Sumber : https://jatimnow.com/baca-83803-pemerintah-pacu-umkm-jatim-adopsi-ai-lewat-aim-asean

Pemerintah Pacu UMKM Jatim Adopsi AI Lewat AIM ASEAN

Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Timur kini memasuki babak baru dalam transformasi digital. Melalui program AIM ASEAN (AI for MSME Advancement in ASEAN) yang digelar di Gedung Jatim Expo Surabaya, Kamis (16/4/2026), ribuan pelaku usaha mulai dibekali kemampuan teknis menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendongkrak omzet dan efisiensi operasional. Langkah ini menjadi penting mengingat data Bappenas memproyeksikan teknologi digital mampu mengerek produktivitas nasional hingga 40% pada 2030.

Di Surabaya, program hasil kolaborasi ASEAN Foundation, Google.org, ADB, dan KUMPUL Impact ini menyasar pemberdayaan 32.000 UMKM agar lebih kompetitif di pasar regional. Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, menyatakan bahwa pemanfaatan AI bukan lagi sekadar tren gaya hidup, melainkan instrumen strategis untuk memangkas beban kerja administratif. “Kecerdasan buatan membawa manfaat besar bagi pelaku UMKM. Fokus kami adalah mendorong penggunaan AI guna memacu produktivitas harian, seperti otomatisasi pemasaran digital, penyuntingan konten visual, hingga penyusunan teks iklan yang menarik. Program ini harus memberi dampak nyata yang dirasakan langsung masyarakat,” tuturnya.

Tiar memerinci tiga pilar utama dukungan pemerintah: literasi berkelanjutan, penyediaan infrastruktur, serta regulasi yang melindungi konsumen. Terkait isu biaya perangkat AI premium yang sering dikeluhkan pelaku usaha kecil, ia memastikan skema kolaborasi dengan mitra internasional akan terus dimatangkan. “Kami sedang memformulasikan skema akses kolektif. Melalui program ini, seluruh akses teknologi diberikan tanpa pungut biaya bagi peserta. Kami mencari formula yang memudahkan tanpa membebani finansial UMKM sebagai penerima manfaat utama,” tambahnya. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang turut hadir dalam diskusi panel, menilai Jawa Timur memiliki modal kuat untuk menjadi pelopor digitalisasi nasional.

Emil melihat AI mampu membantu analisis pasar secara presisi yang selama ini sulit dilakukan secara manual oleh pedagang kecil. “AI bisa membantu hitungan bisnis yang akurat hingga desain produk. Kami bahkan melakukan rekrutmen langsung bagi praktisi desain grafis yang mahir berkolaborasi dengan AI untuk menjadi mentor di Millennial Job Center (MJC),” ungkapnya. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ini nantinya akan bermuara pada penguatan ekosistem MJC Jatim. Wadah ini dianggap ideal karena mampu mempertemukan talenta muda, startup, dan pelaku usaha konvensional dalam satu ekosistem inovasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Endy Alim Abdi Nusa, mengapresiasi antusiasme peserta yang didominasi kaum ibu dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Ia menekankan pentingnya edukasi investasi teknologi agar UMKM tidak terjebak pada pengeluaran yang tidak perlu.

“Bagi pemula, versi gratis sudah cukup untuk latihan. Kami mengedukasi mereka untuk membuat keputusan bisnis yang cerdas; jika fitur dasar mencukupi, tidak perlu memaksakan berlangganan akun premium yang mahal. Pendampingan pascapelatihan adalah kunci agar mereka tidak kembali ‘gaptek’,” jelas Endy. Rangkaian pelatihan ini mencakup empat modul utama, mulai dari dasar-dasar AI hingga tata kelola penggunaan teknologi yang bertanggung jawab. Ketua Markas UKM, Koko Mahargyo, yang turut hadir dalam Roadshow AIM ASEAN di Surabaya mengakui sesi praktik langsung memberikan perspektif baru bagi anggotanya. “Sesi praktik menggunakan AI secara cerdas adalah bagian yang paling bermanfaat. Kehadiran pemerintah memberikan kepastian bahwa UMKM memang didorong untuk naik kelas di era digital ini,” tutup Koko.