Sumber : https://wartaekonomi.co.id/read607276/pemerintah-genjot-digitalisasi-umkm-lewat-ai-ini-strateginya
Warta Ekonomi, Jakarta –
Prabowo Subianto mendorong percepatan digitalisasi UMKM melalui pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), guna meningkatkan daya saing terhadap produk impor di pasar domestik dan global. Komitmen tersebut diimplementasikan melalui berbagai program, salah satunya kegiatan AIM ASEAN Roadshow di Palembang yang melibatkan sekitar 300 pelaku UMKM.
Arahan tersebut ditegaskan dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, yang menekankan pentingnya adopsi teknologi digital oleh pelaku UMKM sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional dalam kerangka Asta Cita.
Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, menyatakan pemanfaatan AI menjadi peluang strategis bagi pelaku usaha skala kecil.
“Sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah harus memberdayakan UMKM dengan pemanfaatan teknologi. Terkait teknologi AI, teknologi ini tidak hanya relevan bagi perusahaan besar. Pelaku UMKM pada level mikro atau usaha kecil juga dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan efisiensi usaha, memahami pasar, serta mengembangkan strategi pemasaran yang lebih efektif. Bahkan, pelaku UMKM di sektor makanan dan minuman dapat memanfaatkan AI untuk membantu mengembangkan resep menu baru,” ujarnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan AIM ASEAN Roadshow Palembang diselenggarakan di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Sumatera Selatan pada Rabu (8/4/2026). Program ini mempertemukan pelaku UMKM dengan pemerintah, akademisi, dan komunitas untuk memperkuat pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan usaha.
Pemerintah menilai transformasi digital UMKM masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain keterbatasan literasi digital dan kesenjangan akses teknologi antarwilayah. Untuk itu, pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor guna memperluas akses pengetahuan dan penggunaan teknologi digital.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan pelatihan praktis terkait pemanfaatan AI, mulai dari pengenalan dasar, tahapan adopsi dalam bisnis, hingga prinsip penggunaan yang bertanggung jawab. Materi pelatihan disusun oleh KUMPUL Impact sebagai mitra pelaksana agar dapat langsung diterapkan dalam operasional usaha.
Pemerintah daerah turut mendukung program tersebut. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menyatakan kegiatan ini sejalan dengan program “Seratus Ribu Sultan Muda” yang bertujuan mencetak wirausahawan baru berbasis teknologi. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar adaptif terhadap perkembangan digital.
Selain diskusi panel mengenai etika penggunaan teknologi, kegiatan juga dilanjutkan dengan pelatihan teknis pada Kamis (9/4/2026) yang melibatkan narasumber dari pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha.
Program AIM ASEAN merupakan inisiatif regional yang dijalankan oleh ASEAN Foundation bersama AVPN, serta didukung pelaksana di Indonesia oleh KUMPUL Impact.
Melalui program ini, pemerintah menargetkan peningkatan produktivitas, perluasan akses pasar, dan penguatan daya saing UMKM sebagai bagian dari pengembangan ekonomi digital nasional.