Sumber : https://sumsel.tribunnews.com/palembang/1012930/300-peserta-ikuti-pelatihan-ai-di-palembang-siap-transformasi-umkm-sumsel

300 Peserta Ikuti Pelatihan AI di Palembang, Siap Transformasi UMKM Sumsel

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG — Sebanyak 300 peserta mengikuti pelatihan Artificial Intelligence (AI) untuk pelaku UMKM yang diselenggarakan oleh AI for MSME Advancement in ASEAN (AIM ASEAN) bersama Kumpul Impact di Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, didampingi Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabila Karbala, Kepala OJK Provinsi Sumsel, Arifin Susanto, serta Associate Director Kumpul Impact, Sarita Kinanti.

Herman Deru menekankan pentingnya kemampuan adaptasi generasi muda terhadap perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).

“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, generasi muda harus mampu beradaptasi dan menjadi pribadi yang selalu up to date,” kata Deru, Rabu (8/4/2026).

Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi berpotensi mengurangi peran manusia di sejumlah bidang, sehingga kemampuan berinovasi menjadi kunci utama. Namun, menurutnya, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi.

“Ada hal mendasar yang harus dimiliki calon pengusaha, salah satunya adalah ekspresi. Tidak ada orang sukses, baik birokrat maupun politisi, dengan wajah masam. Bukan soal penampilan, tetapi bagaimana menampilkan ekspresi yang ramah dan positif,” katanya.

Pemerintah Provinsi Sumsel sendiri menargetkan lahirnya 100 ribu “Sultan Muda” melalui kolaborasi berbagai pihak, mengingat pembangunan ekosistem kewirausahaan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja.

Sementara itu, Tiar Nabila Karbala menyampaikan bahwa pemanfaatan AI memiliki banyak manfaat bagi UMKM, terutama dalam meningkatkan produktivitas.

“AI dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan praktis, seperti pembuatan konten, desain poster, hingga penyusunan laporan keuangan. Ia menegaskan pentingnya menghadirkan program yang aplikatif dan mudah diterapkan oleh pelaku UMKM,” katanya.

Tiar juga menekankan bahwa literasi digital dan keuangan tidak boleh hanya dilakukan di ruang-ruang formal, tetapi harus menjangkau langsung pelaku UMKM di lapangan.

“Edukasi harus masuk ke pasar, event, pameran, toko, hingga pusat perbelanjaan. Bahkan lebih baik lagi jika literasi ini mulai diberikan di kampus dan sekolah, karena dari sanalah calon ‘Sultan Muda’ akan lahir,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pembinaan sejak dini sangat penting, mengingat dalam 5 hingga 10 tahun ke depan generasi muda tersebut akan menjadi pelaku utama ekonomi.

Di sisi lain, Sarita Kinanti menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif regional ASEAN untuk mendorong transformasi digital UMKM.