Primajasa Gelontorkan Beasiswa Rp 1,4 Miliar Untuk 532 Pelajar dan Mahasiswa Priangan Timur

Hubungi Kami Primajasa Gelontorkan Beasiswa Rp 1,4 Miliar Untuk 532 Pelajar dan Mahasiswa Priangan Timur Sumber: https://newstasikmalaya.com/primajasa-gelontorkan-beasiswa-rp-14-miliar-untuk-532-pelajar-dan-mahasiswa-priangan-timur PT Primajasa kembali menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program “Primajasa Peduli Pendidikan”. Sebanyak 532 pelajar dari jenjang SD, SMP, SMA/MA, Pesantren, hingga perguruan tinggi menerima bantuan beasiswa dalam seremoni yang digelar di Graha Plaza Asia, Tasikmalaya, Sabtu (20/12/2025). Penyerahan beasiswa dilakukan langsung oleh Direktur Utama PT Primajasa, H. Amir Mahpud. Selain pemberian dana bantuan, acara ini juga dibekali dengan seminar edukasi dan diskusi pengembangan kepemimpinan bagi para penerima manfaat. Corporate Communication Primajasa Foundation, Usman Kusmana, menjelaskan bahwa pemberian beasiswa ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. “Total 532 pelajar dan mahasiswa di Priangan Timur yang menerima manfaat kali ini, dengan total dana bantuan mencapai Rp 1,4 miliar,” ujar Usman. Dalam sambutannya, H. Amir Mahpud mengungkapkan bahwa selama lebih dari 25 tahun, Primajasa telah membantu sedikitnya 7.500 siswa dan mahasiswa, dengan rata-rata 300 penerima setiap tahunnya. “Dan alhamdulillah sebagian di antaranya bahkan sudah berhasil melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri,” ungkap H. Amir. Ia menegaskan bahwa investasi terbesar bagi masa depan bangsa bukan terletak pada aset fisik, melainkan pada kualitas sumber daya manusia. Ia pun berpesan agar para siswa fokus mengejar cita-cita dengan tetap mengandalkan doa dan restu orang tua. “Fokuslah belajar anak-anakku, karena masa depan bangsa ada di tangan generasi muda. Primajasa akan terus mendampingi,” tegasnya. Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, yang turut hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi PT Primajasa dalam mendukung dunia pendidikan. Menurutnya, Primajasa adalah salah satu perusahaan yang sangat peduli terhadap lingkungan sosial sejak awal berdiri. “Ini bukan hanya tahun ini, tapi salah satu perusahaan yang konsisten. Semenjak berdirinya itu peduli ke lingkungannya, terutama di bidang pendidikan,” tutur Viman. Viman menambahkan bahwa langkah PT Primajasa ini sangat sejalan dengan program “Tasik Pintar” yang diusung Pemerintah Kota Tasikmalaya. “Hampir sebagian besar penerima beasiswa ini berasal dari Kota Tasikmalaya. Ini sejalan dengan program kita, yakni Tasik Pintar. Pemerintah memiliki beasiswa untuk masyarakat kurang beruntung yang berprestasi, dan kini disokong oleh pihak swasta yang berkolaborasi dengan kita,” pungkas Viman. Most Recent Posts Adaptasi Terhadap Teknologi Kini Jadi Kebutuhan untuk Efisiensi Bisnis Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Digital Lewat Ekraf Tech Summit Ekraf Tech Summit 2025 Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekraf Tech Summit 2025: Sinergi Lintas Sektor Bangun Ekosistem Ekonomi Kreatif Berkelanjutan   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (49) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (11)

Adaptasi Terhadap Teknologi Kini Jadi Kebutuhan untuk Efisiensi Bisnis

Hubungi Kami Adaptasi Terhadap Teknologi Kini Jadi Kebutuhan untuk Efisiensi Bisnis Sumber: https://kabartasikmalaya.pikiran-rakyat.com/kabar-tasikmalaya/pr-3259877930/adaptasi-terhadap-teknologi-kini-jadi-kebutuhan-untuk-efisiensi-bisnis Kegiatan massal yang digelar masyarakat mempunyai dampak sangat signifikan terhadap perputaran ekonomi lokal. Apalagi potensi UMKM di Kota Tasikmalaya, khususnya di sektor kuliner, sangat besar. Hanya hal itu memerlukan sentuhan teknologi agar bisa naik kelas. “UMKM di Kota Tasikmalaya memiliki potensi yang besar, apalagi di bidang kuliner. Dengan adanya transformasi teknologi, UMKM dapat meningkatkan omzet mereka,” ungkap Staf Khusus (Statsus) Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabila Karbala, S.Mn., M.Sc. Pernyataan itu ia katakan saat hadir pada acara “Fantastik Harmoni Beragama” yang diselenggarakan oleh Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Barat di Kota Tasikmalaya, Sabtu (20/12/2025). la menekankan bahwa adaptasi terhadap teknologi terkini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk efisiensi bisnis. “Penggunaan teknologi itu penting, AI, QRIS, dan marketplace bisa menampung jualan mereka dan lebih baik lagi,” pungkasnya. Lebih lanjut, Tiar mengingatkan bahwa pertumbuhan pelaku usaha kecil tidak bisa berdiri sendiri. Diperlukan sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan akses permodalan dari sektor perbankan. “UMKM kecil harus dibantu juga dengan perbankan, aturan Pemda, dan sama-sama menggenjot pertumbuhan mereka,” kata stafsus Muda itu. Sebagai salah seorang pejabat publik yang mendapat amanah sebagai stafsus, Tiar juga tampak mulai terbiasa dengan kehidupan bermasyarakat. Ia pun sering terlihat ikut berbaur dengan berbagai elemen masyarakat di tanah air, termasuk membaur bersama jajaran pejabat dan masyarakat dalam kegiatan fun walk yang dimulai dari depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya. Ia pun terlihat mulai terbiasa diminta swafoto oleh masyarakat. Dalam kesempatan itu, ia mendapat sambutan antusias dari warga mulai menerima apresiasi simbolis berupa setangkai bunga mawar dan kalung melati dari tokoh lintas agama sebagai bentuk penghormatan atas kerukunan yang terjalin. Merespon kerukunan itu, ia mengajak seluruh peserta untuk menunjukkan empati terhadap bencana alam yang melanda wilayah Sumatera dan Aceh. “Mari tundukkan kepala 15 detik untuk mengirimkan doa untuk saudara-saudara kita yang saat ini terkena musibah,” kata dia. Most Recent Posts Adaptasi Terhadap Teknologi Kini Jadi Kebutuhan untuk Efisiensi Bisnis Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Digital Lewat Ekraf Tech Summit Ekraf Tech Summit 2025 Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekraf Tech Summit 2025: Sinergi Lintas Sektor Bangun Ekosistem Ekonomi Kreatif Berkelanjutan   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (49) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (10)

Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Digital Lewat Ekraf Tech Summit

Hubungi Kami Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Digital Lewat Ekraf Tech Summit Sumber: https://wartaekonomi.co.id/read594333/kemenekraf-dorong-ekonomi-kreatif-digital-lewat-ekraf-tech-summit Jakarta -Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) menggelar Ekraf Tech Summit 2025 sebagai forum strategis nasional untuk memperkuat sinergi ekonomi kreatif berbasis teknologi dan inovasi nasional. Kegiatan ini menjadi upaya konsolidasi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Ekraf Tech Summit 2025 dirancang untuk memperkuat kolaborasi kebijakan dan ekosistem ekonomi kreatif digital, sekaligus menyelaraskan arah pembangunan inovasi nasional. Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, memastikan transformasi ekonomi kreatif dan digital terhubung langsung dengan agenda penguatan UMKM. Kehadiran Staf Khusus Presiden menegaskan pentingnya integrasi kebijakan lintas kementerian dan lembaga agar UMKM berperan sebagai aktor utama dalam ekosistem ekonomi kreatif dan teknologi. “Melalui sinergi kebijakan, kolaborasi lintas sektor, dan penguatan peran UMKM yang diperkuat dalam Ekraf Tech Summit 2025, pemerintah berharap ekonomi kreatif berbasis teknologi dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” kata Tiar. Ekraf Tech Summit 2025 digelar selama dua hari, 16–17 Desember 2025. Kegiatan dibuka dengan sambutan dan arahan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono serta Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. Dalam arahannya, keduanya menekankan pentingnya sinergi inovasi teknologi dan pembangunan berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing ekonomi kreatif nasional. Mengusung tema “Creative Technology for Smarter Mobility”, forum ini membahas perkembangan teknologi kreatif di sektor transportasi dan mobilitas cerdas. Agenda kegiatan mencakup diskusi kebijakan, penandatanganan nota kesepahaman, diskusi panel, awarding, serta pameran dan pitching inovasi teknologi karya pelaku kreatif nasional. Sebagai bagian dari rangkaian acara, Ekraf Tech Summit 2025 juga menghadirkan Ekraf Tech Innovation Challenge 2025, kompetisi inovasi teknologi di sektor transportasi dan smart mobility. Sepuluh inovator terpilih mempresentasikan solusi mereka di hadapan pemangku kepentingan, dengan tiga inovasi terbaik memperoleh kesempatan fasilitasi dan pendanaan untuk akselerasi pilot project pada 2026. Forum ini turut dihadiri sejumlah mitra strategis, antara lain Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Global Green Growth Institute (GGGI), kementerian dan lembaga lintas sektor, pemerintah daerah, asosiasi, pelaku industri, investor, serta ekosistem startup dan akademisi. Kolaborasi multipihak tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat transformasi teknologi dan inovasi ekonomi kreatif nasional. Most Recent Posts Kemenekraf Dorong Ekonomi Kreatif Digital Lewat Ekraf Tech Summit Ekraf Tech Summit 2025 Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekraf Tech Summit 2025: Sinergi Lintas Sektor Bangun Ekosistem Ekonomi Kreatif Berkelanjutan Stafsus Presiden Tiar Nabilla Karbala Bekali Mahasiswa SBM ITB Skill Pitching Bisnis   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (48) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (10)

Ekraf Tech Summit 2025 Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Baru Pertumbuhan

Hubungi Kami Ekraf Tech Summit 2025 Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Sumber: https://www.jpnn.com/news/ekraf-tech-summit-2025-dorong-ekonomi-kreatif-jadi-mesin-baru-pertumbuhan Ekraf Tech Summit 2025 besutan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf) merupakan forum strategis nasional untuk memperkuat posisi ekonomi kreatif berbasis teknologi. Harapannya hal ini mampu menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan. “Kegiatan ini mempertemukan regulator, pelaku industri, akademisi, hingga investor untuk merumuskan arah kebijakan ekonomi digital masa depan,” kata Staf Khusus Presiden (SKP) Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, Jumat (19/12). Tiar menegaskan, pemerintah memastikan transformasi digital tidak meninggalkan pelaku usaha kecil. UMKM harus menjadi aktor utama, bukan sekadar penonton dalam ekosistem teknologi. “Melalui sinergi kebijakan dan kolaborasi lintas sektor yang diperkuat dalam Ekraf Tech Summit 2025, pemerintah berharap ekonomi kreatif berbasis teknologi memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif,” ujar Tiar. Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya. Mengusung tema “Creative Technology for Smarter Mobility”, forum tahun ini menyoroti bagaimana inovasi teknologi kreatif dapat memberikan solusi pada sektor transportasi dan mobilitas cerdas.  “Sinergi antara inovasi teknologi dan pembangunan berkelanjutan sangat krusial untuk meningkatkan daya saing ekonomi kreatif kita di level global,” tegas Menko AHY. Tidak sekadar diskusi, Ekraf Tech Summit 2025 juga menghadirkan Ekraf Tech Innovation Challenge. Dari sekian banyak peserta, sepuluh inovator terbaik di sektor transportation & smart mobility terpilih untuk mempresentasikan solusi mereka (pitching) di hadapan para pemangku kepentingan. Tiga pemenang utama akan mendapatkan fasilitas khusus dan pendanaan untuk mengakselerasi pilot project mereka yang dijadwalkan mulai berjalan pada tahun 2026.  Keberhasilan transformasi digital ini turut didukung oleh berbagai mitra strategis, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Global Green Growth Institute (GGGI), serta berbagai asosiasi dan startup. Kolaborasi multipihak ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif nasional yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing internasional. . Most Recent Posts Ekraf Tech Summit 2025 Dorong Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekraf Tech Summit 2025: Sinergi Lintas Sektor Bangun Ekosistem Ekonomi Kreatif Berkelanjutan Stafsus Presiden Tiar Nabilla Karbala Bekali Mahasiswa SBM ITB Skill Pitching Bisnis SBM ITB Perkuat Skill Mahasiswa dengan Kuliah Praktisi: Dari Ide Bisnis ke Investor Pitching   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (47) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (10)

Ekraf Tech Summit 2025: Sinergi Lintas Sektor Bangun Ekosistem Ekonomi Kreatif Berkelanjutan

Hubungi Kami Ekraf Tech Summit 2025: Sinergi Lintas Sektor Bangun Ekosistem Ekonomi Kreatif Berkelanjutan Sumber: https://swa.co.id/read/467486/ekraf-tech-summit-2025-sinergi-lintas-sektor-bangun-ekosistem-ekonomi-kreatif-berkelanjutan?preview=ekq58vbr948959dzj3wy Ekraf Tech Summit 2025 hadir sebagai panggung strategis yang menegaskan pentingnya sinergi antara kreativitas dan teknologi dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Diselenggarakan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf/Bekraf), forum ini menjadi titik temu bagi para inovator dan penggerak perubahan dari pemerintah pusat dan daerah, regulator, pelaku industri, asosiasi, akademisi, hingga investor dan startup, untuk merumuskan arah baru ekonomi kreatif digital Indonesia yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Dalam forum strategis tersebut, Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, hadir mewakili pemerintah untuk memastikan transformasi ekonomi kreatif dan digital sejalan dengan agenda penguatan UMKM nasional. Kehadiran Tiar menegaskan pentingnya integrasi kebijakan lintas kementerian agar UMKM tak sekadar menjadi objek, tetapi juga aktor utama dalam ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi. “Melalui sinergi kebijakan, kolaborasi lintas sektor, dan penguatan peran UMKM, pemerintah berharap ekonomi kreatif berbasis teknologi dapat memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Tiar dalam siaran pers yang diterima SWA.co.id, Jumat (19/12/2025). Mengusung tema Creative Technology for Smarter Mobility”, Ekraf Tech Summit 2025 menjadi wadah strategis untuk membahas perkembangan teknologi kreatif di sektor transportasi dan mobilitas cerdas. Forum ini tak sekadar ruang diskusi kebijakan, tetapi juga ajang konsolidasi ekosistem melalui penandatanganan MoU, diskusi panel, awarding, serta pameran dan pitching inovasi teknologi karya anak bangsa. Sebagai bagian dari rangkaian acara, Ekraf Tech Innovation Challenge 2025 menghadirkan kompetisi inovasi di sektor transportasi dan smart mobility. Dari sepuluh finalis, tiga inovator terbaik mendapat kesempatan fasilitasi dan pendanaan untuk mengakselerasi pilot project pada 2026. Kegiatan ini turut melibatkan mitra strategis seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Global Green Growth Institute (GGGI), berbagai kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, asosiasi industri, investor, serta ekosistem startup dan akademisi. Kolaborasi multipihak ini menjadi fondasi penting untuk memperkuat inovasi nasional, mendorong transformasi teknologi, dan menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berdaya saing global. Most Recent Posts Ekraf Tech Summit 2025: Sinergi Lintas Sektor Bangun Ekosistem Ekonomi Kreatif Berkelanjutan Stafsus Presiden Tiar Nabilla Karbala Bekali Mahasiswa SBM ITB Skill Pitching Bisnis SBM ITB Perkuat Skill Mahasiswa dengan Kuliah Praktisi: Dari Ide Bisnis ke Investor Pitching Staf Khusus Presiden Tiar Karbala Tingkatkan Skill Pitching Ide Bisnis Mahasiswa SBM ITB   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (46) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (10)

Katering Heti Terus Tumbuh dengan Gunakan AI hingga Suplai Dapur MBG Lansia

Hubungi Kami Katering Heti Terus Tumbuh dengan Gunakan AI hingga Suplai Dapur MBG Lansia Perjalanan sebuah usaha rumahan yang terus tumbuh hampir satu dekade ini, bukan hanya kisah tentang ketekunan pemiliknya. Tapi merupakan cermin dari bagaimana negara, pasar, dan teknologi, membentuk ekosistem yang membangun. Heti Hernawati merintis usaha kuliner dari rumah sejak 2017: mulai dari kue kering, katering harian, hingga layanan katering pernikahan. Dari dapur kecil itu, lahirlah Heti yang kini menjadi narasumber berbagai pelatihan UMKM, hingga turut andil dalam ratusan menu program makan bergizi gratis (MBG) untuk lansia. Bagi Heti, UMKM bertahan karena struggle, motivasi, dan adanya konsistensi. Ia merasakan langsung bahwa catatan pembukuan adalah fondasi. Usahanya sempat tidak bergerak— stagnant—karena catatan keuangan pribadi dan bisnis katering bercampur. Perubahan kondisi keuangan baru terjadi ketika ia perlahan memisahkan keduanya. Di titik itu, ia menyadari bahwa disiplin kecil yang dilakukannya menjadi pembeda antara UMKM yang ‘jalan di tempat’ dan yang terus bertumbuh. Teknologi digital salah satu alat yang membuka babak baru bagi Heti. ChatGPT, Gemini, dan berbagai perangkat AI bukan sekadar tren baginya. Mereka menjadi alat produksi yang mempermudah pembuatan materi promosi, PPT, tabel, hingga visual produk. Pelatihan yang ia ikuti hari itu di Bogor (12/11/25)—dengan kehadiran Staf Khusus Presiden Tiar Karbala dan Yovie Widianto—membuatnya semakin sadar bahwa teknologi bukan ancaman, melainkan akselerator. UMKM seperti dirinya tidak perlu lagi bekerja sendirian, ada kebijakan membangun dan edukasi publik yang terus digalakan agar UMKM bisa melek teknologi dan tumbuh bersaing. Namun, di antara seluruh dukungan yang ia rasakan, satu kebijakan menempati tempat khusus dalam kisah Heti: program MBG. Sebagai penyedia makanan dalam program MBG Lansia, Heti menyaksikan sendiri bagaimana sebuah kebijakan publik bisa mengubah dua sisi sekaligus: kualitas hidup penerima manfaat dan keberlanjutan ekonomi UMKM lokal. Meski baru berjalan sekitar tiga bulan, dampaknya terasa sangat nyata. Setiap bulan jumlah lansia penerima manfaat bertambah, dan peningkatan itu secara langsung meningkatkan produksi usaha kulinernya. Heti turun langsung ke lapangan. Ia melihat para lansia yang sebelumnya kesulitan makan, hidup sendiri, atau tidak memiliki akses makanan layak, kini mendapatkan hidangan bergizi setiap hari. “Dulu mereka kesulitan untuk makan layak, sekarang bisa makan dengan enak,” ujarnya. Program ini baginya bukan hanya tepat sasaran, tetapi menyentuh sisi paling dasar dari kehidupan manusia: martabat untuk dapat makan layak setiap hari. Di sisi lain, MBG membuka rantai nilai baru yang menghidupkan UMKM daerah. Permintaan yang konsisten ini menciptakan arus produksi stabil—sesuatu yang sangat diidamkan UMKM kuliner. Bagi Heti, program ini meningkatkan omzet usahanya sebesar 20–30%, angka yang signifikan bagi usaha berskala mikro-kecil. MBG menciptakan kepastian permintaan yang selama ini jarang dimiliki pelaku berbagai pelaku usaha. Program MBG juga ‘memaksa’ UMKM untuk naik kelas dari sisi kualitas. Heti harus memastikan kualitas masakan, higienitas dapur, ketepatan waktu distribusi, hingga standar penyajian. MBG bukan hanya memberi pasar; ia memberikan standar—dan standar itulah yang mendorong UMKM untuk bertumbuh lebih profesional. Dari sudut pandang ekonomi kerakyatan, MBG menciptakan model gotong royong modern: pemerintah menyediakan kebijakan, UMKM menyuplai produksi, masyarakat menerima manfaat gizi, dan ekosistem lokal bergerak bersama. Program gizi ini bukan sekadar intervensi sosial, melainkan strategi ekonomi yang memutar roda produksi, menciptakan lapangan kerja, dan menguatkan daya hidup pelaku UMKM. Heti merasakan bahwa untuk pertama kalinya dalam waktu lama, UMKM seperti dirinya bisa stabil bukan karena ‘ada pesanan dadakan’, tetapi karena ada kebijakan negara yang memberi ruang tumbuh. Di akhir kisahnya, Heti memberikan pesan yang merefleksikan seluruh perjalanannya: jangan takut bermimpi, jangan takut berharap. Dari usaha rumahan kecil yang mengandalkan relasi terbatas, kini ia menjadi narasumber hingga keluar kota dan pulau, sambil terus menjalankan bisnis kuliner yang tumbuh bersama program pemerintah. Kisah Heti adalah bukti bahwa UMKM tidak hanya bertahan karena kerja keras individu. Mereka tumbuh ketika mimpi pribadi menemukan jalannya dalam kebijakan publik yang berpihak. Dan ketika itu terjadi, UMKM tidak sekadar menjadi tulang punggung ekonomi— mereka menjadi penggerak utama kesejahteraan rakyat. Most Recent Posts Katering Heti Terus Tumbuh dengan Gunakan AI hingga Suplai Dapur MBG Lansia Produk Menawan dari Bahan Sisa, EXOBROOCH Menjadi Inspirasi UMKM Hijau Indonesia UMKM Tempe Mendunia: Kisah Azaki dan Peran Negara dalam Menopang Ekonomi Kerakyatan Ketika UMKM Ibu-Ibu di Sumedang Sukses Praktek AI: Cerita Cemilan Teh Tati   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (45) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (10)

Stafsus Presiden Tiar Nabilla Karbala Bekali Mahasiswa SBM ITB Skill Pitching Bisnis

Hubungi Kami Stafsus Presiden Tiar Nabilla Karbala Bekali Mahasiswa SBM ITB Skill Pitching Bisnis Sumber:  https://jabarekspres.com/berita/2025/12/14/stafsus-presiden-tiar-nabilla-karbala-bekali-mahasiswa-sbm-itb-skill-pitching-bisnis/2/ BANDUNG – Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) terus mengembangkan model pembelajaran yang menekankan pengalaman langsung dan relevansi dengan dunia nyata. Pendekatan ini diimplementasikan melalui mata kuliah Integrated Business Experience (IBE), yang menjadi bagian inti dari kurikulum Sarjana Manajemen sejak semester awal. Salah satu kompetensi penting dalam mata kuliah tersebut adalah kemampuan business pitching. Sebagai penguatan kemampuan business pitching, SBM ITB menyelenggarakan kuliah tamu dengan menghadirkan Tiar Nabilla Karbala, S.Mn., M.Sc., praktisi usaha sekaligus Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital. Dalam sesi Integrated Business Experience I (IBE I), mahasiswa mendapatkan paparan mengenai pentingnya pitching dan storytelling dalam mengembangkan ide bisnis, khususnya di ekosistem startup dan kewirausahaan. Tiar menyampaikan materi berjudul “Pitch It Like You Mean It: Your Story Matters”. Dalam paparannya, ia mengajak mahasiswa memahami bahwa pitching bukan hanya soal menyampaikan data, tetapi juga tentang membangun narasi yang mampu menjelaskan masalah, solusi, serta nilai bisnis secara jelas dan meyakinkan. Tiar menekankan bahwa kemampuan menyampaikan ide secara efektif sering kali menjadi faktor penentu diterima atau tidaknya sebuah gagasan. Dalam sesi tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada kerangka pitching yang aplikatif, mulai dari cara menarik perhatian audiens (hook), merumuskan masalah yang relevan, menawarkan solusi, hingga menjelaskan potensi pasar dan langkah lanjutan. Penekanan juga diberikan pada pentingnya validasi masalah dan pasar sejak awal, agar bisnis yang dibangun memiliki fondasi yang kuat. Berbekal pengalamannya di dunia startup dan industri keuangan digital, Tiar turut membagikan refleksi praktis mengenai proses membangun bisnis, menghadapi penolakan, serta menjaga fokus pada penyelesaian masalah yang nyata. Perspektif ini memberikan gambaran konkret kepada mahasiswa mengenai tantangan dan dinamika yang kerap dihadapi pelaku usaha. Diskusi berlangsung aktif dengan partisipasi mahasiswa yang tinggi. Berbagai pertanyaan muncul, antara lain terkait kesiapan tim saat pitching awal, strategi penyampaian presentasi, serta pertimbangan dalam menentukan sektor industri untuk pengembangan ide bisnis. SBM ITB memandang kegiatan ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjembatani teori dan praktik. Kehadiran praktisi dalam proses pembelajaran dinilai mampu memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi dunia bisnis dan kewirausahaan yang terus berkembang. Dalam mata kuliah ini, mahasiswa dibekali ilmu untuk merancang, menjalankan, dan mengevaluasi bisnis. Proses pembelajaran dirancang dengan perpaduan materi teori oleh akademisi dan praktik oleh praktisi, sehingga dinamika usaha sesungguhnya meliputi aspek pemasaran, operasional, keuangan, hingga pengambilan keputusan strategis, dapat tersampaikan kepada mahasiswa. Diketahui, Tiar Nabilla Karbala adalah Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital. Alumni ITB dan London School of Economics (LSE) ini pernah menjabat sebagai CEO RestockID dan Restock Tech, serta Sekretaris Jenderal AFPI. Ia aktif mendorong transformasi digital UMKM, inovasi teknologi finansial, dan penguatan ekosistem startup nasional. (bbs) Most Recent Posts Stafsus Presiden Tiar Nabilla Karbala Bekali Mahasiswa SBM ITB Skill Pitching Bisnis SBM ITB Perkuat Skill Mahasiswa dengan Kuliah Praktisi: Dari Ide Bisnis ke Investor Pitching Staf Khusus Presiden Tiar Karbala Tingkatkan Skill Pitching Ide Bisnis Mahasiswa SBM ITB Cara SBM ITB asah skill mahasiswa lewat business pitching, Tiar Karbala ungkap seni bercerita   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (46) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (9)

SBM ITB Perkuat Skill Mahasiswa dengan Kuliah Praktisi: Dari Ide Bisnis ke Investor Pitching

Hubungi Kami SBM ITB Perkuat Skill Mahasiswa dengan Kuliah Praktisi: Dari Ide Bisnis ke Investor Pitching Sumber: https://bandungraya.inews.id/read/659410/sbm-itb-perkuat-skill-mahasiswa-dengan-kuliah-praktisi-dari-ide-bisnis-ke-investor-pitching/2 BANDUNG, iNewsBandungRaya.id – Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) terus mengembangkan metode pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning. Salah satu wujud nyata komitmen ini terlihat melalui mata kuliah Integrated Business Experience (IBE), yang tidak hanya membekali mahasiswa dengan teori bisnis, tetapi juga menguji kemampuan mereka menghadapi tantangan nyata di lapangan. Pada fase akhir perkuliahan IBE, mahasiswa mendapatkan penguatan keterampilan business pitching, sebuah kompetensi penting dalam pengembangan usaha dan startup. Pitching yang efektif dianggap sebagai kunci untuk menarik perhatian investor, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan lainnya. Praktisi Senior Hadir sebagai Pembicara: Tiar Nabilla Karbala SBM ITB menghadirkan praktisi usaha sekaligus Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, SMn., MSc., dalam sesi Integrated Business Experience I (IBE I). Kuliah tamu yang bertajuk “Pitch It Like You Mean It: Your Story Matters” ini mengajak mahasiswa memahami bahwa pitching bukan sekadar presentasi, melainkan seni menyampaikan nilai dan cerita bisnis secara meyakinkan. Tiar menekankan bahwa ide bisnis yang kuat harus diimbangi dengan kemampuan komunikasi yang jelas, terstruktur, dan sesuai dengan kebutuhan audiens. Ia menjelaskan elemen-elemen penting pitching, seperti hook, perumusan masalah, solusi, potensi pasar, hingga call to action. Pendekatan ini dinilai krusial agar gagasan bisnis dapat diterima oleh investor dan mitra potensial. Pengalaman Startup dan Industri Digital sebagai Pelajaran Mahasiswa Selain membahas teknik pitching, Tiar membagikan insight dari pengalaman di dunia startup dan industri keuangan digital. Ia menekankan pentingnya validasi pasar, fokus pada permasalahan yang tepat, serta membangun kredibilitas tim sejak tahap awal. “Banyak bisnis gagal bukan karena kekurangan teknologi, tetapi karena tidak menjawab kebutuhan nyata di lapangan,” ungkap Tiar. Sesi ini juga menyentuh peluang UMKM di era digital, tantangan akses pembiayaan, dan pentingnya narasi bisnis dalam memperkuat proposisi nilai. Mahasiswa diperkenalkan dengan konsep analisis pasar dasar seperti TAM–SAM–SOM, validasi produk, dan proyeksi keuangan sebagai fondasi awal pengembangan startup. Antusiasme Mahasiswa Meningkatkan Interaksi Kuliah Kuliah tamu ini berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari struktur organisasi ideal untuk pitching awal, teknik penyampaian presentasi yang efektif, hingga strategi pemilihan industri dalam tugas Innovation-Based (IB). SBM ITB menilai kehadiran praktisi langsung di kelas memberikan nilai tambah signifikan bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya mendapatkan wawasan teoritis, tetapi juga pengalaman praktis yang relevan dengan dinamika dunia usaha, kewirausahaan, dan tantangan industri di masa depan. Most Recent Posts Staf Khusus Presiden Tiar Karbala Tingkatkan Skill Pitching Ide Bisnis Mahasiswa SBM ITB Cara SBM ITB asah skill mahasiswa lewat business pitching, Tiar Karbala ungkap seni bercerita SBM ITB Hadirkan Staf Khusus Presiden Tiar Karbala untuk Tingkatkan Skill Pitching Ide Bisnis Mahasiswa Cara SBM ITB Asah Skill Mahasiswa Lewat Business Pitching, Tiar Karbala Ungkap Seni Bercerita   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (44) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (10)

Staf Khusus Presiden Tiar Karbala Tingkatkan Skill Pitching Ide Bisnis Mahasiswa SBM ITB

Hubungi Kami Staf Khusus Presiden Tiar Karbala Tingkatkan Skill Pitching Ide Bisnis Mahasiswa SBM ITB Sumber: https://pojokbandung.com/read/2025/12/14/staf-khusus-presiden-tiar-karbala-tingkatkan-skill-pitching-ide-bisnis-mahasiswa-sbm-itb/ POJOKBANDUNG.com, BANDUNG — Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) konsisten menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman dengan melibatkan para praktisi di kelas bagi mahasiswa. Komitmen ini terlihat dari penyelenggaraan mata kuliah Integrated Business Experience (IBE) yang ditujukan bagi mahasiswa semester dua. Mata kuliah tersebut menjadi bagian penting dari kurikulum Sarjana Manajemen, di mana mahasiswa diajak membangun dan mengelola bisnis riil secara berkelompok selama dua semester, lengkap dengan tantangan nyata di bidang pemasaran, operasional, keuangan, hingga pengambilan keputusan strategis. Pada bagian akhir perkuliahan, mahasiswa mempelajari topik business pitching. Untuk memperkuat pemahaman tersebut, SBM ITB mengundang praktisi usaha sekaligus Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, SMn., MSc. Dalam sesi Integrated Business Experience I (IBE I), Tiar membawakan materi berjudul “Pitch It Like You Mean It: Your Story Matters” dan menekankan pentingnya pitching serta storytelling bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan ide bisnis. Di depan puluhan mahasiswa, Tiar menjelaskan bahwa dunia usaha saat ini tidak hanya membutuhkan ide brilian, tetapi juga kemampuan menyampaikan ide secara singkat, jelas, dan meyakinkan. “Pitching bukan sekadar presentasi; ini seni bercerita untuk mendapatkan dukungan, kolaborasi, atau bahkan investasi. Cara kita menyampaikan cerita bisa menentukan masa depan sebuah gagasan,” ujarnya. Tiar juga membagikan kerangka praktis pitching yang efektif, mulai dari hook, identifikasi masalah, hingga ask yang spesifik. Ia menyoroti pentingnya mengidentifikasi masalah dengan tepat, merujuk pada prinsip design thinking, serta mengingatkan bahwa banyak startup gagal bukan karena teknologi yang buruk, melainkan karena menyampaikan ide bisnisnya kurang to the point atau bertele-tele. Kesalahan lain yang sering terjadi adalah ketidakjelasan tujuan pitching (ask) atau pemilihan investor yang tidak sesuai. Karena itu, mahasiswa didorong untuk memilih calon investor yang sejalan dengan visi dan kebutuhan bisnisnya, agar ide yang disampaikan dapat diterima dan ditindaklanjuti. Mengacu pada pengalamannya sebagai mantan CEO Restock Tech dan Sekjen AFPI, Tiar turut membagikan perjalanan menghadapi penolakan investor, proses validasi pasar, hingga cara membangun kredibilitas tim. “Kuncinya adalah konsisten menyelesaikan masalah yang benar-benar ada, bukan sekadar masuk ke industri yang terlihat besar. Dipadukan dengan kemampuan bercerita, hasilnya akan jauh lebih kuat,” tambahnya. Kuliah tamu ini juga menyinggung peluang besar UMKM Indonesia di era digital, tantangan akses pembiayaan, serta pentingnya narasi yang kuat dalam memperjelas proposisi nilai. Mahasiswa diajak memahami konsep pasar seperti TAM–SAM–SOM, validasi produk, hingga dasar-dasar financial projection untuk startup. Antusiasme Mahasiswa dalam Sesi Tanya Jawab Pada sesi tanya jawab, mahasiswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan. Salah satunya mengenai seberapa detail struktur organisasi yang perlu ditampilkan saat pitching pertama kepada investor. Pertanyaan lain menyinggung teknis presentasi dan cara menentukan industri untuk tugas Innovation-Based (IB). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi digital dan kesiapan generasi muda di era industri 4.0. ITB mengapresiasi kehadiran Tiar yang membawa pengalaman nyata di dunia startup. Pihak kampus menilai, dengan hadirnya praktisi, sesi ini memberikan wawasan yang aplikatif, relevan, dan inspiratif bagi mahasiswa dari berbagai jurusan. Most Recent Posts Staf Khusus Presiden Tiar Karbala Tingkatkan Skill Pitching Ide Bisnis Mahasiswa SBM ITB Cara SBM ITB asah skill mahasiswa lewat business pitching, Tiar Karbala ungkap seni bercerita SBM ITB Hadirkan Staf Khusus Presiden Tiar Karbala untuk Tingkatkan Skill Pitching Ide Bisnis Mahasiswa Cara SBM ITB Asah Skill Mahasiswa Lewat Business Pitching, Tiar Karbala Ungkap Seni Bercerita   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (44) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (9)

Cara SBM ITB asah skill mahasiswa lewat business pitching, Tiar Karbala ungkap seni bercerita

Hubungi Kami Cara SBM ITB asah skill mahasiswa lewat business pitching, Tiar Karbala ungkap seni bercerita Sumber: https://www.msn.com/id-id/ekonomi/ekonomi/cara-sbm-itb-asah-skill-mahasiswa-lewat-business-pitching-tiar-karbala-ungkap-seni-bercerita/ar-AA1SiPk7 Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) terus berupaya mencetak wirausahawan muda yang tangguh dengan memperkuat metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Salah satu langkah konkretnya adalah menghadirkan praktisi langsung ke dalam ruang kelas untuk membedah tantangan riil di dunia industri. Komitmen ini tercermin dalam mata kuliah Integrated Business Experience (IBE), di mana mahasiswa tidak hanya dijejali teori, tetapi juga dituntut menguasai keterampilan praktis. Pada fase akhir perkuliahan ini, SBM ITB menghadirkan Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, SMn., MSc., sebagai pembicara utama. Dalam kuliah tamu bertajuk “Pitch It Like You Mean It: Your Story Matters” yang digelar di Bandung, 10 Desember 2025 lalu, Tiar mengajak mahasiswa memahami bahwa business pitching bukan sekadar presentasi data. Lebih dari itu, pitching adalah seni menyampaikan nilai dan narasi bisnis yang meyakinkan. Tiar menekankan pentingnya keseimbangan antara gagasan yang solid dengan cara penyampaian yang efektif. Menurutnya, sebuah ide brilian bisa saja mentah jika tidak dikomunikasikan dengan struktur yang tepat kepada mitra maupun investor. “Ide bisnis yang kuat saja tidak cukup. Itu perlu diimbangi dengan kemampuan komunikasi yang ringkas, terstruktur, dan tentu saja relevan dengan kebutuhan audiens,” ujar Tiar di hadapan para mahasiswa. Validasi Pasar Jadi Kunci Berangkat dari pengalamannya di ekosistem startup dan industri keuangan digital, Tiar membedah berbagai elemen vital dalam pitching. Mulai dari menciptakan hook yang menarik, merumuskan masalah, menawarkan solusi, hingga menyusun Call to Action (CTA). Ia juga menyoroti kesalahan umum yang sering dilakukan oleh para perintis usaha pemula, yakni terlalu fokus pada kecanggihan produk namun melupakan validasi pasar. “Banyak bisnis gagal bukan karena kekurangan teknologi canggih, melainkan karena mereka gagal menjawab kebutuhan nyata yang ada di lapangan,” katanya menegaskan. Dalam sesi tersebut, mahasiswa juga dibekali pemahaman teknis mengenai analisis pasar seperti TAM–SAM–SOM (Total Addressable Market, Serviceable Available Market, Serviceable Obtainable Market), serta pentingnya proyeksi keuangan sebagai fondasi awal startup. Antusiasme Mahasiswa Sesi kuliah tamu ini berjalan interaktif dengan tingginya antusiasme peserta. Para mahasiswa SBM ITB aktif menggali ilmu melalui berbagai pertanyaan, mulai dari struktur organisasi yang ideal saat pitching awal, hingga strategi memilih sektor industri dalam tugas Innovation-Based (IB). Salah satu perwakilan dari SBM ITB pun menilai, kehadiran praktisi sekelas Tiar Karbala memberikan nilai tambah signifikan. Wawasan aplikatif yang dibagikan diharapkan mampu mematangkan mental dan skill mahasiswa dalam menghadapi dinamika kewirausahaan yang kian kompetitif di masa depan. Most Recent Posts Cara SBM ITB Asah Skill Mahasiswa Lewat Business Pitching, Tiar Karbala Ungkap Seni Bercerita SBM ITB Hadirkan Staf Khusus Presiden Tiar Karbala untuk Tingkatkan Skill Pitching Ide Bisnis Mahasiswa SBM ITB Latih Mahasiswa Kuasai Pitching Efektif Lewat IBE UMKM di Kabupaten Garut Didorong Go Digital untuk Naik Kelas Menyusul Jejak Vietnam dan Singapura   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (40) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (12)