oleh Kementerian UMKM per 31 Oktober 2025, jumlah UMKM di Jawa Timur tercatat sebanyak 4,58 juta unit, dan telah menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur mencapai 5,33 persen,” ucap Sitti Raisya. “Namun demikian, sebagian besar pelaku usaha masih berada pada tahap awal digitalisasi, dengan keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi lanjutan seperti kecerdasan buatan (AI), pengolahan data, dan sistem manajemen digital,” jelas dia. Kegiatan AIM ASEAN Roadshow di Surabaya kali ini dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Dalam sambutannya, Emil menekankan pentingnya kolaborasi untuk mendukung UMKM lokal. Sebagai contoh, Wagub Emil Dardak menyambut baik kebijakan pemerintah pusat dengan program-program utamanya yang memberikan dampak ekonomi positif bagi UMKM. Dia juga mengapresiasi kedatangan Staf Khusus Presiden Tiar Karbala yang ikut serta dalam transformasi UMKM di daerah-daerah, khususnya Jawa Timur. Selain itu, Emil Dardak juga mendorong para pelaku UMKM untuk mulai memanfaatkan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), dalam menjalankan usaha mereka. “Teknologi tersebut dapat membantu pelaku usaha bekerja dengan lebih cepat dan mudah,” kata Emil. Wakil Gubernur yang telah ikut serta memimpin Jawa Timur sejak 2018 bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa ini menyatakan dukungannya terhadap kegiatan pelatihan AI sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem UMKM dan mempercepat pemanfaatan teknologi digital di level daerah. Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan pelatihan teknis yang menghadirkan narasumber dari kalangan pemerintah serta pelaku usaha yang telah berhasil mengintegrasikan teknologi dalam pengembangan bisnis mereka. Materi pelatihan disusun oleh KUMPUL Impact sebagai mitra pelaksana dengan pendekatan yang praktis dan aplikatif, sehingga pelaku usaha dapat langsung mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan usaha sehari-hari. Program AIM ASEAN sendiri merupakan inisiatif regional yang dijalankan oleh ASEAN Foundation bersama AVPN, dengan tujuan memperluas literasi teknologi dan pemanfaatan kecerdasan buatan di kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia, program ini dilaksanakan bersama KUMPUL Impact sebagai mitra pelaksana. Program ini mendapat dukungan dari sejumlah pihak, seperti Dinas Koperasi Dan UMKM Provinsi Jatim; Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya; Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Gresik, dan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo. Acara yang berlangsung di Jatim Expo ini melibatkan sekitar 750 pelaku UMKM dari Kota Surabaya dan wilayah sekitarnya. Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari tersebut diisi dengan diskusi, berbagi pengalaman, serta sesi pembelajaran mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan baru mengenai peluang pemanfaatan teknologi, tetapi juga mendapatkan inspirasi dan jejaring kolaborasi yang dapat membantu mereka mengembangkan usaha secara lebih berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran pelaku UMKM mengenai pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi agar mampu meningkatkan daya saing di tengah perubahan pasar yang semakin cepat. Most Recent Posts 750 UMKM Surabaya Didorong Masuk Era Digital & AI Pemerintah Pacu UMKM Jatim Adopsi AI Lewat AIM ASEAN 750 UMKM Surabaya Ikuti AIM ASEAN Roadshow Dorong Bisnis Digital Jadi Lebih Efektif 300 Peserta Ikuti Pelatihan AI di Palembang, Siap Transformasi UMKM Sumsel Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (88) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (16)
750 UMKM Surabaya Didorong Masuk Era Digital & AI

Hubungi Kami Sumber : https://mediaindonesia.com/nusantara/880524/750-umkm-surabaya-didorong-masuk-era-digital–ai 750 UMKM Surabaya Didorong Masuk Era Digital & AI PEMERINTAH mempercepat transformasi digital usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran kabinet untuk memperkuat sektor tersebut. Langkah ini diwujudkan melalui berbagai kolaborasi lintas sektor yang didorong oleh Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, salah satunya lewat penyelenggaraan AIM ASEAN Roadshow di Gedung Jatim Expo, Surabaya, Kamis (16/4). Kegiatan ini diikuti sekitar 750 pelaku UMKM dari Surabaya dan sekitarnya, dengan fokus pada peningkatan literasi serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha. Pemerintah menargetkan sekitar 30%-40% peserta dapat mulai mengadopsi alat digital secara langsung dalam operasional bisnisnya. Tiar Karbala menilai hambatan utama adopsi teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), bukan pada kurangnya pengenalan teknologi, melainkan pada kesenjangan antara pemahaman dan penerapan di lapangan. “Banyak UMKM sudah mengenal teknologi digital, tetapi belum didukung literasi, pendampingan, akses pembiayaan, dan ekosistem yang memadai untuk penggunaan berkelanjutan,” ujarnya. Ia menegaskan, transformasi digital UMKM membutuhkan peran pemerintah sebagai penggerak ekosistem yang mempertemukan pelaku usaha, platform digital, dan lembaga pendukung. Menurutnya, tantangan saat ini terletak pada kesiapan pengguna, bukan pada ketersediaan teknologi. Sementara itu, Co-Founder Kasir Pintar, Sitti Raisya Fitri, mengatakan pemanfaatan teknologi digital telah terbukti membantu UMKM, khususnya dalam pengelolaan keuangan. Aplikasi kasir digital memungkinkan pencatatan transaksi yang lebih akurat serta pemantauan arus kas secara real-time. “Teknologi membantu pelaku usaha mengambil keputusan berbasis data dan meningkatkan efisiensi operasional,” katanya. Secara regional, Jawa Timur menjadi salah satu basis utama UMKM. Data Kementerian UMKM per 31 Oktober 2025 mencatat terdapat 4,58 juta unit UMKM di provinsi tersebut, dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 5,33 persen. Namun, sebagian besar masih berada pada tahap awal digitalisasi. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak yang membuka acara tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong penguatan UMKM melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Ia juga mendorong pelaku usaha untuk mulai memanfaatkan teknologi digital, termasuk AI, guna meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha. “Teknologi bisa membantu pelaku UMKM bekerja lebih cepat dan lebih mudah,” ujar Emil. Kegiatan roadshow ini diisi dengan diskusi, berbagi pengalaman, serta pelatihan teknis berbasis praktik yang disusun oleh KUMPUL Impact. Program AIM ASEAN sendiri merupakan inisiatif ASEAN Foundation bersama AVPN untuk meningkatkan literasi teknologi di kawasan Asia Tenggara, yang di Indonesia dilaksanakan bekerja sama dengan KUMPUL Impact. Program ini turut didukung sejumlah pemerintah daerah, termasuk Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur serta instansi terkait di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. Most Recent Posts Pemerintah Pacu UMKM Jatim Adopsi AI Lewat AIM ASEAN 750 UMKM Surabaya Ikuti AIM ASEAN Roadshow Dorong Bisnis Digital Jadi Lebih Efektif 300 Peserta Ikuti Pelatihan AI di Palembang, Siap Transformasi UMKM Sumsel 300 UMKM di Palembang belajar AI untuk tingkatkan daya saing digital Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (87) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (16)
Pemerintah Pacu UMKM Jatim Adopsi AI Lewat AIM ASEAN

Hubungi Kami Sumber : https://jatimnow.com/baca-83803-pemerintah-pacu-umkm-jatim-adopsi-ai-lewat-aim-asean Pemerintah Pacu UMKM Jatim Adopsi AI Lewat AIM ASEAN Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Timur kini memasuki babak baru dalam transformasi digital. Melalui program AIM ASEAN (AI for MSME Advancement in ASEAN) yang digelar di Gedung Jatim Expo Surabaya, Kamis (16/4/2026), ribuan pelaku usaha mulai dibekali kemampuan teknis menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendongkrak omzet dan efisiensi operasional. Langkah ini menjadi penting mengingat data Bappenas memproyeksikan teknologi digital mampu mengerek produktivitas nasional hingga 40% pada 2030. Di Surabaya, program hasil kolaborasi ASEAN Foundation, Google.org, ADB, dan KUMPUL Impact ini menyasar pemberdayaan 32.000 UMKM agar lebih kompetitif di pasar regional. Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, menyatakan bahwa pemanfaatan AI bukan lagi sekadar tren gaya hidup, melainkan instrumen strategis untuk memangkas beban kerja administratif. “Kecerdasan buatan membawa manfaat besar bagi pelaku UMKM. Fokus kami adalah mendorong penggunaan AI guna memacu produktivitas harian, seperti otomatisasi pemasaran digital, penyuntingan konten visual, hingga penyusunan teks iklan yang menarik. Program ini harus memberi dampak nyata yang dirasakan langsung masyarakat,” tuturnya. Tiar memerinci tiga pilar utama dukungan pemerintah: literasi berkelanjutan, penyediaan infrastruktur, serta regulasi yang melindungi konsumen. Terkait isu biaya perangkat AI premium yang sering dikeluhkan pelaku usaha kecil, ia memastikan skema kolaborasi dengan mitra internasional akan terus dimatangkan. “Kami sedang memformulasikan skema akses kolektif. Melalui program ini, seluruh akses teknologi diberikan tanpa pungut biaya bagi peserta. Kami mencari formula yang memudahkan tanpa membebani finansial UMKM sebagai penerima manfaat utama,” tambahnya. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang turut hadir dalam diskusi panel, menilai Jawa Timur memiliki modal kuat untuk menjadi pelopor digitalisasi nasional. Emil melihat AI mampu membantu analisis pasar secara presisi yang selama ini sulit dilakukan secara manual oleh pedagang kecil. “AI bisa membantu hitungan bisnis yang akurat hingga desain produk. Kami bahkan melakukan rekrutmen langsung bagi praktisi desain grafis yang mahir berkolaborasi dengan AI untuk menjadi mentor di Millennial Job Center (MJC),” ungkapnya. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini nantinya akan bermuara pada penguatan ekosistem MJC Jatim. Wadah ini dianggap ideal karena mampu mempertemukan talenta muda, startup, dan pelaku usaha konvensional dalam satu ekosistem inovasi. Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Endy Alim Abdi Nusa, mengapresiasi antusiasme peserta yang didominasi kaum ibu dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Ia menekankan pentingnya edukasi investasi teknologi agar UMKM tidak terjebak pada pengeluaran yang tidak perlu. “Bagi pemula, versi gratis sudah cukup untuk latihan. Kami mengedukasi mereka untuk membuat keputusan bisnis yang cerdas; jika fitur dasar mencukupi, tidak perlu memaksakan berlangganan akun premium yang mahal. Pendampingan pascapelatihan adalah kunci agar mereka tidak kembali ‘gaptek’,” jelas Endy. Rangkaian pelatihan ini mencakup empat modul utama, mulai dari dasar-dasar AI hingga tata kelola penggunaan teknologi yang bertanggung jawab. Ketua Markas UKM, Koko Mahargyo, yang turut hadir dalam Roadshow AIM ASEAN di Surabaya mengakui sesi praktik langsung memberikan perspektif baru bagi anggotanya. “Sesi praktik menggunakan AI secara cerdas adalah bagian yang paling bermanfaat. Kehadiran pemerintah memberikan kepastian bahwa UMKM memang didorong untuk naik kelas di era digital ini,” tutup Koko. Most Recent Posts 750 UMKM Surabaya Ikuti AIM ASEAN Roadshow Dorong Bisnis Digital Jadi Lebih Efektif 300 Peserta Ikuti Pelatihan AI di Palembang, Siap Transformasi UMKM Sumsel 300 UMKM di Palembang belajar AI untuk tingkatkan daya saing digital AIM ASEAN Roadshow Kota Surabaya, Staf Khusus Presiden Dorong Transformasi UMKM di Jawa Timur Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (86) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (16)
750 UMKM Surabaya Ikuti AIM ASEAN Roadshow Dorong Bisnis Digital Jadi Lebih Efektif

Hubungi Kami Sumber : https://surabaya.tribunnews.com/surabaya-metro/1936802/750-umkm-surabaya-ikuti-aim-asean-roadshowdorong-bisnis-digital-jadi-lebih-efektif 750 UMKM Surabaya Ikuti AIM ASEAN Roadshow Dorong Bisnis Digital Jadi Lebih Efektif SURYA.CO.ID SURABAYA – Lebih dari 750 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai sektor usaha di Kota Surabaya dan sekitarnya hadir dan mengikuti AIM ASEAN Roadshow di Gedung Jatim Expo pada Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong percepatan transformasi digital UMKM melalui berbagai kolaborasi dengan pemerintah daerah, sektor swasta, serta komunitas masyarakat. Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu arahan penting Presiden Prabowo untuk memberdayakan pelaku UMKM untuk bertransformasi digital. “Program ini bertujuan untuk memperluas pemahaman serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan bisnis, sekaligus menjembatani kesenjangan antara akses teknologi dan penerapan nyata di lapangan,” kata Tiar. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas digital pelaku usaha secara signifikan, dimana setidaknya 30 – 40 persen peserta mampu mulai mengadopsi tools digital secara langsung dalam operasional bisnisnya, serta mendorong peningkatan produktivitas usaha kedepannya. Menurut Tiar Karbala, permasalahan utama dalam adopsi kecerdasan buatan (AI) oleh UMKM bukan terletak pada keterlambatan pelaku usaha dalam mengenal teknologi tersebut. “Tantangan yang lebih mendasar adalah kesenjangan antara paparan teknologi dan penerapan nyata di lapangan. Banyak UMKM telah diperkenalkan dengan berbagai teknologi digital, namun belum memiliki literasi bisnis dan digital yang memadai,” jelas Tiar. Dalam kegiatan itu hadir sebagai salah satu narasumber, Sitti Raisya Fitri, Co-Founder Kasir Pintar. Sitti mengungkapkan, bahwa dari sisi praktis, teknologi digital telah memberikan solusi konkret bagi pelaku UMKM, khususnya dalam pengelolaan keuangan usaha. “Melalui pemanfaatan aplikasi kasir digital dan sistem pencatatan terintegrasi, pelaku usaha dapat mencatat transaksi secara lebih akurat, memantau arus kas, serta memperoleh gambaran kondisi bisnis secara real-time,” ungkap Sitti. Di Jatim khususnya Kota Surabaya sebagai salah satu pusat ekonomi regional, UMKM memegang peran yang sangat dominan. Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal UMKM oleh Kementerian UMKM per 31 Oktober 2025, jumlah UMKM di Jatim tercatat sebanyak 4,58 juta unit, dan telah menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di Jatim mencapai 5,33 persen. Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari tersebut diisi dengan diskusi, berbagi pengalaman, serta sesi pembelajaran mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan baru mengenai peluang pemanfaatan teknologi, tetapi juga mendapatkan inspirasi dan jejaring kolaborasi yang dapat membantu mereka mengembangkan usaha secara lebih berkelanjutan. Dalam kesempatan itu, hadir langsung Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak yang menyebut pemerintah dalam hal ini Pemerintah Provinsi Jatim selalu konsisten mendorong penguatan UMKM. “Namun tetap penting dalam berkolaborasi untuk mendukung UMKM lokal. Sebagai contoh, kebijakan pemerintah pusat dengan program-program utamanya yang memberikan dampak ekonomi positif bagi UMKM. Kami sangat mengapresiasi kehaduran Staf Khusus Presiden Tiar Karbala yang ikut serta dalam transformasi UMKM di daerah-daerah, khususnya Jatim,” terang Emil. Most Recent Posts Sukseskan Visi Presiden Prabowo, Staf Khusus Presiden Tiar Karbala Dorong Transformasi UMKM di Jawa Timur Dorong UMKM Go Digital, Tiar Karbala Turun ke Surabaya Stafsus Presiden Tiar Karbala Dorong Transformasi UMKM di Surabaya Jatim 750 UMKM Surabaya Didorong Masuk Era Digital & AI Category BERITA & PUBLIKASI (91) UMKM & Teknologi (16)
300 Peserta Ikuti Pelatihan AI di Palembang, Siap Transformasi UMKM Sumsel

Hubungi Kami Sumber : https://sumsel.tribunnews.com/palembang/1012930/300-peserta-ikuti-pelatihan-ai-di-palembang-siap-transformasi-umkm-sumsel 300 Peserta Ikuti Pelatihan AI di Palembang, Siap Transformasi UMKM Sumsel TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG — Sebanyak 300 peserta mengikuti pelatihan Artificial Intelligence (AI) untuk pelaku UMKM yang diselenggarakan oleh AI for MSME Advancement in ASEAN (AIM ASEAN) bersama Kumpul Impact di Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, didampingi Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabila Karbala, Kepala OJK Provinsi Sumsel, Arifin Susanto, serta Associate Director Kumpul Impact, Sarita Kinanti. Herman Deru menekankan pentingnya kemampuan adaptasi generasi muda terhadap perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI). “Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, generasi muda harus mampu beradaptasi dan menjadi pribadi yang selalu up to date,” kata Deru, Rabu (8/4/2026). Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi berpotensi mengurangi peran manusia di sejumlah bidang, sehingga kemampuan berinovasi menjadi kunci utama. Namun, menurutnya, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi. “Ada hal mendasar yang harus dimiliki calon pengusaha, salah satunya adalah ekspresi. Tidak ada orang sukses, baik birokrat maupun politisi, dengan wajah masam. Bukan soal penampilan, tetapi bagaimana menampilkan ekspresi yang ramah dan positif,” katanya. Pemerintah Provinsi Sumsel sendiri menargetkan lahirnya 100 ribu “Sultan Muda” melalui kolaborasi berbagai pihak, mengingat pembangunan ekosistem kewirausahaan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja. Sementara itu, Tiar Nabila Karbala menyampaikan bahwa pemanfaatan AI memiliki banyak manfaat bagi UMKM, terutama dalam meningkatkan produktivitas. “AI dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan praktis, seperti pembuatan konten, desain poster, hingga penyusunan laporan keuangan. Ia menegaskan pentingnya menghadirkan program yang aplikatif dan mudah diterapkan oleh pelaku UMKM,” katanya. Tiar juga menekankan bahwa literasi digital dan keuangan tidak boleh hanya dilakukan di ruang-ruang formal, tetapi harus menjangkau langsung pelaku UMKM di lapangan. “Edukasi harus masuk ke pasar, event, pameran, toko, hingga pusat perbelanjaan. Bahkan lebih baik lagi jika literasi ini mulai diberikan di kampus dan sekolah, karena dari sanalah calon ‘Sultan Muda’ akan lahir,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pembinaan sejak dini sangat penting, mengingat dalam 5 hingga 10 tahun ke depan generasi muda tersebut akan menjadi pelaku utama ekonomi. Di sisi lain, Sarita Kinanti menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif regional ASEAN untuk mendorong transformasi digital UMKM. Most Recent Posts 300 UMKM di Palembang belajar AI untuk tingkatkan daya saing digital AIM ASEAN Roadshow Kota Surabaya, Staf Khusus Presiden Dorong Transformasi UMKM di Jawa Timur Ratusan UMKM Palembang Latih Kecerdasan Buatan Pacu Produktivitas Tiar Nabilla Karbala Dorong Digitalisasi UMKM di Palembang, Wujudkan Visi Presiden Prabowo Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (84) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (16)
300 UMKM di Palembang belajar AI untuk tingkatkan daya saing digital

Hubungi Kami Sumber : https://sumsel.antaranews.com/berita/815648/300-umkm-di-palembang-belajar-ai-untuk-tingkatkan-daya-saing-digital 300 UMKM di Palembang belajar AI untuk tingkatkan daya saing digital Palembang (ANTARA) – Sebanyak 300 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Palembang mengikuti pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna meningkatkan kinerja dan daya saing usaha di era digital. Pelatihan yang diinisiasi oleh Accelerating IAS Management in ASEAN (AIM-ASEAN) dan Kumpul Impact itu digelar di Ballroom Sriwijaya Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Selatan, Palembang, Rabu. Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Nabilla Karbala mengatakan penggunaan AI memiliki banyak manfaat bagi pelaku UMKM, terutama dalam meningkatkan produktivitas. “Pemanfaatan AI dapat membantu pelaku UMKM dalam pembuatan konten, desain poster, penulisan caption hingga penyusunan laporan keuangan, sehingga pekerjaan menjadi lebih ringan dan efisien,” katanya. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa teknologi AI juga memiliki sisi negatif jika disalahgunakan, seperti untuk penipuan melalui rekayasa suara dan gambar yang menyerupai orang lain. Selain itu, AI juga berpotensi digunakan untuk membuat video tiruan tokoh publik maupun menyebarkan narasi negatif yang dapat memicu perpecahan. Maka dari itu, ia menekankan pentingnya literasi digital dan penggunaan AI secara beretika agar teknologi tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat. Pihaknya juga mendorong agar edukasi AI diperluas tidak hanya di ruang formal, tetapi menjangkau langsung pusat aktivitas UMKM seperti pasar, bazar, toko, dan pusat perbelanjaan. “Edukasi harus masuk ke jantung operasional UMKM, bahkan hingga ke sekolah dan kampus, agar pembinaan pelaku usaha dapat dilakukan sejak dini,” ujarnya. Program pelatihan AI bagi UMKM tersebut direncanakan akan dilanjutkan ke sejumlah daerah lain seperti Kalimantan, Tarakan, Surabaya, dan Sulawesi Utara guna memperluas pemanfaatan teknologi di kalangan pelaku usaha. Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengingatkan bahwa pesatnya kemajuan teknologi dapat mengurangi peran manusia secara konvensional. “Saya minta kalian tangguh. Kita manfaatkan kemajuan teknologi ini untuk membangun 100.000 Sultan Muda. Banyak hal yang berada di luar kecerdasan (manual) kita, maka itu harus kita pelajari melalui AI,” katanya. Menurutnya, pentingnya sikap mental dalam menghadapi persaingan ekonomi karena segala sesuatu harus diawali dengan ekspresi ceria dan rasa optimisme terhadap pengelolaan keuangan guna membuka peluang-peluang baru. “Kemajuan teknologi adalah keniscayaan yang tak terhindari. Jangan menjadi korban, tapi jadilah pengendali. Orang yang berhasil adalah mereka yang mampu memanfaatkan peluang dengan cepat dan tepat,” kata Deru. Most Recent Posts AIM ASEAN Roadshow Kota Surabaya, Staf Khusus Presiden Dorong Transformasi UMKM di Jawa Timur Ratusan UMKM Palembang Latih Kecerdasan Buatan Pacu Produktivitas Tiar Nabilla Karbala Dorong Digitalisasi UMKM di Palembang, Wujudkan Visi Presiden Prabowo Pemerintah Genjot Digitalisasi UMKM Lewat AI, Ini Strateginya Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (83) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (16)
AIM ASEAN Roadshow Kota Surabaya, Staf Khusus Presiden Dorong Transformasi UMKM di Jawa Timur

Hubungi Kami AIM ASEAN Roadshow Kota Surabaya, Staf Khusus Presiden Dorong Transformasi UMKM di Jawa Timur Sumber : https://duta.co/aim-asean-roadshow-kota-surabaya-staf-khusus-presiden-dorong-transformasi-umkm-di-jawa-timur Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, terus mendorong percepatan transformasi digital UMKM. Itu diwujudkan melalui berbagai kolaborasi dengan pemerintah daerah, sektor swasta, serta komunitas masyarakat. Itu dilakukan menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Salah satu kegiatan yang mendukung upaya tersebut adalah AIM ASEAN Roadshow Kota Surabaya yang diselenggarakan di Gedung Jatim Expo pada Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 750 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha di Kota Surabaya dan sekitarnya. Program ini bertujuan untuk memperluas pemahaman serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan bisnis, sekaligus menjembatani kesenjangan antara akses teknologi dan penerapan nyata di lapangan. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas digital pelaku usaha secara signifikan, di mana setidaknya 30 – 40% peserta mampu mulai mengadopsi tools digital secara langsung dalam operasional bisnisnya, serta mendorong peningkatan produktivitas usaha kedepannya. Permasalahan UMKM Menurut Tiar Karbala, permasalahan utama dalam adopsi kecerdasan buatan (AI) oleh UMKM bukan terletak pada keterlambatan dalam mengenal teknologi tersebut. Tantangan yang lebih mendasar adalah kesenjangan antara paparan teknologi dan penerapan nyata di lapangan. Banyak UMKM telah diperkenalkan dengan berbagai teknologi digital, namun belum memiliki literasi bisnis dan digital yang memadai, dukungan pendampingan, akses pembiayaan, maupun ekosistem yang memungkinkan teknologi tersebut benar-benar digunakan secara berkelanjutan. Tiar menekankan adopsi teknologi, termasuk AI, oleh pelaku UMKM tidak dapat berdiri sendiri, melainkan bergantung pada kesiapan ekosistem yang mendukung. Dalam konteks ini, pemerintah berperan sebagai ecosystem enabler yang mendorong kolaborasi lintas aktor, mulai dari pelaku usaha, platform digital, hingga lembaga pendukung. Hal ini diperlukan untuk memastikan transformasi digital berjalan secara inklusif dan berkelanjutan. Ia juga menegaskan bahwa tantangan utama saat ini bukan terletak pada ketersediaan teknologi, melainkan pada kesenjangan literasi, akses dan kesiapan pengguna. Sehingga, diperlukan pendekatan seimbang antara mendorong inovasi dan memastikan perlindungan, agar adopsi teknologi dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas UMKM. Panelis lain dalam kegiatan tersebut, Sitti Raisya Fitri (Co-Founder Kasir Pintar), menambahkan bahwa dari sisi praktis, teknologi digital telah memberikan solusi konkret bagi pelaku UMKM, khususnya dalam pengelolaan keuangan usaha. Melalui pemanfaatan aplikasi kasir digital dan sistem pencatatan terintegrasi, pelaku usaha dapat mencatat transaksi secara lebih akurat, memantau arus kas, serta memperoleh gambaran kondisi bisnis secara real-time. Kemudahan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga membantu pelaku UMKM dalam mengambil keputusan usaha berbasis data. Sehingga, ketika ekosistem pendukung telah tersedia dan teknologi dirancang sesuai kebutuhan pengguna, adopsi digital dapat secara langsung mendorong keberlanjutan usaha UMKM. Di Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya sebagai salah satu pusat ekonomi regional, UMKM memegang peran yang sangat dominan. Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal UMKM oleh Kementerian UMKM per 31 Oktober 2025, jumlah UMKM di Jawa Timur tercatat sebanyak 4,58 juta unit, dan telah menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur mencapai 5,33%. Namun, sebagian besar pelaku usaha masih berada pada tahap awal digitalisasi, dengan keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi lanjutan seperti kecerdasan buatan (AI), pengolahan data dan sistem manajemen digital. Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari tersebut diisi dengan diskusi, berbagi pengalaman, serta sesi pembelajaran mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan baru mengenai peluang pemanfaatan teknologi, tetapi juga mendapatkan inspirasi dan jejaring kolaborasi yang dapat membantu mereka mengembangkan usaha secara lebih berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kesadaran pelaku UMKM mengenai pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi agar mampu meningkatkan daya saing di tengah perubahan pasar yang semakin cepat. Wagub Emil: Pemerintah Daerah Konsisten Dorong Penguatan UMKM Kegiatan AIM ASEAN Roadshow di Surabaya kali ini dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi untuk mendukung UMKM lokal. Sebagai contoh, Wagub Emil Dardak menyambut baik kebijakan pemerintah pusat dengan program-program utamanya yang memberikan dampak ekonomi positif bagi UMKM. Wagub Emil Dardak juga mengapresiasi kedatangan Staf Khusus Presiden Tiar Karbala yang ikut serta dalam transformasi UMKM di daerah-daerah, khususnya Jawa Timur. Selain itu, Emil Dardak juga mendorong para pelaku UMKM untuk mulai memanfaatkan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), dalam menjalankan usaha mereka. Menurutnya, teknologi tersebut dapat membantu pelaku usaha bekerja dengan lebih cepat dan mudah. Wakil Gubernur yang telah ikut serta memimpin Jawa Timur sejak 2018 bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa ini menyatakan dukungannya terhadap kegiatan pelatihan AI sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem UMKM dan mempercepat pemanfaatan teknologi digital di level daerah. Diskusi dan Pelatihan Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan pelatihan teknis yang menghadirkan narasumber dari kalangan pemerintah serta pelaku usaha yang telah berhasil mengintegrasikan teknologi dalam pengembangan bisnis mereka. Materi pelatihan disusun oleh KUMPUL Impact sebagai mitra pelaksana dengan pendekatan yang praktis dan aplikatif, sehingga pelaku usaha dapat langsung mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan usaha sehari-hari. Program AIM ASEAN sendiri merupakan inisiatif regional yang dijalankan oleh ASEAN Foundation bersama AVPN, dengan tujuan memperluas literasi teknologi dan pemanfaatan kecerdasan buatan di kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia, program ini dilaksanakan bersama KUMPUL Impact sebagaimitra pelaksana. Program ini mendapat dukungan dari sejumlah pihak, seperti Dinas Koperasi Dan UMKM Provinsi Jatim; Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya; Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Gresik, dan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo. Most Recent Posts Tiar Nabilla Karbala Dorong Digitalisasi UMKM di Palembang, Wujudkan Visi Presiden Prabowo Pemerintah Genjot Digitalisasi UMKM Lewat AI, Ini Strateginya Dorong Daya Saing, Pemerintah Percepat Digitalisasi UMKM Lewat Pelatihan AI Dukung Visi Presiden, Tiar N Karbala Dorong Transformasi UMKM Palembang Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (80) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (18)
