Sumber : https://mediaindonesia.com/nusantara/880524/750-umkm-surabaya-didorong-masuk-era-digital–ai
PEMERINTAH mempercepat transformasi digital usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran kabinet untuk memperkuat sektor tersebut.
Langkah ini diwujudkan melalui berbagai kolaborasi lintas sektor yang didorong oleh Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, salah satunya lewat penyelenggaraan AIM ASEAN Roadshow di Gedung Jatim Expo, Surabaya, Kamis (16/4).
Kegiatan ini diikuti sekitar 750 pelaku UMKM dari Surabaya dan sekitarnya, dengan fokus pada peningkatan literasi serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha. Pemerintah menargetkan sekitar 30%-40% peserta dapat mulai mengadopsi alat digital secara langsung dalam operasional bisnisnya.
Tiar Karbala menilai hambatan utama adopsi teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), bukan pada kurangnya pengenalan teknologi, melainkan pada kesenjangan antara pemahaman dan penerapan di lapangan.
“Banyak UMKM sudah mengenal teknologi digital, tetapi belum didukung literasi, pendampingan, akses pembiayaan, dan ekosistem yang memadai untuk penggunaan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan, transformasi digital UMKM membutuhkan peran pemerintah sebagai penggerak ekosistem yang mempertemukan pelaku usaha, platform digital, dan lembaga pendukung. Menurutnya, tantangan saat ini terletak pada kesiapan pengguna, bukan pada ketersediaan teknologi.
Sementara itu, Co-Founder Kasir Pintar, Sitti Raisya Fitri, mengatakan pemanfaatan teknologi digital telah terbukti membantu UMKM, khususnya dalam pengelolaan keuangan. Aplikasi kasir digital memungkinkan pencatatan transaksi yang lebih akurat serta pemantauan arus kas secara real-time.
“Teknologi membantu pelaku usaha mengambil keputusan berbasis data dan meningkatkan efisiensi operasional,” katanya.
Secara regional, Jawa Timur menjadi salah satu basis utama UMKM. Data Kementerian UMKM per 31 Oktober 2025 mencatat terdapat 4,58 juta unit UMKM di provinsi tersebut, dengan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 5,33 persen. Namun, sebagian besar masih berada pada tahap awal digitalisasi.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak yang membuka acara tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong penguatan UMKM melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Ia juga mendorong pelaku usaha untuk mulai memanfaatkan teknologi digital, termasuk AI, guna meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha.
“Teknologi bisa membantu pelaku UMKM bekerja lebih cepat dan lebih mudah,” ujar Emil.
Kegiatan roadshow ini diisi dengan diskusi, berbagi pengalaman, serta pelatihan teknis berbasis praktik yang disusun oleh KUMPUL Impact. Program AIM ASEAN sendiri merupakan inisiatif ASEAN Foundation bersama AVPN untuk meningkatkan literasi teknologi di kawasan Asia Tenggara, yang di Indonesia dilaksanakan bekerja sama dengan KUMPUL Impact.
Program ini turut didukung sejumlah pemerintah daerah, termasuk Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur serta instansi terkait di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.