UMKM di Kabupaten Garut Didorong Go Digital untuk NaikKelas, Vietnam dan Singapura Sudah Lebih Maju

Hubungi Kami UMKM di Kabupaten Garut Didorong Go Digital untuk NaikKelas, Vietnam dan Singapura Sudah Lebih Maju Sumber: https://radartasik.id/2025/11/27/umkm-di-kabupaten-garut-didorong-go-digital-untuk-naik-kelas-vietnam-dan-singapura-sudah-lebih-maju/2/ Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Garut kini semakin berkembang dan menjadi pilihan banyak masyarakat untuk merintis usaha di berbagai sektor. Namun, perubahan zaman menuntut mereka untuk segera beradaptasi dengan digitalisasi, apalagi dengan semakin masifnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dalam kegiatan ”Strategi Transformasi UMKM Naik Kelas di Era Digital” yang digelar di Pendopo Garut, Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Karbala, menyampaikan, dirinya memiliki mandat untuk mempercepat program-program Presiden Prabowo Subianto di bidang UMKM dan teknologi. ”Maka dari itu, kehadiran kami di sini justru memang fungsinya untuk mendekatkan teknologi itu langsung kepada para UMKM di daerah,” ucapnya, Kamis, 27 November 2025. Tiar menjelaskan, AI kini menjadi teknologi yang ramai diperbincangkan karena menawarkan berbagai kemudahan yang instan dan praktis. Oleh karena itu, ia mendorong UMKM di Kabupaten Garut untuk mulai memanfaatkan teknologi tersebut. Ia menuturkan, banyak pelaku usaha di daerah berasal dari sektor kuliner hingga ekonomi kreatif, dan teknologi digital bisa menjadi pendukung signifikan dalam pengembangan usaha mereka. Tiar juga menyampaikan, ia telah berdiskusi dengan Bupati Garut mengenai program Wirausaha Hebat (Wira Hebat), yang dianggapnya sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menumbuhkan dan menguatkan ekosistem UMKM. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah konkret untuk membangkitkan semangat serta kapasitas pelaku usaha di Garut. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya percepatan akses materi pembelajaran tentang AI. Tiar menyatakan, banyak platform menyediakan edukasi, kursus, dan pelatihan gratis mengenai teknologi ini. Melalui kegiatan tersebut, pihaknya ingin mempercepat eksposur agar para pelaku UMKM mengetahui berbagai jenis tools, baik gratis maupun berbayar, yang dapat membantu mereka mengoptimalkan usaha. Sementara itu, Direktur Utama Smesco Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang, menilai, AI dapat menjadi kekuatan baru bagi UMKM Indonesia untuk meningkatkan daya saing. Ia memaparkan, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas produk serta membantu UMKM memahami pasar dengan lebih tepat. Doddy juga menambahkan, AI mampu menyajikan data-data yang relevan sehingga pelaku usaha dapat menentukan strategi pemasaran yang lebih efektif. Ia kemudian membandingkan tingkat digitalisasi UMKM Indonesia dengan negara ASEAN lain. Vietnam telah mencapai angka sekitar 45 persen dan Singapura mendekati 35 persen, sedangkan Indonesia masih berada di bawah 15 persen. Menurut Doddy, hal ini menjadi pekerjaan rumah yang harus dikejar agar UMKM Indonesia tidak tertinggal. Doddy menjelaskan, ada beberapa faktor penting yang dapat mendorong UMKM naik kelas, mulai dari peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, hingga kemudahan pembiayaan. Ia optimis karena seluruh ekosistem dan infrastruktur teknologi sebenarnya sudah tersedia di Indonesia. Dengan pemanfaatan optimal, ia percaya UMKM lokal mampu bersaing dengan produk internasional. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, turut mengungkapkan bahwa daerahnya memiliki lebih dari 170 ribu UMKM yang dinilai sangat tangguh menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Namun ia mengakui bahwa dalam praktiknya, banyak pelaku UMKM masih menghadapi hambatan, mulai dari permodalan, pemasaran, operasional, hingga kompetensi SDM. Ia berharap ke depan tersedia lebih banyak fasilitas pendukung, termasuk lembaga yang dapat mengajarkan pelaku UMKM berbagai keterampilan untuk naik kelas. Ia menegaskan, literasi digital menjadi bagian penting yang harus dikuasai pelaku usaha, mulai dari hal paling sederhana hingga yang lebih kompleks. ”Mereka harus belajar digitalisasi dari hal sederhana sampai rumit,” tuturnya. (Agi Sugiana) Most Recent Posts UMKM di Kabupaten Garut Didorong Go Digital untuk NaikKelas, Vietnam dan Singapura Sudah Lebih Maju Stafsus Presiden Dorong Transformasi UMKM Digital Garut Melalui Pemanfaatan Teknologi AI Melalui Pelatihan AIM ASEAN, Wakil Wali Kota Bogor Dorong Pelaku UMKM Melek Teknologi AI 300 Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Ekonomi Kreatif di Era Kecerdasan Buatan   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (31) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (9)

Stafsus Presiden Dorong Transformasi UMKM Digital Garut Melalui Pemanfaatan Teknologi AI

Hubungi Kami Stafsus Presiden Dorong Transformasi UMKM Digital Garut Melalui Pemanfaatan Teknologi AI Sumber: https://www.merdeka.com/uang/stafsus-presiden-dorong-transformasi-umkm-digital-garut-melalui-pemanfaatan-teknologi-ai-500200-mvk.html?page=4 Staf Khusus Presiden RI Tiar N Karbala mendorong pelaku UMKM Digital Garut untuk beradaptasi dengan teknologi, termasuk AI, demi meningkatkan daya saing dan pertumbuhan usaha. Staf Khusus Presiden RI Bidang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta Teknologi Digital, Tiar N Karbala, baru-baru ini mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dorongan ini bertujuan agar UMKM setempat dapat memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara diskusi bertema “Strategi Transformasi UMKM di Era Kecerdasan Buatan (AI)”. Kegiatan penting ini berlangsung di Gedung Pendopo Kabupaten Garut pada Kamis, 27 November. Tujuannya jelas untuk mendekatkan teknologi langsung kepada para pelaku usaha di tingkat daerah. Pemanfaatan teknologi digital, termasuk Kecerdasan Buatan (AI), diharapkan dapat membantu UMKM tumbuh dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Langkah strategis ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengakselerasi program-program Presiden untuk kemajuan ekonomi nasional. Pentingnya Adopsi Teknologi Digital bagi UMKM Garut Tiar N Karbala menekankan bahwa kehadiran Stafsus Presiden di daerah adalah untuk memastikan teknologi digital dapat diakses langsung oleh UMKM. Ini merupakan bagian dari fungsi utama mereka dalam mendukung pengembangan usaha. Pendekatan langsung ini diharapkan dapat mempercepat proses adopsi teknologi. Peserta UMKM Garut dihadirkan untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai pemanfaatan teknologi. Pengetahuan ini krusial agar usaha mereka dapat berkembang pesat dan menghasilkan keuntungan optimal. Edukasi yang komprehensif menjadi kunci keberhasilan transformasi digital. “Kehadiran kami di sini justru memang fungsinya untuk mendekatkan teknologi itu langsung kepada para UMKM di daerah,” kata Tiar N Karbala. Ia menambahkan bahwa teknologi seperti AI menawarkan banyak manfaat instan dan praktis yang bisa langsung digunakan oleh UMKM. Ini membuka peluang baru bagi inovasi produk dan layanan. Produk UMKM di Garut, mulai dari berbagai jenis kuliner hingga ekonomi kreatif, sangat beragam. Potensi besar ini harus terus didorong agar memiliki daya saing kuat di pasar domestik maupun internasional. Digitalisasi adalah jembatan menuju pasar yang lebih luas. Dukungan Pemerintah dan Inovasi Berbasis AI Pemerintah tidak hanya mendorong, tetapi juga mendatangkan praktisi, asosiasi, dan kementerian terkait. Hal ini bertujuan memberikan manfaat konkret bagi pelaku UMKM di Garut. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menciptakan ekosistem yang mendukung. Tiar N Karbala menjelaskan bahwa Stafsus Presiden membantu mengakselerasi agar UMKM lebih banyak mendapatkan materi pengembangan usaha. Ini penting untuk memastikan mereka siap menghadapi tantangan era digital. Kesiapan UMKM menjadi prioritas utama. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, turut menyampaikan bahwa kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut akan menggerakkan UMKM untuk berinovasi. Mereka diharapkan dapat mengembangkan produk menggunakan teknologi digital. Inovasi adalah kunci pertumbuhan berkelanjutan. “Bagaimana kita mencoba mengurangi hambatan dalam bidang operasional dan marketing dengan menggunakan teknologi, salah satunya dengan workshop Strategi Transformasi UMKM di Era Kecerdasan Buatan,” ujar Bupati Syakur. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memajukan UMKM. Komitmen Pemkab Garut dalam Pengembangan UMKM Dinas Koperasi dan UKM Garut melaporkan adanya 178.821 unit usaha yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Jumlah ini menunjukkan kontribusi signifikan UMKM terhadap perekonomian lokal dan penciptaan lapangan kerja. UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen penuh membantu UMKM agar terus tumbuh dan berkembang. Berbagai program telah dilaksanakan, termasuk inisiatif unggulan bernama “Wira Hebat”. Program ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah. Program “Wira Hebat” dirancang untuk mengurangi hambatan, memberikan dukungan permodalan, serta memfasilitasi marketing dan operasional berbasis digital. Ini adalah langkah nyata dalam mendukung UMKM agar lebih adaptif dan kompetitif di era modern. “Ini tidak bisa lagi kita dengan hanya konvensional, ketika ada konsep digitalisasi saya sangat semangat sekali, karena itu yang dibutuhkan masyarakat Garut,” kata Bupati Syakur. Beliau sangat antusias dengan transformasi digital ini sebagai solusi masa depan bagi UMKM Garut. Most Recent Posts Stafsus Presiden Dorong Transformasi UMKM Digital Garut Melalui Pemanfaatan Teknologi AI Melalui Pelatihan AIM ASEAN, Wakil Wali Kota Bogor Dorong Pelaku UMKM Melek Teknologi AI 300 Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Ekonomi Kreatif di Era Kecerdasan Buatan Dua Staf Khusus Presiden Dorong Pemanfaatan AI untuk UMKM dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (30) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (9)

Produk Menawan dari Bahan Sisa, EXOBROOCH Menjadi Inspirasi UMKM Hijau Indonesia

Hubungi Kami Produk Menawan dari Bahan Sisa, EXOBROOCH Menjadi Inspirasi UMKM Hijau Indonesia Tak banyak yang menyangka bahwa revolusi kecil dalam ekonomi kreatif Indonesiabisa lahir dari sesuatu yang nyaris dibuang. Dari tumpukan kain perca, potonganbrokat sisa pesta, hingga pernak-pernik kecil yang terselip di sudut meja. EXOBROOCH berdiri—membuktikan bahwa tumbuhnya bisnis justru bisa lahir dari benda sisa yang diremehkan. Kisah EXOBROOCH yang lahir dari tangan Bunga Maharani menjadi simbol bahwa masa depan Green Business sudah hadir. Dari limbah, ia menciptakan karya yang bukan hanya indah—tetapi membalikkan cara masyarakat memandang ‘sampah’. EXOBROOCH berdiri pada 2012 dari kebutuhan sederhana: sebuah bros untuk hijabkerja. Namun sejak awal, bahan bakunya tidak biasa. Kain sisa, brokat sisa, pitasisa, manik-manik sisa industri garmen, serta pernak-pernik kecil yang nyaris dibuang menjadi sumber utama produksi. Dari serpihan-serpihan kecil yang tak dianggap, Bunga merumuskan identitas EXOBROOCH: zero waste sebagai prinsip, bukanhanya slogan pemasaran. Di tangan Bunga, limbah kembali punya takdir. Sebuahbros menjadi simbol bahwa sisa bahan bukanlah akhir, melainkan awal dari ceritabaru yang lebih bernilai. Dalam forum panel diskusi “Ekonomi Kreatif dan UMKM di Era Kecerdasan Buatan” di Bogor pada Rabu (12/11/2025), Bunga menceritakan kisah perjalanan EXOBROOCH memperlihatkan lapisan cerita yang jarang ditangkap di permukaan. Mengenai bagaimana kreasi personal berkembang menjadi gerakan lingkungan, bagaimana pandemi membentuk ulang arah produksi, dan bagaimana kebijakannegara dalam digitalisasi perizinan mampu membuka ruang bagi pelaku usaha yang berbasis keberlanjutan. Pandemi yang sempat melumpuhkan banyak usaha justru menjadi momentum kebangkitan EXOBROOCH. Di saat ruang gerak terbatas, Bunga mengolah kembali kain perca dan brokat sisa menjadi masker double-layer Hellomask, mukena travel zero waste, hingga EXOBEBE, lini fesyen anak berbasis kain perca yang akhirnyamenembus runway nasional. Dari krisis, lahir kreativitas, dari keterbatasan, lahir keberlanjutan. Digitalisasi administrasi selama pandemi menjadi titik balik penting. Proses perizinan yang semula menghabiskan waktu kini ringkas. Program kurasi Smesco, inkubasi kementerian, dan pembukaan akses ke platform seperti Zalora serta TikTok Shop memberikan pijakan yang sebelumnya tidak tersedia bagi UMKM craft. Perubahanpaling nyata terjadi ketika Bunga mengikuti berbagai program yang disediakan oleh pemerintah. Mulai dari inkubasi UMKM hijau, pelatihan digitalisasi, kurasi craft nasional, hingga kompetisi keberlanjutan. Sejak mengikuti berbagai program-program pendampingan tersebut, usaha Bunga Mahanani mengalami perubahan yang ia sebut sebagai ‘loncatan terbesar’ sejak ia merintis bisnis kreatif berbahan kain sisa. Sebelumnya, Bunga bekerja sendirian, meraba-raba pasar, dan hanya mengandalkan pesanan kecil dari pelanggan sekitar. Program pendampingan membuatnya memahami bahwa produk ramah lingkungan yang ia buat sebenarnya memiliki nilai jual lebih tinggi—bukan hanya karena keunikannya, tetapi karena cerita keberlanjutannya. Melalui pelatihan pemerintah, Bunga belajar hal-hal mendasar yang selama ini luput: menghitung biaya dengan tepat, menentukan harga yang sesuai, dan merangkai cerita di balik setiap produk. Ia semakin berani menyatakan bahwa bros dan aksesori EXOBROOCH lahir dari kain perca, brokat sisa, dan pernak-pernik yang pernah dianggap tak berguna. Program-program pemerintah membuka pintu yang lebih luas. Kurasi UMKM, bazar resmi, dan workshop mempertemukannya dengan mentor serta pelanggan barudari berbagai kota. Kepercayaan dirinya tumbuh, ia tak lagi minder karena berbisnis dengan bahan sisa—justru bangga karena menyelamatkan limbah tekstil. Peluang demi peluang datang setelahnya. Melalui Program IP Management Clinicsdari WIPO membuka matanya bahwa setiap bros dan setiap desain punya nilai intelektual yang harus ia jaga. Kesempatan yang paling tak terduga tiba: JPO/IPRTraining Course for MSMEs di Tokyo, Jepang. Dari usaha yang berawal dari kain sisa, Bunga kini duduk di ruang pelatihan internasional, mempelajari cara duniamelihat keberlanjutan sebagai masa depan industri. Semua pengalaman itu menjadikannya lebih matang, lebih berani, dan lebih siap membawa EXOBROOCH melangkah melintasi batas. Baginya, dukungan negara bukan hanya pengetahuan, melainkan jendela pandang: bahwa usaha kecil dapat berdiri tegak di panggung global ketika diberi akses dan kesempatan. Kisah EXOBROOCH bukan sekadar cerita tentang bros, mukena, atau sulam berbahan sisa. Ini adalah bukti bahwa keindahan bisa lahir tanpa merusak bumi—bahkan mampu menghidupkan keluarga dan komunitas. Dari perjalanan Bunga kita belajar: ketika kesempatan dibuka dan keberlanjutan dijadikan arah, UMKM tidakhanya tumbuh—mereka dapat menginspirasi dan membentuk wajah baru ekonomi kreatif Indonesia yang lebih hijau. Most Recent Posts Produk Menawan dari Bahan Sisa, EXOBROOCH Menjadi Inspirasi UMKM Hijau Indonesia UMKM Tempe Mendunia: Kisah Azaki dan Peran Negara dalam Menopang Ekonomi Kerakyatan Ketika UMKM Ibu-Ibu di Sumedang Sukses Praktek AI: Cerita Cemilan Teh Tati Kecerdasan Buatan Jadi Senjata Baru UMKM, Tiar Karbala Dorong Implementasi Nyata di Kuningan   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (29) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (9)

UMKM Tempe Mendunia: Kisah Azaki dan Peran Negara dalam Menopang Ekonomi Kerakyatan

Hubungi Kami UMKM Tempe Mendunia: Kisah Azaki dan Peran Negara dalam Menopang Ekonomi Kerakyatan Suksesnya sebuah usaha yang dimulai dari dapur kecil mencapai panggung dunia bukan hanya soal ketekunan pengusahanya. Melainkan adalah cermin dari relasi antara rakyat, pasar, dan negara. Kisah Cucup Ruhiyat, Direktur PT Azaki Food International, yang berhasil membawa tempe Indonesia menembus 12 negara, patut dibaca bukan sekadar sebagai prestasi bisnis, tetapi sebagai penanda arah baru ekonomi kerakyatan di Indonesia: bahwa UMKM bukan lagi hanya tulang punggung, melainkan aktor utama yang dapat bersaing di ranah internasional ketika ekosistem kebijakan berpihak dan bekerja dengan baik. Dalam forum panel Ekonomi Kreatif dan UMKM di Era Kecerdasan Buatan di Bogor (12/11/2025), Cucup membagikan kisah yang berlapis antara perjuangan personal, realitas struktural, dan transformasi kebijakan publik. Ia menunjukkan bahwa perjalanan tempe Azaki, yang bermula pada 2005 dan baru perlahan bertransformasi pada 2016, bukanlah sekadar cerita usaha mikro yang naik kelas. Ini adalah narasi tentang bagaimana negara, melalui regulasi dan program seperti Makan Bergizi Gotong Royong (MBG), mampu mengembalikan martabat UMKM sebagai penopang ekonomi rakyat. Cucup merasakan sendiri bagaimana pandemi memadamkan banyak harapan, tetapi fase tersebut baginya justru menjadi ruang belajar baru. Ketika dunia menutup diri, ia membuka halaman baru: mendatangi berbagai sentra produksi tempe, Desa Sanan di Malang salah satunya, untuk mempelajari sistem produksi berskala besar. Saat itu tawaran dari eksportir datang. Disaat pengusaha tempe lain tidak menyanggupi karena rumitnya persyaratan. Dari berbagai perjalanan belajarnya, ia menyadari bahwa ekspor bukan soal keberanian semata, melainkan disiplin memenuhi standar mutu global—mulai dari BPOM, sertifikasi halal, hingga kelayakan higienis internasional. Cucup mengupayakan segala dokumen yang dibutuhkan dengan cermat. Peluang pertamanya datang bukan ketika dunia sedang stabil, tetapi ketika pandemi memaksa seluruh proses perizinan bertransformasi menjadi digital. “Pandemi justru membuat semuanya lebih mudah karena online urusnya, saya sangat terbantu” ujar Cucup. Di sinilah kita menyaksikan peran negara: bahwa kebijakan digitalisasi administrasi bukan hanya efisiensi prosedural, tetapi alat pemberdayaan yang mampu mengubah UMKM menjadi pemain global. Keberhasilan ekspor ke Jepang—yang kini menyebar ke Inggris, Korea Selatan, Australia, Arab Saudi, dan negara-negara Eropa—adalah wujud konkret kapasitas rakyat yang terbangun ketika negara membuka jalannya. Peran negara semakin tampak dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keikutsertaan Azaki dalam memasok tempe sebagai sumber protein nabati untuk ratusan dapur MBG di lebih dari 15 kota, bukan hanya soal menyediakan bahan makanan. Ia menunjukkan sebuah model ekonomi baru: bahwa kebijakan publik—yang awalnya berorientasi pada gizi—dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan UMKM. “Satu rumah produksi kami bisa menyuplai lima hingga lima belas dapur MBG,” ungkap Cucup. Jika dikalikan ratusan dapur di berbagai wilayah, kita melihat bagaimana MBG membuka rantai nilai baru: petani kedelai semakin hidup, produsen tempe berkembang, tenaga kerja lokal terserap, dan industri pengolahan pangan masuk dalam orbit kebijakan nasional. Dalam kerangka gotong-royong ini, MBG terbukti bukan jadi sekadar program sosial. Melainkan menjadi strategi ekonomi kerakyatan yang menggandeng UMKM untuk masuk pada ekosistem. UMKM dalam hal ini tidak sekadar menjadi subjek pembinaan, tetapi turut menjadi aktor pembangunan ekonomi. Keberhasilan Azaki masuk pasar global patut diapresiasi. Ia mencapai nilai ekspor hingga 50.000 dolar AS (Rp828 juta) per kontainer, bahkan terus mendapat peningkatan permintaan menjadi tiga kontainer per bulan ke Jeddah. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM adalah fondasi daya saing global, bukan sekadar usaha mikro atau kecil yang dituntut dengan jargon ‘naik kelas’. Kisah inspiratif Cucup Ruhiyat lebih dari omzet yang meningkat setelah merambah ekspor maupun setelah suplai dapur MBG. Nilai yang terpenting adalah: bahwa negara, melalui kemudahan sertifikasi, digitalisasi OSS, hingga penyediaan jalur distribusi melalui program MBG, telah melaksanakan tanggung jawab moralnya terhadap UMKM. Bukan hanya entitas bisnis; mereka adalah penjaga kestabilan sosial, penyangga ekonomi keluarga, dan penggerak ekonomi lokal. Cucup menunjukkan bahwa seorang pelaku UMKM yang didukung kebijakan tepat dapat menjadi duta budaya kuliner Indonesia. Ketika ia berkata, “Kami inovasi orek tempe jadi bernama Protein Crunchy Bites,” Inovasi dari produk Azaki yang mudah diterima pasar global ini mengingatkan kita bahwa Indonesia memiliki UMKM yang mampu bersaing secara global—selama negara hadir di titik-titik krusial. Dalam dialognya, Cucup menutup dengan prinsip yang sederhana tetapi kuat: menjadi UMKM harus Palugada (apa lu mau, gua ada). Bagi sebagian orang, ini terdengar sebagai pragmatisme dagang. Namun, ketika negara memberikan perlindungan, membuka akses pasar, mempermudah sertifikasi, dan menyediakan ekosistem seperti MBG, maka prinsip Palugada berubah menjadi kekuatan: kemampuan UMKM untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan global tanpa kehilangan identitas lokal. Azaki Food International bukan sekadar prosuden tempe. Ia adalah metafora tentang bagaimana negara dapat memuliakan warganya dengan kebijakan yang berpihak. Dari kisah Azaki terbukti, bahwa ketika rakyat diberi kesempatan dan dukungan, mereka tidak hanya bertahan—mereka bisa tumbuh dan memimpin dunia. Most Recent Posts UMKM Tempe Mendunia: Kisah Azaki dan Peran Negara dalam Menopang Ekonomi Kerakyatan Ketika UMKM Ibu-Ibu di Sumedang Sukses Praktek AI: Cerita Cemilan Teh Tati Kecerdasan Buatan Jadi Senjata Baru UMKM, Tiar Karbala Dorong Implementasi Nyata di Kuningan Torch.id Jadi Inspirasi, Tiar Karbala Serukan Pentingnya Data Intelligence bagi UMKM   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (29) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (8)

Melalui Pelatihan AIM ASEAN, Wakil Wali Kota Bogor Dorong Pelaku UMKM Melek Teknologi AI

Hubungi Kami Melalui Pelatihan AIM ASEAN, Wakil Wali Kota Bogor Dorong Pelaku UMKM Melek Teknologi AI Sumber: https://poskota.co/megapolitan/melalui-pelatihan-aim-asean-wakil-wali-kota-bogor-dorong-pelaku-umkm-melek-teknologi-ai/ Sebanyak 300 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bogor mengikuti pelatihan ekonomi kreatif di era kecerdasan buatan (AI) melalui kegiatan AI for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSME) Advancement in ASEAN (AIM ASEAN). Kegiatan ini digelar di Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan Pemuda, pada Selasa (11/11/2025). Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mendorong pelaku UMKM untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi guna memperluas peluang usaha. Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah nyata pemerintah dalam menyediakan ruang pembelajaran dan pendampingan bagi UMKM agar dapat bertransformasi secara digital di tengah perubahan zaman. “Ini adalah ikhtiar dari pemerintah pusat melalui pelatihan yang berkolaborasi dengan Pemkot Bogor untuk menjadi pemicu masyarakat agar melek terhadap perkembangan zaman,” ujarnya. Jenal juga menekankan bahwa kecerdasan buatan (AI) perlu dipahami sebagai sarana untuk memperluas jangkauan usaha, bukan menggantikan kreativitas maupun jati diri para pelaku UMKM. “AI ini perangkat yang diharapkan bisa memperluas peluang usaha melalui digitalisasi dan pemasaran yang lebih luas,” tegasnya. Selain itu, ia menjelaskan bahwa Pemkot Bogor melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (Dinkukmdagin) terus mengembangkan program pendampingan serta inkubasi bisnis untuk membantu pelaku UMKM naik kelas, mulai dari mikro, kecil, hingga menengah. “Kami di Dinkukmdagin memiliki program inkubasi untuk membantu pelaku usaha naik kelas. Ini wujud peran pemerintah hadir agar UMKM menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang grass root, langsung menyentuh publik,” katanya dalam keterangan yang diterima POSKOTAONLINE.COM. Jenal berharap, melalui pelatihan ini para pelaku UMKM di Kota Bogor dapat semakin memahami manfaat teknologi dan memanfaatkannya untuk memperkuat daya saing usaha tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal yang menjadi ciri khas Kota Bogor. Staf Khusus (Stafsus) Presiden Republik Indonesia Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan memperkenalkan kecerdasan buatan sebagai alat bantu agar UMKM mampu melakukan transformasi digital secara berkelanjutan. “AI ini mampu membantu teman-teman supaya melakukan transformasi digital agar usahanya lebih baik dan lebih besar lagi,” ujarnya. Tiar juga menegaskan bahwa Kota Bogor memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar, terutama di sektor kebudayaan, kuliner, dan pariwisata. “Kami melihat potensi Kota Bogor luar biasa besar, apalagi dengan aspek kebudayaan dan pariwisata yang kuat,” jelasnya. Sejalan dengan itu, Stafsus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, turut menyampaikan bahwa dengan dukungan teknologi digital serta semangat kolaboratif antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Kota Bogor berpotensi menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia. “Dengan AI dan digitalisasi, semua potensi ini bisa menjadi trigger untuk memperbesar kapasitas dan membawa Bogor ke level yang lebih tinggi,” ujar Yovie. (*/yopy) Most Recent Posts Melalui Pelatihan AIM ASEAN, Wakil Wali Kota Bogor Dorong Pelaku UMKM Melek Teknologi AI 300 Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Ekonomi Kreatif di Era Kecerdasan Buatan Dua Staf Khusus Presiden Dorong Pemanfaatan AI untuk UMKM dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor Bogor Punya Potensi Besar, AIM ASEAN Dorong UMKM Manfaatkan AI untuk Kembangkan Usaha   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (29) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (7)

300 Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Ekonomi Kreatif di Era Kecerdasan Buatan

Hubungi Kami 300 Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Ekonomi Kreatif di Era Kecerdasan Buatan Sumber: https://portal7.co.id/post/300-pelaku-umkm-ikuti-pelatihan-ekonomi-kreatif-di-era-kecerdasan-buatan Sebanyak 300 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bogor mengikuti pelatihan ekonomi kreatif dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam kegiatan AI for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSME) Advancement in ASEAN (AIM ASEAN) yang digelar di Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan Pemuda, Selasa (11/11/2025). Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mendorong pelaku UMKM agar terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam pemanfaatan AI untuk memperluas peluang usaha. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam memberikan ruang pembelajaran dan pendampingan bagi pelaku UMKM agar mampu bertransformasi secara digital di tengah perubahan zaman.“Ini adalah ikhtiar dari pemerintah pusat melalui pelatihan yang berkolaborasi dengan Pemkot Bogor untuk menjadi pemicu masyarakat agar melek terhadap perkembangan zaman,” ujarnya. Jenal juga menegaskan bahwa kecerdasan buatan harus dipahami sebagai sarana pengembangan usaha, bukan sebagai pengganti kreativitas maupun jati diri pelaku UMKM.“AI ini perangkat yang diharapkan bisa memperluas peluang usaha melalui digitalisasi dan pemasaran yang lebih luas. Namun demikian, karakteristik setiap pelaku usaha tidak bisa dimodifikasi oleh apa pun. Identitas dan jati diri usaha tetap menjadi pondasi utama,” tegasnya. Selain itu, ia menjelaskan bahwa Pemkot Bogor melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Dinkukmdagin) terus mengembangkan program pendampingan serta inkubasi bisnis untuk membantu pelaku usaha naik kelas, dari mikro ke kecil hingga menengah.“Kami di Dinkukmdagin memiliki program inkubasi untuk membantu pelaku usaha naik kelas. Ini wujud kehadiran pemerintah agar UMKM menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang menyentuh langsung publik,” katanya. Jenal berharap pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terkait manfaat teknologi dan mendorong mereka menggunakan inovasi digital untuk memperkuat daya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal Kota Bogor. Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan memperkenalkan kecerdasan buatan sebagai alat bantu bagi UMKM untuk melakukan transformasi digital secara berkelanjutan.“AI mampu membantu teman-teman melakukan transformasi digital agar usahanya lebih baik dan lebih besar lagi. Melalui kegiatan ini, kami tekankan bagaimana UMKM mulai mencoba memanfaatkan teknologi,” ucap Tiar. Menurut Tiar, Kota Bogor memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar, terutama dalam sektor kebudayaan, kuliner, dan pariwisata. Dengan dukungan teknologi, potensi tersebut dapat berkembang lebih pesat dan menjangkau pasar yang lebih luas.“Kami melihat potensi Kota Bogor luar biasa besar, apalagi dengan aspek kebudayaan dan pariwisata yang kuat. Dengan AI yang kini semakin mudah digunakan, kami yakin pelaku UMKM dapat mengimplementasikan teknologi ini secara efektif,” jelasnya. Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, turut menyampaikan bahwa dengan dukungan teknologi digital dan semangat kolaboratif antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Kota Bogor berpeluang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia.“Dengan AI dan digitalisasi, semua potensi ini bisa menjadi pemicu untuk memperbesar kapasitas dan membawa Bogor ke level yang lebih tinggi. Saya yakin dengan semangat pemerintah daerah dan masyarakatnya, Bogor bisa mendunia,” pungkasnya. (***) Most Recent Posts Dua Staf Khusus Presiden Dorong Pemanfaatan AI untuk UMKM dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor Bogor Punya Potensi Besar, AIM ASEAN Dorong UMKM Manfaatkan AI untuk Kembangkan Usaha Lewat AIM ASEAN, Stafsus Presiden Dorong UMKM Bogor Manfaatkan Teknologi AI UMKM Bogor Didorong Go Digital, Pemkot Ajak Pelaku Usaha Berkolaborasi dengan AI untuk Naik Kelas   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (27) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (8)

Dua Staf Khusus Presiden Dorong Pemanfaatan AI untuk UMKM dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor

Hubungi Kami Dua Staf Khusus Presiden Dorong Pemanfaatan AI untuk UMKM dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor Sumber: https://www.inilahkoran.id/dua-staf-khusus-presiden-dorong-penggunaan-ai-untuk-pengusaha-umkm-dan-ekonomi-kreatif-kota-bogor Dua Staf Khusus Presiden RI—bidang UMKM dan Teknologi Digital serta bidang Ekonomi Kreatif menggelar pelatihan AIM ASEAN (AI for MSME Advancement in ASEAN) bertema “Ekonomi Kreatif dan UMKM di Era Kecerdasan Buatan”. Kegiatan berlangsung dua hari, 11–12 November 2025, di Aula Serbaguna Gedung DPRD Kota Bogor, Kecamatan Tanah Sareal, dan turut dihadiri Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin. Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Tiar Karbala, Yovie Widianto, pendiri Exobrooch Bunga Maharani, Co-Founder Tempe Azaki Cucup Ruhiyat, dan Kepala Dinkukmdagin Kota Bogor Rahmat Hidayat. Stafsus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Karbala, menegaskan bahwa teknologi, khususnya kecerdasan buatan dapat menjadi pendorong bagi UMKM untuk melakukan transformasi digital. Ia menyebut perkembangan teknologi kini semakin mudah diakses sehingga UMKM harus mulai memanfaatkannya. Tiar juga menilai Bogor memiliki potensi besar di sektor kuliner, wisata, dan budaya yang bisa dikembangkan melalui dukungan teknologi. Terkait prospek penggunaan AI di daerah, Tiar menyampaikan bahwa teknologi tersebut semakin sederhana untuk diimplementasikan sehingga peluang penerapannya pada UMKM Bogor dinilai sangat besar. Sementara itu, Stafsus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, menekankan bahwa AI harus dipandang sebagai mitra kerja yang membantu kreativitas. Ia mengingatkan pentingnya menjaga etika dan keseimbangan agar peran manusia tetap menjadi pusat dalam proses kreatif, meski teknologi kian berkembang. Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi pemerintah pusat dan daerah untuk mendorong masyarakat melek teknologi. Jenal menegaskan bahwa identitas dan karakter UMKM tetap menjadi landasan utama, sementara AI dapat menjadi alat untuk memperluas peluang usaha melalui pemasaran digital. Dengan tingginya antusiasme peserta 400 hadir dari 300 kuota yang disediakan Jenal berharap pelatihan ini memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha yang ingin memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan bisnis mereka. Most Recent Posts Bogor Punya Potensi Besar, AIM ASEAN Dorong UMKM Manfaatkan AI untuk Kembangkan Usaha Lewat AIM ASEAN, Stafsus Presiden Dorong UMKM Bogor Manfaatkan Teknologi AI UMKM Bogor Didorong Go Digital, Pemkot Ajak Pelaku Usaha Berkolaborasi dengan AI untuk Naik Kelas Dukung Peningkatan Daya Saing, UMKM Kota Bogor Dapat Pelatihan Teknologi AI   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (26) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (8)

Bogor Punya Potensi Besar, AIM ASEAN Dorong UMKM Manfaatkan AI untuk Kembangkan Usaha

Hubungi Kami Bogor Punya Potensi Besar, AIM ASEAN Dorong UMKM Manfaatkan AI untuk Kembangkan Usaha Sumber: https://ceklissatu.com/ceklis-bogor/bogor-punya-potensi-besar-aim-asean-ajak-umkm-manfaatkan-ai-untuk-kembangkan-usaha?page=3 Program AIM ASEAN (AI for MSME Advancement in ASEAN) resmi dibuka di Gedung Serbaguna DPRD Kota Bogor pada Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini dihadiri Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, serta Staf Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto. Acara tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk mengenal sekaligus memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan usaha. Tiar Nabilla Karbala menekankan pentingnya transformasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Ia berharap pelatihan dua hari ini dapat membantu UMKM memahami cara menerapkan AI untuk meningkatkan daya saing. Menurutnya, kata kunci kegiatan ini adalah keberanian pelaku usaha untuk mulai mencoba teknologi sebagai bagian dari upaya transformasi digital. Tiar juga menyebut bahwa Kota Bogor memiliki potensi besar di bidang kuliner, pariwisata, dan budaya. Dengan kemudahan penggunaan AI saat ini, ia melihat prospek cerah bagi UMKM Bogor untuk mengintegrasikan teknologi dalam aktivitas bisnis mereka. Sementara itu, Yovie Widianto menegaskan bahwa AI adalah kemajuan teknologi yang tidak bisa dihindari, dan seharusnya menjadi mitra bagi pelaku usaha. Namun ia mengingatkan pentingnya menjaga etika dan keseimbangan dalam penggunaannya agar peran manusia tetap menjadi pusat kreativitas. Yovie optimistis pemanfaatan teknologi dapat menjadi pemicu bagi UMKM Bogor untuk meningkatkan kapasitas dan menembus pasar global. Most Recent Posts Dua Staf Khusus Presiden Dorong Pemanfaatan AI untuk UMKM dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor Bogor Punya Potensi Besar, AIM ASEAN Dorong UMKM Manfaatkan AI untuk Kembangkan Usaha Lewat AIM ASEAN, Stafsus Presiden Dorong UMKM Bogor Manfaatkan Teknologi AI UMKM Bogor Didorong Go Digital, Pemkot Ajak Pelaku Usaha Berkolaborasi dengan AI untuk Naik Kelas   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (27) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (7)

Lewat AIM ASEAN, Stafsus Presiden Dorong UMKM Bogor Manfaatkan Teknologi AI

Hubungi Kami Lewat AIM ASEAN, Stafsus Presiden Dorong UMKM Bogor Manfaatkan Teknologi AI Sumber: https://radarbogor.jawapos.com/kota%20bogor/2476818762/lewat-pelatihan-aim-asean-stafsus-presiden-dorong-umkm-bogor-kembangkan-usaha-lewat-teknologi-ai?page=2 Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM, Teknologi Digital, dan Ekonomi Kreatif mendorong percepatan transformasi digital bagi pelaku UMKM di Kota Bogor melalui pelatihan AIM ASEAN (AI for MSME Advancement in ASEAN). Kegiatan yang berlangsung dua hari di Gedung DPRD Kota Bogor (11–12/11/2025) ini mengusung tema “Ekonomi Kreatif dan UMKM di Era Kecerdasan Buatan”. Pelatihan dihadiri Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, Stafsus Presiden Tiar Karbala dan Yovie Widianto, pendiri Exobrooch Bunga Maharani, Co-Founder Tempe Azaki Cucup Ruhiyat, serta Kepala Dinkukmdagin Kota Bogor Rahmat Hidayat. Dalam sambutannya, Tiar Karbala menegaskan pentingnya UMKM memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai alat untuk mempercepat transformasi digital. Ia menyebut kemampuan beradaptasi dengan teknologi menjadi faktor utama agar usaha kecil dapat berkembang lebih cepat. Tiar juga menilai Bogor memiliki kekuatan budaya, kuliner, dan wisata yang mampu menjadi motor pertumbuhan UMKM jika dipadukan dengan teknologi. Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menyambut baik penyelenggaraan pelatihan tersebut. Ia menilai kegiatan ini bentuk kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas literasi digital masyarakat. Menurutnya, teknologi AI dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi UMKM. Antusiasme peserta pun tinggi, dengan lebih dari 400 peserta hadir dari total 300 kuota yang disediakan. Sementara itu, Stafsus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto menekankan pentingnya menjaga etika dan nilai kemanusiaan dalam pemanfaatan teknologi. Menurutnya, AI harus menjadi mitra untuk meningkatkan kreativitas, bukan menggantikan peran manusia. Pelatihan AIM ASEAN diharapkan dapat memperkuat ekosistem digital yang inklusif bagi UMKM dan meningkatkan daya saing ekonomi kreatif di tingkat daerah maupun nasional. Most Recent Posts UMKM Bogor Didorong Go Digital, Pemkot Ajak Pelaku Usaha Berkolaborasi dengan AI untuk Naik Kelas Dukung Peningkatan Daya Saing, UMKM Kota Bogor Dapat Pelatihan Teknologi AI Stafsus Presiden RI: “Bogor Bisa Mendunia” Lewat AI, Digitalisasi Jadi Kebutuhan UMKM AIM ASEAN Dorong UMKM Melek Teknologi AI   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (24) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (8)

UMKM Bogor Didorong Go Digital, Pemkot Ajak Pelaku Usaha Berkolaborasi dengan AI untuk Naik Kelas

Hubungi Kami UMKM Bogor Didorong Go Digital, Pemkot Ajak Pelaku Usaha Berkolaborasi dengan AI untuk Naik Kelas Sumber: https://bogor.viva.co.id/kabar-bogor/2003-stafsus-presiden-ri-bogor-bisa-mendunia-lewat-ai-digitalisasi-jadi-kebutuhan-umkm Oleh : Hayisra, Abizar Algifahry Gymnastiar Sebanyak 300 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bogor mengikuti pelatihan ekonomi kreatif dan pengembangan UMKM berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam program AI for Micro, Small, and Medium Enterprises (MSME) Advancement in ASEAN (AIM ASEAN) yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan Pemuda, Selasa (11/11/2025). Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mendorong UMKM beradaptasi dengan kemajuan teknologi, khususnya pemanfaatan AI guna memperluas peluang usaha. Ia menyebut pelatihan ini sebagai langkah konkret pemerintah dalam menyediakan ruang belajar dan pendampingan agar UMKM mampu melakukan transformasi digital mengikuti perkembangan zaman. “Ini bentuk ikhtiar pemerintah pusat bersama Pemkot Bogor sebagai pemicu agar masyarakat semakin melek terhadap perkembangan teknologi,” ucapnya. Ia menambahkan bahwa kecerdasan buatan harus diperlakukan sebagai alat untuk memperluas jangkauan usaha, bukan menggantikan kreativitas serta identitas pelaku UMKM. “AI adalah perangkat yang diharapkan membuka peluang lebih besar lewat digitalisasi dan pemasaran yang lebih luas. Tapi karakter setiap pelaku usaha tidak bisa diubah oleh teknologi apa pun. Identitas usaha tetap jadi fondasi,” tegasnya. Jenal juga menyoroti upaya berkelanjutan Pemkot Bogor melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Dinkukmdagin), yang terus memperkuat program pendampingan dan inkubasi bisnis demi membantu UMKM naik kelas, dari skala mikro menuju kecil hingga menengah. “Kami di Dinkukmdagin memiliki program inkubasi untuk mendorong pelaku usaha berkembang. Ini wujud hadirnya pemerintah agar UMKM tetap menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang menyentuh masyarakat secara langsung,” katanya. Ia berharap pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mengenai manfaat teknologi, sekaligus mendorong penggunaan AI sebagai alat penguatan daya saing tanpa meninggalkan ciri khas lokal Kota Bogor. Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk mengenalkan kecerdasan buatan sebagai alat bantu agar UMKM dapat menjalani transformasi digital secara konsisten. “AI bisa membantu teman-teman melakukan transformasi digital agar usaha berkembang lebih baik dan besar. Melalui kegiatan ini, kami menekankan pentingnya mulai mencoba berbagai manfaat teknologi,” terang Tiar. Ia juga menilai Kota Bogor memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif, khususnya budaya, kuliner, dan pariwisata. Dengan dukungan teknologi, potensi tersebut dapat berkembang lebih cepat dan menjangkau pasar lebih luas. “Potensi Kota Bogor sangat besar, terutama dari sisi budaya dan pariwisata. Dengan AI yang kini semakin mudah digunakan, kami percaya pelaku UMKM mampu mengaplikasikannya secara efektif,” ujarnya. Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, turut menegaskan bahwa perpaduan teknologi digital dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menjadikan Bogor sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. “Dengan AI dan digitalisasi, semua potensi ini bisa menjadi pemicu untuk meningkatkan kapasitas dan membawa Bogor naik kelas. Saya yakin, dengan semangat pemerintah daerah dan masyarakatnya, Bogor bisa dikenal secara global,” tutupnya. Most Recent Posts Stafsus Presiden RI: “Bogor Bisa Mendunia” Lewat AI, Digitalisasi Jadi Kebutuhan UMKM AIM ASEAN Dorong UMKM Melek Teknologi AI Staf Khusus Presiden Dorong Pelaku UMKM Kota Bogor Adopsi Teknologi AI Bogor Punya Potensi Besar, AIM ASEAN Ajak UMKM Manfaatkan AI untuk Kembangkan Usaha   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (22) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (9)