Sumber : https://jatimnow.com/baca-83827-dorong-umkm-go-digital-tiar-karbala-turun-ke-surabaya
Presiden Prabowo Subianto belum lama ini memberikan arahan penting kepada jajaran kabinet, salah satunya terkait pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menindaklanjuti arahan tersebut, Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, mendorong percepatan transformasi digital UMKM melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, sektor swasta, serta komunitas masyarakat.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan AIM ASEAN Roadshow Surabaya yang diselenggarakan di Gedung Jatim Expo pada Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 750 pelaku UMKM dari berbagai sektor di Kota Surabaya dan sekitarnya.
Program ini bertujuan memperluas pemahaman serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan bisnis, sekaligus menjembatani kesenjangan antara akses teknologi dan penerapannya di lapangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas digital pelaku usaha secara signifikan.
Setidaknya, 30–40% peserta ditargetkan mulai mengadopsi tools digital dalam operasional bisnisnya, sehingga mampu meningkatkan produktivitas usaha ke depan.
Menurut Tiar Karbala, permasalahan utama dalam adopsi kecerdasan buatan (AI) oleh UMKM bukan terletak pada keterlambatan mengenal teknologi, melainkan pada kesenjangan antara paparan teknologi dan penerapan nyata.
Banyak pelaku UMKM telah diperkenalkan pada berbagai teknologi digital, namun belum didukung literasi bisnis dan digital yang memadai, pendampingan, akses pembiayaan, maupun ekosistem yang berkelanjutan.
Tiar menegaskan bahwa adopsi teknologi, termasuk AI, tidak dapat berdiri sendiri, melainkan bergantung pada kesiapan ekosistem.
Pemerintah berperan sebagai ecosystem enabler yang mendorong kolaborasi lintas aktor, mulai dari pelaku usaha, platform digital, hingga lembaga pendukung.
Tantangan utama saat ini bukan pada ketersediaan teknologi, melainkan pada kesenjangan literasi, akses, dan kesiapan pengguna.
Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang seimbang antara inovasi dan perlindungan agar teknologi benar-benar berdampak pada produktivitas UMKM.
Panelis lain, Sitti Raisya Fitri (Co-Founder Kasir Pintar), menambahkan bahwa teknologi digital telah memberikan solusi konkret, khususnya dalam pengelolaan keuangan usaha.
Melalui aplikasi kasir digital dan sistem pencatatan terintegrasi, pelaku UMKM dapat mencatat transaksi secara akurat, memantau arus kas, serta memahami kondisi bisnis secara real-time.
Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membantu pengambilan keputusan berbasis data.
Di Jawa Timur, khususnya Surabaya sebagai pusat ekonomi regional, UMKM memiliki peran dominan.
Berdasarkan data Kementerian UMKM per 31 Oktober 2025, jumlah UMKM di Jawa Timur mencapai 4,58 juta unit dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 5,33%. Meski demikian, sebagian besar pelaku usaha masih berada pada tahap awal digitalisasi.
Kegiatan di Jatim Expo ini berlangsung dari pagi hingga sore hari, diisi dengan diskusi, berbagi pengalaman, serta pelatihan pemanfaatan teknologi digital.
Peserta diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga membangun jejaring kolaborasi untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Wagub Emil: Pemerintah Daerah Konsisten Dorong UMKM
Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendukung UMKM lokal.
Ia juga mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat serta kehadiran Staf Khusus Presiden dalam mendorong transformasi UMKM di daerah.
Emil Dardak turut mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital, termasuk AI, guna meningkatkan efisiensi usaha. Ia menyatakan dukungannya terhadap pelatihan AI sebagai bagian dari penguatan ekosistem UMKM di daerah.
Diskusi dan Pelatihan
Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan teknis yang menghadirkan narasumber dari pemerintah dan pelaku usaha. Materi disusun oleh KUMPUL Impact dengan pendekatan praktis dan aplikatif, sehingga mudah diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Program AIM ASEAN merupakan inisiatif regional dari ASEAN Foundation bersama AVPN untuk meningkatkan literasi teknologi dan pemanfaatan AI di Asia Tenggara. Di Indonesia, program ini dijalankan bersama KUMPUL Impact.
Program ini juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk dinas koperasi dan UMKM di tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Timur.