Sumber : https://sumsel.antaranews.com/berita/815648/300-umkm-di-palembang-belajar-ai-untuk-tingkatkan-daya-saing-digital
Palembang (ANTARA) – Sebanyak 300 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Palembang mengikuti pelatihan pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) guna meningkatkan kinerja dan daya saing usaha di era digital.
Pelatihan yang diinisiasi oleh Accelerating IAS Management in ASEAN (AIM-ASEAN) dan Kumpul Impact itu digelar di Ballroom Sriwijaya Gedung Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Selatan, Palembang, Rabu.
Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Nabilla Karbala mengatakan penggunaan AI memiliki banyak manfaat bagi pelaku UMKM, terutama dalam meningkatkan produktivitas.
“Pemanfaatan AI dapat membantu pelaku UMKM dalam pembuatan konten, desain poster, penulisan caption hingga penyusunan laporan keuangan, sehingga pekerjaan menjadi lebih ringan dan efisien,” katanya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa teknologi AI juga memiliki sisi negatif jika disalahgunakan, seperti untuk penipuan melalui rekayasa suara dan gambar yang menyerupai orang lain.
Selain itu, AI juga berpotensi digunakan untuk membuat video tiruan tokoh publik maupun menyebarkan narasi negatif yang dapat memicu perpecahan.
Maka dari itu, ia menekankan pentingnya literasi digital dan penggunaan AI secara beretika agar teknologi tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Pihaknya juga mendorong agar edukasi AI diperluas tidak hanya di ruang formal, tetapi menjangkau langsung pusat aktivitas UMKM seperti pasar, bazar, toko, dan pusat perbelanjaan.
“Edukasi harus masuk ke jantung operasional UMKM, bahkan hingga ke sekolah dan kampus, agar pembinaan pelaku usaha dapat dilakukan sejak dini,” ujarnya.
Program pelatihan AI bagi UMKM tersebut direncanakan akan dilanjutkan ke sejumlah daerah lain seperti Kalimantan, Tarakan, Surabaya, dan Sulawesi Utara guna memperluas pemanfaatan teknologi di kalangan pelaku usaha.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengingatkan bahwa pesatnya kemajuan teknologi dapat mengurangi peran manusia secara konvensional.
“Saya minta kalian tangguh. Kita manfaatkan kemajuan teknologi ini untuk membangun 100.000 Sultan Muda. Banyak hal yang berada di luar kecerdasan (manual) kita, maka itu harus kita pelajari melalui AI,” katanya.
Menurutnya, pentingnya sikap mental dalam menghadapi persaingan ekonomi karena segala sesuatu harus diawali dengan ekspresi ceria dan rasa optimisme terhadap pengelolaan keuangan guna membuka peluang-peluang baru.
“Kemajuan teknologi adalah keniscayaan yang tak terhindari. Jangan menjadi korban, tapi jadilah pengendali. Orang yang berhasil adalah mereka yang mampu memanfaatkan peluang dengan cepat dan tepat,” kata Deru.