SBM ITB Hadirkan Staf Khusus Presiden Tiar Karbala untuk Tingkatkan Skill Pitching Ide Bisnis Mahasiswa

Hubungi Kami SBM ITB Hadirkan Staf Khusus Presiden Tiar Karbala untuk Tingkatkan Skill Pitching Ide Bisnis Mahasiswa Sumber: https://www.radarbandung.id/2025/12/14/sbm-itb-hadirkan-staf-khusus-presiden-tiar-karbala-untuk-tingkatkan-skill-pitching-ide-bisnis-mahasiswa/ Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) konsisten menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman dengan melibatkan para praktisi di kelas bagi mahasiswa. Komitmen ini terlihat dari penyelenggaraan mata kuliah Integrated Business Experience (IBE) yang ditujukan bagi mahasiswa semester dua. Mata kuliah tersebut menjadi bagian penting dari kurikulum Sarjana Manajemen, di mana mahasiswa diajak membangun dan mengelola bisnis riil secara berkelompok selama dua semester, lengkap dengan tantangan nyata di bidang pemasaran, operasional, keuangan, hingga pengambilan keputusan strategis. Pada bagian akhir perkuliahan, mahasiswa mempelajari topik business pitching. Untuk memperkuat pemahaman tersebut, SBM ITB mengundang praktisi usaha sekaligus Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, SMn., MSc. Dalam sesi Integrated Business Experience I (IBE I), Tiar membawakan materi berjudul “Pitch It Like You Mean It: Your Story Matters” dan menekankan pentingnya pitching serta storytelling bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan ide bisnis. Di depan puluhan mahasiswa, Tiar menjelaskan bahwa dunia usaha saat ini tidak hanya membutuhkan ide brilian, tetapi juga kemampuan menyampaikan ide secara singkat, jelas, dan meyakinkan. “Pitching bukan sekadar presentasi; ini seni bercerita untuk mendapatkan dukungan, kolaborasi, atau bahkan investasi. Cara kita menyampaikan cerita bisa menentukan masa depan sebuah gagasan,” ujarnya. Tiar juga membagikan kerangka praktis pitching yang efektif, mulai dari hook, identifikasi masalah, hingga ask yang spesifik. Ia menyoroti pentingnya mengidentifikasi masalah dengan tepat, merujuk pada prinsip design thinking, serta mengingatkan bahwa banyak startup gagal bukan karena teknologi yang buruk, melainkan karena menyampaikan ide bisnisnya kurang to the point atau bertele-tele. Kesalahan lain yang sering terjadi adalah ketidakjelasan tujuan pitching (ask) atau pemilihan investor yang tidak sesuai. Karena itu, mahasiswa didorong untuk memilih calon investor yang sejalan dengan visi dan kebutuhan bisnisnya, agar ide yang disampaikan dapat diterima dan ditindaklanjuti. Mengacu pada pengalamannya sebagai mantan CEO Restock Tech dan Sekjen AFPI, Tiar turut membagikan perjalanan menghadapi penolakan investor, proses validasi pasar, hingga cara membangun kredibilitas tim. “Kuncinya adalah konsisten menyelesaikan masalah yang benar-benar ada, bukan sekadar masuk ke industri yang terlihat besar. Dipadukan dengan kemampuan bercerita, hasilnya akan jauh lebih kuat,” tambahnya. Kuliah tamu ini juga menyinggung peluang besar UMKM Indonesia di era digital, tantangan akses pembiayaan, serta pentingnya narasi yang kuat dalam memperjelas proposisi nilai. Mahasiswa diajak memahami konsep pasar seperti TAM–SAM–SOM, validasi produk, hingga dasar-dasar financial projection untuk startup. Antusiasme Mahasiswa dalam Sesi Tanya Jawab Pada sesi tanya jawab, mahasiswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan. Salah satunya mengenai seberapa detail struktur organisasi yang perlu ditampilkan saat pitching pertama kepada investor. Pertanyaan lain menyinggung teknis presentasi dan cara menentukan industri untuk tugas Innovation-Based (IB). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi digital dan kesiapan generasi muda di era industri 4.0. ITB mengapresiasi kehadiran Tiar yang membawa pengalaman nyata di dunia startup. Pihak kampus menilai, dengan hadirnya praktisi, sesi ini memberikan wawasan yang aplikatif, relevan, dan inspiratif bagi mahasiswa dari berbagai jurusan. Most Recent Posts Cara SBM ITB Asah Skill Mahasiswa Lewat Business Pitching, Tiar Karbala Ungkap Seni Bercerita SBM ITB Hadirkan Staf Khusus Presiden Tiar Karbala untuk Tingkatkan Skill Pitching Ide Bisnis Mahasiswa SBM ITB Latih Mahasiswa Kuasai Pitching Efektif Lewat IBE UMKM di Kabupaten Garut Didorong Go Digital untuk Naik Kelas Menyusul Jejak Vietnam dan Singapura   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (40) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (11)

Cara SBM ITB Asah Skill Mahasiswa Lewat Business Pitching, Tiar Karbala Ungkap Seni Bercerita

Hubungi Kami Cara SBM ITB Asah Skill Mahasiswa Lewat Business Pitching, Tiar Karbala Ungkap Seni Bercerita Sumber: https://koran.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-3039861838/cara-sbm-itb-asah-skill-mahasiswa-lewat-business-pitching-tiar-karbala-ungkap-seni-bercerita Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) terus berupaya mencetak wirausahawan muda yang tangguh dengan memperkuat metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Salah satu langkah konkretnya adalah menghadirkan praktisi langsung ke dalam ruang kelas untuk membedah tantangan riil di dunia industri.​Komitmen ini tercermin dalam mata kuliah Integrated Business Experience (IBE), di mana mahasiswa tidak hanya dijejali teori, tetapi juga dituntut menguasai keterampilan praktis. Pada fase akhir perkuliahan ini, SBM ITB menghadirkan Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, SMn., MSc., sebagai pembicara utama. Dalam kuliah tamu bertajuk “Pitch It Like You Mean It: Your Story Matters” yang digelar di Bandung, 10 Desember 2025 lalu, Tiar mengajak mahasiswa memahami bahwa business pitching bukan sekadar presentasi data. Lebih dari itu, pitching adalah seni menyampaikan nilai dan narasi bisnis yang meyakinkan.​Tiar menekankan pentingnya keseimbangan antara gagasan yang solid dengan cara penyampaian yang efektif. Menurutnya, sebuah ide brilian bisa saja mentah jika tidak dikomunikasikan dengan struktur yang tepat kepada mitra maupun investor.​”Ide bisnis yang kuat saja tidak cukup. Itu perlu diimbangi dengan kemampuan komunikasi yang ringkas, terstruktur, dan tentu saja relevan dengan kebutuhan audiens,” ujar Tiar di hadapan para mahasiswa. ​Validasi Pasar Jadi Kunci​Berangkat dari pengalamannya di ekosistem startup dan industri keuangan digital, Tiar membedah berbagai elemen vital dalam pitching. Mulai dari menciptakan hook yang menarik, merumuskan masalah, menawarkan solusi, hingga menyusun Call to Action (CTA).​Ia juga menyoroti kesalahan umum yang sering dilakukan oleh para perintis usaha pemula, yakni terlalu fokus pada kecanggihan produk namun melupakan validasi pasar.​”Banyak bisnis gagal bukan karena kekurangan teknologi canggih, melainkan karena mereka gagal menjawab kebutuhan nyata yang ada di lapangan,” katanya menegaskan. Most Recent Posts SBM ITB Hadirkan Staf Khusus Presiden Tiar Karbala untuk Tingkatkan Skill Pitching Ide Bisnis Mahasiswa SBM ITB Latih Mahasiswa Kuasai Pitching Efektif Lewat IBE UMKM di Kabupaten Garut Didorong Go Digital untuk Naik Kelas Menyusul Jejak Vietnam dan Singapura 161 UMKM Garut Belajar AI, Pemkab Dorong Pemasaran Lebih Modern   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (39) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (10)

SBM ITB Hadirkan Staf Khusus Presiden Tiar Karbala untuk Tingkatkan Skill Pitching Ide Bisnis Mahasiswa

Hubungi Kami SBM ITB Hadirkan Staf Khusus Presiden Tiar Karbala untuk Tingkatkan Skill Pitching Ide Bisnis Mahasiswa Sumber: https://hack.ac.id/sbm-itb-hadirkan-staf-khusus-presiden-tiar-karbala-untuk-tingkatkan-skill-pitching-ide-bisnis-mahasiswa-radar-bandung-hack-ac-id/ Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) konsisten menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman dengan melibatkan para praktisi di kelas bagi mahasiswa. Komitmen ini terlihat dari penyelenggaraan mata kuliah Integrated Business Experience (IBE) yang ditujukan bagi mahasiswa semester dua. Mata kuliah tersebut menjadi bagian penting dari kurikulum Sarjana Manajemen, di mana mahasiswa diajak membangun dan mengelola bisnis riil secara berkelompok selama dua semester, lengkap dengan tantangan nyata di bidang pemasaran, operasional, keuangan, hingga pengambilan keputusan strategis. Pada bagian akhir perkuliahan, mahasiswa mempelajari topik business pitching. Untuk memperkuat pemahaman tersebut, SBM ITB mengundang praktisi usaha sekaligus Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, SMn., MSc. Dalam sesi Integrated Business Experience I (IBE I), Tiar membawakan materi berjudul “Pitch It Like You Mean It: Your Story Matters” dan menekankan pentingnya pitching serta storytelling bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan ide bisnis. Di depan puluhan mahasiswa, Tiar menjelaskan bahwa dunia usaha saat ini tidak hanya membutuhkan ide brilian, tetapi juga kemampuan menyampaikan ide secara singkat, jelas, dan meyakinkan. “Pitching bukan sekadar presentasi; ini seni bercerita untuk mendapatkan dukungan, kolaborasi, atau bahkan investasi. Cara kita menyampaikan cerita bisa menentukan masa depan sebuah gagasan,” ujarnya. Tiar juga membagikan kerangka praktis pitching yang efektif, mulai dari hook, identifikasi masalah, hingga ask yang spesifik. Ia menyoroti pentingnya mengidentifikasi masalah dengan tepat, merujuk pada prinsip design thinking, serta mengingatkan bahwa banyak startup gagal bukan karena teknologi yang buruk, melainkan karena menyampaikan ide bisnisnya kurang to the point atau bertele-tele. Kesalahan lain yang sering terjadi adalah ketidakjelasan tujuan pitching (ask) atau pemilihan investor yang tidak sesuai. Karena itu, mahasiswa didorong untuk memilih calon investor yang sejalan dengan visi dan kebutuhan bisnisnya, agar ide yang disampaikan dapat diterima dan ditindaklanjuti. Mengacu pada pengalamannya sebagai mantan CEO Restock Tech dan Sekjen AFPI, Tiar turut membagikan perjalanan menghadapi penolakan investor, proses validasi pasar, hingga cara membangun kredibilitas tim. “Kuncinya adalah konsisten menyelesaikan masalah yang benar-benar ada, bukan sekadar masuk ke industri yang terlihat besar. Dipadukan dengan kemampuan bercerita, hasilnya akan jauh lebih kuat,” tambahnya. Kuliah tamu ini juga menyinggung peluang besar UMKM Indonesia di era digital, tantangan akses pembiayaan, serta pentingnya narasi yang kuat dalam memperjelas proposisi nilai. Mahasiswa diajak memahami konsep pasar seperti TAM–SAM–SOM, validasi produk, hingga dasar-dasar financial projection untuk startup. Antusiasme Mahasiswa dalam Sesi Tanya Jawab Pada sesi tanya jawab, mahasiswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan. Salah satunya mengenai seberapa detail struktur organisasi yang perlu ditampilkan saat pitching pertama kepada investor. Pertanyaan lain menyinggung teknis presentasi dan cara menentukan industri untuk tugas Innovation-Based (IB). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi digital dan kesiapan generasi muda di era industri 4.0. ITB mengapresiasi kehadiran Tiar yang membawa pengalaman nyata di dunia startup. Pihak kampus menilai, dengan hadirnya praktisi, sesi ini memberikan wawasan yang aplikatif, relevan, dan inspiratif bagi mahasiswa dari berbagai jurusan. Most Recent Posts Cara SBM ITB Asah Skill Mahasiswa Lewat Business Pitching, Tiar Karbala Ungkap Seni Bercerita SBM ITB Hadirkan Staf Khusus Presiden Tiar Karbala untuk Tingkatkan Skill Pitching Ide Bisnis Mahasiswa SBM ITB Latih Mahasiswa Kuasai Pitching Efektif Lewat IBE UMKM di Kabupaten Garut Didorong Go Digital untuk Naik Kelas Menyusul Jejak Vietnam dan Singapura   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (40) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (10)

SBM ITB Latih Mahasiswa Kuasai Pitching Efektif Lewat IBE

Hubungi Kami SBM ITB Latih Mahasiswa Kuasai Pitching Efektif Lewat IBE Sumber: https://swa.co.id/read/467296/sbm-itb-latih-mahasiswa-kuasai-pitching-efektif-lewat-ibe-i?preview=7r2qj8dyvqp8w2bve56y Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) menegaskan reputasinya sebagai kampus bisnis yang menyeimbangkan teori dan praktik. Melalui mata kuliah Integrated Business Experience (IBE), mahasiswa semester dua ditantang membangun dan mengelola bisnis riil selama dua semester mulai dari riset pasar hingga strategi keuangan sebagai bekal membentuk calon pemimpin yang kritis, adaptif, dan berorientasi hasil. Menutup perkuliahan, mahasiswa mempelajari topik business pitching yang diperkuat dengan kehadiran praktisi usaha sekaligus Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, SMn., MSc. Dalam sesi Integrated Business Experience I (IBE I) bertajuk “Pitch It Like You Mean It: Your Story Matters,” Tiar menekankan pentingnya pitching dan storytelling bagi pengembangan ide bisnis. Ia menegaskan, dunia usaha tak hanya menuntut ide brilian, tetapi juga kemampuan menyampaikannya secara singkat, jelas, dan meyakinkan. “Pitching bukan sekadar presentasi, melainkan seni bercerita untuk meraih dukungan, kolaborasi, bahkan investasi,” kata Tiar dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Minggu (14/12/2025) .Tiar memaparkan kerangka pitching efektif dari hook, identifikasi masalah, hingga askyang jelas. Ia menekankan pentingnya memahami masalah dengan prinsip design thinking dan memilih investor yang sejalan dengan visi bisnis. Berbekal pengalamannya sebagai mantan CEO Restock Tech dan Sekjen AFPI, Tiar menegaskan pentingnya konsistensi menyelesaikan masalah nyata dan membangun kredibilitas tim. Kuliah tamu juga menyoroti peluang UMKM di era digital, tantangan pembiayaan, serta pentingnya narasi, validasi pasar, dan proyeksi keuangan startup. Pada sesi tanya jawab, mahasiswa antusias menanyakan berbagai hal, mulai dari detail struktur organisasi yang perlu ditampilkan saat pitching perdana hingga teknis presentasi dan pemilihan industri untuk tugas Innovation-Based (IB). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi digital dan kesiapan generasi muda di era industri 4.0. ITB mengapresiasi kehadiran Tiar yang menghadirkan wawasan aplikatif, relevan, dan inspiratif bagi mahasiswa lintas jurusan Most Recent Posts UMKM di Kabupaten Garut Didorong Go Digital untuk Naik Kelas Menyusul Jejak Vietnam dan Singapura 161 UMKM Garut Belajar AI, Pemkab Dorong Pemasaran Lebih Modern Stafsus Presiden Dorong UMKM Garut Tembus Pasar Ekspor, Tekankan Pemanfaatan AI sebagai Kunci UMKM Naik Kelas, Stafsus Presiden : Dorong Ekspor   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (37) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (10)

UMKM di Kabupaten Garut Didorong Go Digital untuk Naik Kelas Menyusul Jejak Vietnam dan Singapura

Hubungi Kami UMKM di Kabupaten Garut Didorong Go Digital untuk Naik Kelas Menyusul Jejak Vietnam dan Singapura Sumber: https://www.thecuy.com/2025/11/28/umkm-di-kabupaten-garut-didorong-go-digital-untuk-naik-kelas-menyusul-jejak-vietnam-dan-singapura/ Di Kabupaten Garut, para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengalami pertumbuhan signifikan dan semakin diminati masyarakat sebagai jalur berwirausaha di berbagai bidang. Perkembangan ini sejalan dengan tuntutan zaman yang mengharuskan para pelaku usaha beradaptasi dengan transformasi digital, terutama dengan maraknya pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dalam acara bertajuk “Strategi Transformasi UMKM Naik Kelas di Era Digital” yang diselenggarakan di Pendopo Garut, Staf Khusus Presiden untuk UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Karbala, menyampaikan bahwa ia diberi mandat untuk mempercepat pelaksanaan program Presiden Prabowo Subianto di sektor UMKM dan teknologi digital. Kehadirannya di Garut, lanjut dia, bertujuan untuk menjembatani teknologi digital dengan pelaku UMKM di daerah agar dapat diakses secara langsung. Menurut Tiar, AI kini menjadi perbincangan luas karena memberikan kemudahan instan dan praktis dalam berbagai aspek bisnis. Ia pun mendorong para pelaku UMKM di Garut untuk mulai mengadopsi teknologi ini dalam operasional usaha mereka. Banyak pelaku usaha di daerah yang berasal dari sektor kuliner hingga ekonomi kreatif, yang dapat sangat diuntungkan dengan pemanfaatan teknologi digital sebagai pendorong pertumbuhan. Ia juga mengungkapkan telah berdiskusi dengan Bupati Garut mengenai program Wirausaha Hebat (Wira Hebat), yang dinilai sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah daerah dalam memperkuat ekosistem UMKM. Program ini dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan semangat dan kapasitas para pelaku usaha di Garut. Tiar menekankan pentingnya percepatan akses terhadap materi pembelajaran seputar AI. Saat ini, banyak platform menyediakan edukasi, kursus, dan pelatihan gratis tentang teknologi kecerdasan buatan. Melalui kegiatan tersebut, pihaknya berharap dapat mempercepat eksposur para pelaku UMKM terhadap berbagai tools, baik yang gratis maupun berbayar, yang mampu mendukung optimalisasi usaha mereka. Direktur Utama Smesco Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang, menambahkan bahwa AI memiliki potensi menjadi kekuatan transformatif bagi UMKM di Indonesia. Teknologi ini tidak hanya mampu meningkatkan kualitas produk, tetapi juga membantu pelaku usaha dalam memahami dinamika pasar secara lebih akurat dan responsif. Data Riset Terbaru Berdasarkan laporan Katadata Insight Center (2024), sebanyak 52% UMKM di Indonesia belum memanfaatkan teknologi digital secara optimal, sementara 78% konsumen kini lebih memilih produk yang dipasarkan secara online. Studi dari Google, Temasek, dan Bain (2023) memperkirakan ekonomi digital Indonesia akan mencapai USD 133 miliar pada 2025, dengan UMKM yang terdigitalisasi berkontribusi hingga 40% dari total transaksi. Di Jawa Barat, data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi (2024) mencatat lebih dari 1,2 juta UMKM aktif, dan sekitar 35% di antaranya telah terintegrasi dengan platform digital. Analisis Unik dan Simplifikasi AI bukan lagi sekadar teknologi elit, melainkan alat bantu yang dapat diakses oleh siapa saja, termasuk pelaku UMKM di daerah. Dengan fitur seperti pembuatan konten otomatis, analisis pelanggan, hingga manajemen media sosial, AI mampu mengurangi beban operasional yang selama ini menjadi kendala utama pelaku usaha mikro. Transformasi ini bukan tentang menggantikan tenaga manusia, tetapi tentang pemberdayaan melalui efisiensi dan presisi. Studi Kasus: UMKM Keripik Tempe di Garut Sebuah UMKM keripik tempe di Kecamatan Cikajang, Garut, berhasil meningkatkan penjualan hingga 200% dalam 6 bulan setelah menggunakan tools AI untuk membuat konten promosi dan menganalisis preferensi pasar. Dengan bantuan AI, mereka mampu menentukan varian rasa yang paling diminati, waktu unggah konten yang optimal, serta desain kemasan yang menarik secara otomatis. Infografis (Representasi Teks) 78% konsumen lebih pilih produk online 52% UMKM belum terdigitalisasi 35% UMKM Jawa Barat sudah online 40% transaksi digital dari UMKM terdigitalisasi Potensi ekonomi digital 2025: USD 133 miliar AI adalah kunci bagi UMKM untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga unggul di era kompetisi global. Bagi pelaku usaha di Garut dan daerah lainnya, langkah pertama bukan tentang memiliki modal besar, tetapi tentang membuka pikiran terhadap kemungkinan yang ditawarkan teknologi. Mulailah dari hal kecil: gunakan AI untuk bikin caption menarik, analisis siapa pembeli setia Anda, atau desain logo usaha. Transformasi besar dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Masa depan UMKM bukan ditentukan oleh seberapa besar modalnya, tapi seberapa cepat mereka beradaptasi. Saatnya bangkit, saatnya naik kelas. Most Recent Posts 161 UMKM Garut Belajar AI, Pemkab Dorong Pemasaran Lebih Modern Stafsus Presiden Dorong UMKM Garut Tembus Pasar Ekspor, Tekankan Pemanfaatan AI sebagai Kunci UMKM Naik Kelas, Stafsus Presiden : Dorong Ekspor UMKM Garut Didorong Go Digital, Smesco Sediakan 100 Ribu Kuota Onboarding Gratis   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (35) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (11)

161 UMKM Garut Belajar AI, Pemkab Dorong Pemasaran Lebih Modern

Hubungi Kami 161 UMKM Garut Belajar AI, Pemkab Dorong Pemasaran Lebih Modern Sumber: https://fokusjabar.id/2025/11/27/161-umkm-garut-belajar-ai-pemkab-dorong-pemasaran-lebih-modern/l Bupati Garut Abdusy Syakur Amin resmi membuka Panel Diskusi bertema “Strategi Transformasi UMKM di Era Kecerdasan Buatan (AI)” di Gedung Pendopo Garut, Kamis (27/11/2025). Kegiatan yang digelar selama dua hari, 27–28 November 2025, ini diikuti oleh 161 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari seluruh wilayah Kabupaten Garut. Dalam sambutannya, Bupati Syakur menegaskan bahwa UMKM merupakan sektor yang sangat penting bagi perekonomian daerah. Ia memaparkan bahwa saat ini terdapat 178.821 unit usaha di Garut yang sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). “Kalau saya bilang, Garut adalah kota UMKM,” ucapnya. Fokus Pemkab pada Pemasaran dan Operasional UMKM Syakur menyebut, Pemkab Garut terus memperkuat dukungan terhadap UMKM melalui berbagai program, salah satunya Wira Hebat. Namun, ia menilai tantangan terbesar UMKM tidak hanya pada permodalan, melainkan juga pada aspek pemasaran dan operasional. “Melalui workshop ini, kita berharap hambatan UMKM dalam bidang operasional dan marketing dapat ditekan dengan pemanfaatan teknologi, terutama AI,” katanya. Ia juga menyoroti pentingnya konsistensi dan keberlanjutan dalam pemanfaatan digitalisasi agar UMKM semakin siap menghadapi persaingan dan merancang strategi pemasaran yang lebih efektif. Stafsus Presiden Dorong UMKM Garut Go Global Panel diskusi ini juga menghadirkan Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar N Karbala. Ia menjelaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya berperan sebagai badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian UMKM RI yang fokus membantu peningkatan kapasitas UMKM dari Sabang hingga Merauke. Menurutnya, salah satu prioritas pemerintah adalah mendorong UMKM naik kelas melalui ekspor. “Untuk bisa ekspor, produknya harus memenuhi tiga syarat utama: kualitas, konsistensi produksi, dan kelengkapan perizinan atau sertifikasi,” jelasnya. Tiar menegaskan bahwa setelah UMKM memenuhi persyaratan tersebut, pihaknya siap membantu mencarikan pasar luar negeri yang sesuai. Peserta Merasakan Manfaat Workshop AI Kegiatan ini disambut antusias para pelaku UMKM, termasuk Jang Ipan dari Cokusi Kameumeut. Ia menilai pemanfaatan AI dapat menjadi daya dorong besar bagi UMKM Garut untuk berkembang. “Manfaatnya luar biasa. Kami mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana AI bisa membantu UMKM tumbuh dan naik kelas,” ungkapnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih sering, terutama untuk mempersiapkan UMKM Garut menembus pasar ekspor. Most Recent Posts 161 UMKM Garut Belajar AI, Pemkab Dorong Pemasaran Lebih Modern Stafsus Presiden Dorong UMKM Garut Tembus Pasar Ekspor, Tekankan Pemanfaatan AI sebagai Kunci UMKM Naik Kelas, Stafsus Presiden : Dorong Ekspor UMKM di Kabupaten Garut Didorong Go Digital untuk NaikKelas, Vietnam dan Singapura Sudah Lebih Maju   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (34) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (11)

Stafsus Presiden Dorong UMKM Garut Tembus Pasar Ekspor, Tekankan Pemanfaatan AI sebagai Kunci

Hubungi Kami Stafsus Presiden Dorong UMKM Garut Tembus Pasar Ekspor, Tekankan Pemanfaatan AI sebagai Kunci Sumber: https://www.gosipgarut.id/read/2025-55963/stafsus-presiden-dorong-umkm-garut-tembus-pasar-ekspor-tekankan-pemanfaatan-ai-sebagai-kunci.html Staf Khusus (Stafsus) Presiden RI bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar N. Karbala, menegaskan pentingnya keberanian pelaku UMKM Garut untuk menembus pasar ekspor. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara utama dalam Panel Diskusi “Strategi Transformasi UMKM di Era Kecerdasan Buatan (AI)” yang digelar di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Kamis (27/11/2025). Menurut Tiar, pemerintah melalui Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian UMKM RI telah menyiapkan dukungan menyeluruh bagi pelaku UMKM, mulai dari penyediaan fasilitas, pemenuhan sertifikasi, hingga pencarian pasar global. “Fokus kami adalah menaikkan kelas UMKM melalui ekspor. Produk harus bagus, produksinya konsisten, dan administrasinya lengkap. Bila persyaratan terpenuhi, kami langsung mencarikan pasarnya,” tegas Tiar. Ia menambahkan bahwa UMKM Indonesia sebenarnya memiliki kualitas yang kompetitif, termasuk dari Garut, namun banyak yang belum percaya diri untuk masuk ke pasar internasional. Karena itu, pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan, dinilai penting untuk meningkatkan daya saing. “UMKM Garut harus berani membawa produk terbaiknya ke luar negeri. Produk Indonesia tidak kalah dengan produk global,” ujarnya. Bupati Syakur Amin: Garut Adalah Kota UMKM Usai paparan Stafsus Presiden, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mengakselerasi transformasi UMKM menuju digitalisasi dan ekspor. Ia menyebut UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Garut dan penyerap lapangan kerja terbesar. “Berdasarkan data Dinas Koperasi Kabupaten Garut, ada 178.821 unit usaha yang memiliki NIB. Kalau saya bilang, Garut adalah kota UMKM,” kata Syakur. Bupati menekankan bahwa Pemkab Garut terus berupaya membuka akses dan mengurangi hambatan, terutama dalam hal permodalan, operasional, dan pemasaran. Salah satu program yang telah berjalan adalah Wira Hebat, yang memberikan pendampingan serta dukungan finansial kepada pelaku usaha. Namun Syakur menegaskan tantangan UMKM kini tidak hanya soal modal. Masalah pemasaran dan efisiensi operasional menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama melalui teknologi. “Kita gembira karena ada bantuan untuk meningkatkan pemahaman kita, terutama bagaimana mengurangi hambatan operasional dan marketing dengan teknologi, salah satunya lewat workshop transformasi UMKM berbasis AI ini,” jelasnya. Bupati berharap kegiatan ini tidak berhenti pada sesi diskusi semata, tetapi berlanjut pada aksi nyata melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan para pelaku UMKM. Ia menilai digitalisasi harus dijalankan secara konsisten agar UMKM mampu bertahan sekaligus berkembang di pasar yang kian kompetitif. “Ke depan, kita ingin perencanaan lebih akurat, efisien, mudah, dan murah, terutama dalam pemasaran,” kata Syakur. Pelaku UMKM Sambut Antusias Pemaparan AI Antusiasme juga datang dari peserta diskusi, salah satunya Jang Ipan dari Cokusi Kameumeut UMKM Garut. Ia menyebut bahwa materi terkait pemanfaatan AI sangat relevan dan memberikan wawasan baru bagi pelaku usaha. “Benefitnya luar biasa. Kami jadi tahu bagaimana AI bisa membantu UMKM untuk tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” tuturnya. Jang Ipan berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga UMKM Garut semakin siap menembus pasar ekspor dan bersaing di tingkat global. Most Recent Posts 161 UMKM Garut Belajar AI, Pemkab Dorong Pemasaran Lebih Modern Stafsus Presiden Dorong UMKM Garut Tembus Pasar Ekspor, Tekankan Pemanfaatan AI sebagai Kunci UMKM Naik Kelas, Stafsus Presiden : Dorong Ekspor UMKM di Kabupaten Garut Didorong Go Digital untuk NaikKelas, Vietnam dan Singapura Sudah Lebih Maju   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (34) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (11)

UMKM Naik Kelas, Stafsus Presiden : Dorong Ekspor

Hubungi Kami UMKM Naik Kelas, Stafsus Presiden : Dorong Ekspor Sumber: https://rri.co.id/umkm/2003139/umkm-naik-kelas-stafsus-presiden-dorong-ekspor Staf khusus (Stafsus) Presiden RI bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Teknologi Digital, Tiar N Karbala menyampaikan, perannya sebagai badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian UMKM RI. Tugasnya berfungsi untuk mensupport, menyediakan, memfasilitasi, dan mendukung UMKM dari Sabang sampai Merauke dalam memaksimalkan program pemasaran, baik konvensional maupun digital. “Jadi yang menjadi salah satu fokus kami adalah menaikkan kelas UMKM melalui Ekspor,” katanya disela Panel Diskusi bertema “Strategi Transformasi UMKM di Era Kecerdasan Buatan (AI)” yang berlangsung di Gedung Pendopo Garut Kamis (27/11/2025). Menurutnya, untuk bisa ekspor, produk UMKM harus bagus, konsisten dalam jumlah produksi yang lebih besar, dan memenuhi persyaratan administrasi seperti sertifikasi izin. “Hal ini kita di sini membantu untuk para UMKM bisa memenuhi persyaratan tersebut, setelah persyaratan ada langsung kita cari pasarnya untuk bisa ekspor,” jelasnya. Tiar juga mengajak seluruh UMKM Kabupaten Garut untuk berani membawa produk terbaik ke luar negeri dan menunjukkan bahwa produk Indonesia tidak kalah dengan produk global. Antusiasme datang dari salah satu peserta panel diskusi, Jang Ipan dari Cokusi Kameumeut UMKM Garut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan diskusi panel ini memberikan manfaat yang didapat sangat luar biasa. “Pastinya benefitnya luar biasa, selain kita menambah wawasan pengetahuan di bidang AI, bagaimana AI membantu para UMKM untuk terus tumbuh kembang naik kelas seperti tema kegiatan ini yaitu Strategi Transformasi UMKM di Era Kecerdasan Buatan (AI),” kata Jang Ipan. Ia berharap seluruh UMKM Kabupaten Garut siap untuk ekspor dan terus berkembang pesat, serta berharap Pemkab Garut dapat mengadakan lebih banyak acara serupa untuk kemajuan bersama para pelaku UMKM. Most Recent Posts UMKM di Kabupaten Garut Didorong Go Digital untuk NaikKelas, Vietnam dan Singapura Sudah Lebih Maju Stafsus Presiden Dorong Transformasi UMKM Digital Garut Melalui Pemanfaatan Teknologi AI Melalui Pelatihan AIM ASEAN, Wakil Wali Kota Bogor Dorong Pelaku UMKM Melek Teknologi AI 300 Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Ekonomi Kreatif di Era Kecerdasan Buatan   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (31) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (12)

UMKM Garut Didorong Go Digital, Smesco Sediakan 100 Ribu Kuota Onboarding Gratis

Hubungi Kami UMKM Garut Didorong Go Digital, Smesco Sediakan 100 Ribu Kuota Onboarding Gratis Sumber:https: https://radargarut.id/2025/11/27/umkm-garut-didorong-go-digital-smesco-sediakan-100-ribu-kuota-onboarding-gratis/2/ Upaya percepatan transformasi digital bagi pelaku UMKM di daerah kembali mendapat dorongan kuat dari pemerintah pusat. Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Karbala, menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pemanfaatan teknologi terutama kecerdasan buatan atau Artificial intelligence (AI) agar dapat langsung dirasakan oleh pelaku usaha di kabupaten dan kota. Dalam kunjungannya ke Garut, Tiar menjelaskan bahwa salah satu tugas staf khusus presiden adalah mengakselerasi program-program prioritas Presiden, termasuk penguatan UMKM melalui teknologi. Menurutnya, teknologi seperti AI menawarkan banyak manfaat praktis yang bisa langsung digunakan untuk meningkatkan produktivitas usaha. “Kehadiran kami di sini fungsinya untuk mendekatkan teknologi itu langsung kepada UMKM di daerah,” jelas Tiar, Kamis (27/11). Tiar juga mengapresiasi program yang diciptakan Bupati Garut dan Wakil Bupati Garut seperti Usaha Hebat atau Wira Hebat, yang dianggap sebagai langkah konkret Pemkab Garut dalam menumbuhkan semangat wirausaha. “Apa yang kami lakukan adalah membantu mempercepat supaya para pelaku UMKM dapat lebih banyak mendapatkan materi pengembangan usaha, mulai dari AI, internet, digital marketing, dan lainnya,” jelasnya. Dalam kegiatan ini, antusiasme pelaku UMKM terutama dari sektor kuliner dan ekonomi kreatif dinilai sangat tinggi, terlebih dengan kehadiran praktisi dan asosiasi yang mendampingi langsung. “Banyak yang relate dengan isu ekspor. Animonya sangat besar,” ucap Tiar. Ia menambahkan bahwa saat ini sudah banyak platform yang menyediakan pelatihan AI secara gratis, namun eksposurnya masih rendah. “Kita ingin membantu percepatan eksposur, supaya UMKM tahu bahwa ada tools gratis maupun berbayar yang bisa mereka manfaatkan.” Sementara itu, Direktur Utama Smesco Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang, menegaskan pentingnya digitalisasi bagi UMKM agar mampu bersaing di pasar global. Ia menyoroti kesenjangan literasi digital UMKM Indonesia dibanding negara lain di kawasan. “Vietnam sudah 45 persen, Singapura di atas 35 persen. Indonesia masih di bawah 15 persen,” katanya. Menurut Doddy, AI berperan besar dalam memperkuat kualitas produk, mempertepat segmentasi pasar, hingga membantu merumuskan strategi pemasaran berbasis data. “Hari ini kita sebenarnya sedang melakukan shifting, dari yang tadinya belum ramah teknologi menjadi lebih siap,” tuturnya. Smesco sendiri menyediakan kuota 100 ribu UMKM untuk onboarding gratis melalui platform MWX AI, sebagai langkah untuk mempercepat digitalisasi. Doddy meyakini bahwa dengan ekosistem teknologi yang semakin matang, UMKM Indonesia mampu bersaing dengan produk luar negeri. Tantangannya kini tinggal pada sosialisasi dan keberanian pelaku usaha untuk mencoba. “Kalau sudah merasakan manfaatnya, insya Allah mereka akan mulai bertransformasi,” ujarnya. Dengan dorongan pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan platform digital seperti Smesco, percepatan transformasi UMKM di Garut diharapkan semakin nyata dan memberikan dampak langsung pada peningkatan daya saing pelaku usaha lokal.(Rzi) Most Recent Posts UMKM di Kabupaten Garut Didorong Go Digital untuk NaikKelas, Vietnam dan Singapura Sudah Lebih Maju Stafsus Presiden Dorong Transformasi UMKM Digital Garut Melalui Pemanfaatan Teknologi AI Melalui Pelatihan AIM ASEAN, Wakil Wali Kota Bogor Dorong Pelaku UMKM Melek Teknologi AI 300 Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Ekonomi Kreatif di Era Kecerdasan Buatan   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (31) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (11)

Tingkatan Daya Saing di Era Digital, Pelaku UMKM Garut Didorong Manfaatkan Kecerdasan Digital

Hubungi Kami Tingkatan Daya Saing di Era Digital, Pelaku UMKM Garut Didorong Manfaatkan Kecerdasan Digital Sumber: https://kabargarut.pikiran-rakyat.com/kabar-garut/pr-3219822723/tingkatkan-daya-saing-di-era-digital-pelaku-umkm-garut-didorong-manfaatkan-kecerdasan-digital Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM agar mampu beradaptasi dan bersaing di era digital, di antaanya dengan memanfaatkan kecerdasan digital . Hal tersebut ditegaskan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, saat membuka kegiatan Diskusi Panel bertema “Strategi Transformasi UMKM di Era Kecerdasan Buatan (AI)” yang digelar di Gedung Pendopo Garut, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Kamis, 27 November 2025. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 27–28 November 2025, ini diikuti oleh 161 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha di Kabupaten Garut. Para peserta akan mendapatkan pendampingan, materi, dan praktik terkait penerapan teknologi kecerdasan buatan untuk meningkatkan daya saing usaha mereka. Dalam sambutannya, Bupati Syakur menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Garut. Selain menggerakkan roda ekonomi lokal, UMKM juga menjadi penyedia lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Ia menyebut data Dinas Koperasi Kabupaten Garut yang mencatat sedikitnya 178.821 unit UMKM telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). “Sejatinya di Kabupaten Garut hari ini, menurut data Dinas Koperasi, 178.821 unit usaha memiliki NIB. Kalau saya bilang Garut adalah kota UMKM,” ujar Syakur. Ia menekankan, Pemkab Garut berkomitmen penuh dalam membuka akses pertumbuhan bagi sektor UMKM. Salah satu program yang telah berjalan ialah Wira Hebat, yang bertujuan mempermudah permodalan serta mengurangi hambatan-hambatan administrasi. Namun, menurutnya, modal saja tidak cukup karena tantangan UMKM juga mencakup pemasaran dan operasional. “Maka dari itu kita sangat gembira karena ada bantuan dalam memberikan pemahaman untuk kita semua. Ujungnya akan ada benefit yang konkret untuk mengurangi hambatan operasional dan marketing, salah satunya melalui workshop Transformasi UMKM di Era Kecerdasan Buatan,” tambahnya. Bupati Syakur juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam memanfaatkan teknologi digital. Menurutnya, digitalisasi bukan hanya tren, melainkan kebutuhan agar UMKM mampu bersaing dan bertumbuh. Ia berharap kegiatan ini terus berlanjut melalui kolaborasi lintas instansi sehingga strategi pengembangan UMKM ke depan menjadi lebih efisien dan tepat sasaran. Panel diskusi tersebut turut menghadirkan Staf Khusus Presiden RI bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar N. Karbala, yang memaparkan berbagai program dukungan pemerintah pusat. Ia menjelaskan pihaknya berperan sebagai badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian UMKM untuk menyediakan dan memfasilitasi berbagai kebutuhan UMKM dari Sabang sampai Merauke. “Salah satu fokus kami adalah menaikkan kelas UMKM melalui ekspor,” ucap Tiar. Menurut Tiar, agar dapat menembus pasar global, pelaku UMKM harus memastikan kualitas produk, kemampuan produksi massal, serta memenuhi seluruh persyaratan administrasi seperti sertifikasi izin. Pihaknya berkomitmen mendampingi UMKM memenuhi syarat tersebut, sebelum kemudian mencarikan pasar tujuan ekspor. Tiar juga mengajak UMKM Garut untuk berani membawa produk mereka ke kancah internasional, sebab produk Indonesia tak kalah bersaing dengan produk global. Keberanian dan kesiapan, katanya, adalah kunci momentum untuk naik kelas. Antusiasme juga terlihat dari para peserta, salah satunya Jang Ipan, pelaku usaha Cokusi Kameumeut. Ia mengaku mendapatkan wawasan baru yang sangat bermanfaat dari kegiatan ini, terutama terkait bagaimana kecerdasan buatan dapat membantu UMKM berkembang lebih cepat dan lebih efektif. “Benefitnya luar biasa. Selain menambah wawasan tentang AI, kita bisa memahami bagaimana teknologi ini membantu UMKM untuk terus tumbuh dan naik kelas, sesuai tema kegiatan ini,” ujar Jang Ipan. Ia berharap seluruh UMKM Garut dapat mempersiapkan diri untuk ekspor dan terus berkembang, serta meminta Pemkab Garut menyelenggarakan lebih banyak kegiatan edukatif serupa. Menurutnya, kegiatan ini menjadi dorongan besar bagi pelaku UMKM untuk bertransformasi dan semakin kompetitif di era digital. Most Recent Posts UMKM di Kabupaten Garut Didorong Go Digital untuk NaikKelas, Vietnam dan Singapura Sudah Lebih Maju Stafsus Presiden Dorong Transformasi UMKM Digital Garut Melalui Pemanfaatan Teknologi AI Melalui Pelatihan AIM ASEAN, Wakil Wali Kota Bogor Dorong Pelaku UMKM Melek Teknologi AI 300 Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Ekonomi Kreatif di Era Kecerdasan Buatan   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (31) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (10)