Baru Berdiri, Timnas Football 7 Tancap Gas Bidik Piala Dunia

Hubungi Kami Baru Berdiri, Timnas Football 7 Tancap Gas Bidik Piala Dunia Sumber: https://pakuanraya.com/baru-berdiri-timnas-football-7-tancap-gas-bidik-piala-dunia/ Indonesia Football 7 Federation (IF7F) resmi meluncur sebagai badan otoritas nasional. Diluncurkan pada Minggu (22/2) dalam momentum The Kick Off 2026 yang diselenggarakan oleh Minisoccer Super League (MSL). Pembentukan federasi ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan Indonesia menyambut mandat internasional untuk mengirimkan Tim Nasional (Timnas) Football 7 Indonesia pada Intercontinental Cup Qualification, menuju Piala Dunia Football 7 Italia 2026. Partisipasi tersebut akan menjadi debut Indonesia di level elite Football 7 dunia, sekaligus validasi kesiapan ekosistem nasional. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan MSL Awards 2025. Ketua Dewan Pembina IF7F, Tiar Karbala mengungkap, pembentukan federasi sebagai langkah krusial dalam memperkuat legitimasi dan akselerasi Football 7 Indonesia. “Kita tidak hanya meluncurkan sebuah organisasi, tetapi membangun rumah besar bagi Football 7 Indonesia agar mampu berdiri sejajar di level internasional,” ujarnya. Tiar Karbala mengatakan, ke depan, IF7F akan berperan sebagai otoritas utama dalam standarisasi kompetisi nasional, pengembangan wasit dan match official, pembinaan timnas Football 7 Indonesia, serta ekspansi maupun diplomasi olahraga ke level global. Dengan pondasi organisasi yang semakin solid, MSL dan IF7F menargetkan Indonesia menjadi salah satu kekuatan baru Football 7 di kawasan Asia, bahkan dunia dalam beberapa tahun ke depan. Most Recent Posts Akses Terbatas, Warga Desa Kedungsari Ligung Majalengka Terima Bantuan Sarana Air Bersih dari PT Telkom Staf Khusus Presiden Dorong Peningkatan Produktivitas UMKM Lewat Akses Air Bersih Stafsus Prabowo Turun ke Majalengka, Program Air Bersih Disebut Bukti Perhatian Presiden Stafsus Presiden Tiar Karbala Hadiri Kick Off Program Air Bersih TJSL Telkom di Majalengka   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (63) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (14)

Tiar Karbala luncurkan federasi Football 7 Indonesia

Hubungi Kami Tiar Karbala luncurkan federasi Football 7 Indonesia Sumber : https://www.antaranews.com/berita/5432498/tiar-karbala-luncurkan-federasi-football-7-indonesia Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Karbala resmi meluncurkan Indonesia Football 7 Federation (IF7F) sebagai langkah penguatan kelembagaan dan pengembangan Football 7 Indonesia menuju level internasional. Peluncuran dilakukan dalam acara Kick Off 2026 di Jakarta, Minggu (22/2) malam. Dalam sambutannya, Tiar menegaskan bahwa pembentukan IF7F bukan sekadar menghadirkan organisasi baru, melainkan menjadi fondasi percepatan pengembangan Football 7 secara nasional. “Hari ini kita tidak hanya meluncurkan sebuah organisasi, tetapi membangun rumah besar bagi Football 7 Indonesia agar mampu berdiri sejajar di level internasional,” kata Tiar dikutip dari keterangan tertulis. Sebagai otoritas resmi, IF7F akan mengoordinasikan standardisasi kompetisi nasional, pengembangan wasit dan perangkat pertandingan, pembinaan tim nasional, serta ekspansi dan kerja sama internasional. Peluncuran federasi tersebut diawali dengan penyelenggaraan Minisoccer Super League (MSL) Awards 2025 yang memberikan apresiasi kepada pelaku ekosistem Football 7, mulai dari pemain, pelatih, pengelola klub, hingga komunitas pendukung. Ketua Umum MSL Lutpi Ginanjar mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kontribusi komunitas dalam mengembangkan Football 7 hingga menjadi gerakan nasional. “MSL Awards bukan sekadar seremoni. Ini adalah penghormatan bagi mereka yang membangun Football 7 dari akar komunitas hingga menjadi gerakan nasional,” ujarnya. Dalam dua tahun terakhir, ekosistem yang dikembangkan MSL disebut telah melibatkan lebih dari 232.000 pemain di berbagai kota di Indonesia. Pertumbuhan tersebut dinilai membutuhkan struktur federasi yang lebih kuat dan terintegrasi. Secara strategis, pembentukan IF7F juga berkaitan dengan partisipasi Indonesia dalam kualifikasi Intercontinental Cup menuju Piala Dunia Football 7 yang akan digelar di Italia pada 2026. Keikutsertaan ini akan menjadi debut Indonesia di level elite Football 7 dunia. Selain aspek prestasi, Tiar menilai pengembangan Football 7 memiliki dampak ekonomi yang luas, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut dia, pertumbuhan ekosistem olahraga tersebut mendorong perputaran ekonomi di sektor perlengkapan olahraga, penyedia fasilitas lapangan, penyelenggara acara, serta industri kreatif dan digital. Most Recent Posts Akses Terbatas, Warga Desa Kedungsari Ligung Majalengka Terima Bantuan Sarana Air Bersih dari PT Telkom Staf Khusus Presiden Dorong Peningkatan Produktivitas UMKM Lewat Akses Air Bersih Stafsus Prabowo Turun ke Majalengka, Program Air Bersih Disebut Bukti Perhatian Presiden Stafsus Presiden Tiar Karbala Hadiri Kick Off Program Air Bersih TJSL Telkom di Majalengka   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (63) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (14)

Kisah Bertumbuh Maliva Collection: Dari Strap Masker ke Aksesoris Indah Batu Alam Kustom

Hubungi Kami Kisah Bertumbuh Maliva Collection: Dari Strap Masker ke Aksesoris Indah Batu Alam Kustom Bogor – Di sebuah sudut meja kerja sederhana, manik-manik kecil berkilau terkenacahayalampu. Batu-batu berkilau nuansa alam tersusun rapi, sebagian sudah terangkai menjadi gelang, bros, dan cincin dengan detail rinci dan menawan. Dalam sebulan, iamampumemproduksi lebih dari 500 hingga 1000 pieces aksesoris. Pesanan cincin sederhanabisamencapai lebih dari 100 buah per hari. Di balik ketelitian itu, duduk seorang perempuanyang dahulu tak pernah membayangkan dirinya akan menjadi pelaku UMKM. Ia adalahLina, pemilik Maliva Collection. Lina tidak pernah berhenti mengupayakan usahanya agar terus tumbuh. Ia mengikuti berbagai pendampingan dari Dinas UMKM, mempelajari pentingnya legalitas usaha, pembuatan NIB, hingga perlindungan hak kekayaan intelektual. Pelatihan demi pelatihanyang diikutinya awalnya terasa rumit, tetapi perlahan Lina memahami bahwa usahatidakcukup hanya dengan bisa membuat produk. Perlu ada strategi khusus, pencatatan, inovasi, dan keberanian untuk tampil di pasar. Dalam agenda pelatihan Bogor (12/11/25) yang dihadiri Tiar Karbala, Staf Khusus PresidenBidang UMKM dan Teknologi Digital, Lina belajar semakin banyak. Perkembangannyasangat terasa ketika ia mengikuti pelatihan tersebut yang mengenalkan pemanfaatan AI. Jika dulu ia harus mengeluarkan biaya besar untuk menyewa model foto produk, kini ia dapat memanfaatkan teknologi untuk promosi lewat visual yang menarik, analisis kompetitor, hingga strategi bundling bisnis. Baginya, teknologi sama sekali bukanlah ancaman, justrumerupakan alat bantu untuk UMKM seperti dirinya bisa cepat naik kelas. Suatu ketika, Lina akhirnya mengambil kesempatan mengikuti pameran, yang akhirnyamenjadi titik balik penting. Di sana ia belajar bahwa teori berbeda denganpraktik. Berhadapan langsung dengan pembeli membuatnya memahami selera pasar, melihat realitadaya saing, dan pentingnya komunikasi produk. Ia menyadari bahwa marketing fisiktidakbisa dipisahkan dari marketing secara online. Di rumah, ia mendapat dukungan dari anaknya yang membantu mengelola akun Instagramdan TikTok, bernama @maliva.collections. Pelanggan yang awalnya membeli di pameranmulai mengirim pesan melalui direct message (DM). Mereka meminta warna berbeda, desain-desain khusus, bahkan kombinasi batu antik tertentu. Dari situlah Lina menemukankekuatan produknya: free-custom dan keunikan. Meski demikian, ia juga menyadari tantangan besar di sektor kerajinan. Berbedadenganproduk massal, aksesoris handmade tidak bisa disamakan dengan produksi pabrik. Setiapitem memiliki keunikan dan tidak selalu bisa dibuat dalam jumlah besar secara instan. Iabersaing dengan produk murah dan massal di pasaran, tetapi memilih bertahanpadakualitas dan nilai. Tahun 2021 adalah awal perjalanannya yang bahkan saat itu belummemahami apa arti UMKM. Lina saat itu masih menjadi seorang ibu rumah tangga yang memiliki keinginansederhana untuk mengisi waktu luang dengan membantu ekonomi keluarga. Produk pertamanya pun lahir di tengah situasi pandemi: strap masker handmade. Sederhana, terbatas, dan belum banyak dilirik pasar. Di tengah suramnya usaha-usaha yang jatuh di masa pandemi, perlahan ia mulai mengembangkan varian gelang, bros, cincin, hingga aksesoris berbahan batu-batu alam dan tembaga. Setiap detail dikerjakan dengan tangan. Ada produk yang selesai dalam hitungan jam, tetapi ada pula yang membutuhkan waktu berhari-hari karena detilnya yang mendalam. Nilai produknya bukan sekadar bahan baku, melainkan juga tingkat kerumitandan sentuhan personal yang bermakna di dalamnya. Bagi Lina, aksesoris bukan sekadar pelengkap penampilan. Ia ingin produknya memberi rasa percaya diri, kebanggaan, dan kesan elegan bagi yang memakainya. Hingga, suatu hari datang ajakan kolaborasi dengan pelaku usaha garmen yang tertarik menggabungkanaksesoris Lina dengan produknya. Di balik semua itu, Lina memegang tiga prinsip sederhana: konsisten, disiplin, dan semangat. Ia percaya UMKM bisa bertahan dalam kondisi apa pun jika pelakunya terus belajar dantidak berhenti bergerak. Dukungan pemerintah penting, tetapi dorongan terbesar harusdatang dari dalam diri. Kini, ia rutin mengikuti pameran di pusat perbelanjaan seperti Botani Square dan berkeliling ke sekolah serta kampus. Dari seorang ibu rumah tangga yang tak mengenal istilah UMKM, Lina tumbuh menjadi pengusaha aksesoris handmade yang mandiri dan adaptif terhadap zaman. Di setiaprangkaian batu cantik yang ia susun, tersimpan kisah tentang keberanian untuk memulai, kesabaran bertumbuh, dan keyakinan kuat. Bahwa usaha akan menemukan jalan indahnyajika terus dengan sungguh-sungguh dirawat Social Media @officialtiarkarbala Tiar Karbala

Kisah Ketangguhan Nur Azizah: Berkarya di Kantin Kampus hingga Gudang Ribuan Telur Asin Bebek Angon

Hubungi Kami Kisah Ketangguhan Nur Azizah: Berkarya di Kantin Kampus hingga Gudang Ribuan Telur Asin Bebek Angon Uap panas mengepul dari panci besar di sudut sebuah rumah produksi sederhana. Ratusan telur bebek tersusun rapi, siap direbus. Aroma gurih khas telur asin memenuhi ruangan, menyatu dengan kesibukan tangan-tangan yang tak pernah berhenti bekerja. Di balik aktivitas itu, berdiri sosok perempuan tangguh bernama Nur Azizah, seorang pelaku UMKM yang membangun usahanya dari kegigihan, kegagalan, dan keberanian untuk belajar. Azizah dulu seorang pengusaha katering yang sempat bangkrut karena persaingan usaha di Bogor, kini sudah dengan canggih mengelola bisnis telor asinnya menggunakan bantuan AI. Ia kini telah mampu memproduksi hingga belasan ribu butir setiap bulan. Dalam acara pelatihan UMKM di Bogor (12/11/25), ia menyatakan bahwa AI sangat mempermudah bisnisnya, mulai dari strategi pemasaran bahkan hingga ke level perbaikan kualitas produksi. Namun, posisi suksesnya itu ditempuh melalui jatuh bangun dan pembelajaran. Sebelum dikenal sebagai pemilik Telur Asin Bebek Angon Siragil Kaizer, Azizah menghabiskan hidupnya selama lebih dari lima belas tahun di dunia katering dan kantin kampus. Sejak tahun 2003, ia melayani mahasiswa, acara universitas, dan berbagai kegiatan akademik. Dapurnya selalu ramai. Pesanan datang silih berganti, dan di masatersebut hidupnya terasa stabil. Namun, dunia usaha tidak selalu berjalan sesuai rencana. Perlahan, kompetitor bermunculan dan sistem pengelolaan kantin berubah. Mall dan pusat perbelanjaan mengambil alih ruang usaha kecil di Bogor. Pesanan katering menurun, pelanggan tetap satu per satu menghilang, hingga akhirnya pada 2018 Nur Azizah harus menutup usaha katering yang ia bangun dengan penuh keringat. Saat itu hatinya sempat terasa kosong. Namun hidup tidak memberi pilihan untuk berhenti. Ia percaya, selama masih ada kemauan dan harapan, jalan selalu bisa dicari. Harapan itu datang dari hal yang sederhana: suaminya bekerja di Cikampek, daerah peternakan bebek angon yang dilepas bebas tanpa pakan kimia. Dari sanalah muncul ide yang kelak mengubah hidupnya, membuat telur asin dari bebek angon. Ia memulai sebagai reseller kecil-kecilan. Penjualan awalnya sekitar 150 butir setiap dua minggu, dijual ke warung, pasar, dan pelanggan satu per satu. Tanpa strategi pemasaran atau hitung-hitungan rumit, ia hanya yakin bahwa usaha yang dikerjakan dengan sungguhsungguh akan menemukan jalannya. Pesanan pun perlahan meningkat menjadi 300 butir Namun pertumbuhan itu membawa masalah baru. Ketergantungan pada produsen membuat kualitas tidak selalu terjaga. Telur yang belum siap panen sering berujung busuk dan memicu komplain. Kerugian yang dirasakan bukan hanya soal uang, tetapi juga rasa malu dan kepercayaan pelanggan yang mulai terkikis. Di titik itu, Nur Azizah sadar bahwa ia tidak bisa terus bergantung pada orang lain. Ia mungkin belum paham betul proses produksi, tapi ia mengerti satu hal: jika ingin bertahan, ia harus memegang kendali sendiri. Dengan berbekal rasa ragu dan takut gagal, ia mulai memproduksi telur asin secara mandiri. Dua bulan pertama terasa berat. Banyak telur gagal, terlalu asin, kurang awet, dan komplain datang silih berganti. Meski begitu, ia tidak menyerah. Setiap keluhan dicatat, setiap kegagalan dipelajari. Alhasil, ia semakin pintar memilih telur bebek yang baik, menentukan lama perendaman, dan teknik perebusan yang tepat. Kualitas telur asinnya pun perlahan semakin membaik. Pelanggan menyatakan telurnya kini lebih gurih, tidak amis, dan rasanya pas. Tanpa ia sadari, produknya berkembang menjadi telur asin premium. Produksi yang awalnya ratusan butir perbulan kini mencapai belasan ribu. Tahun 2023, ia mengikutiprogram pendampingan UMKM dari Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Barat. Di sana, ia belajar pemasaran digital, e-commerce, dan pencatatan keuangan, serta banyak hal-halyang dulu terasa jauh dan rumit. Saat ini, sosial media instagram @telurasin.bogor selalu aktif dan menjadi inspirasi pengusaha telur asin lainnya. Nur Azizah juga kini tidak lagi bekerja sendirian di dapur kecilnya. Ia memiliki rumah produksi, karyawan, dan kurir. Usahanya bukan hanya menopang keluarganya, tetapi juga memberi penghidupan bagi orang lain. Setiap pagi, saat ia menyalakan kompor dan menyusun telur ke dalam panci, ia tahu bahwa yang ia rawat bukan sekadar usaha telur asin, melainkan mimpi yang tumbuh dari kesabaran dan keberanian untuk terus melangkah. Seperti telur bebek angon yang direbus perlahan, usahanya dirawat penuh kesabaran untuk menuju kesuksesan. Most Recent Posts Kisah Naik Kelas YM Project: Dari Jualan Aksesoris Handmade di Sekolah hingga Viral di Pasar Digital Kisah Bertumbuh Maliva Collection: Dari Strap Masker ke Aksesoris Indah Batu Alam Kustom Kisah Ketangguhan Nur Azizah: Berkarya di Kantin Kampus hingga Gudang Ribuan Telur Asin Bebek Angon Dari Fashion ke Minuman Sehat: Transformasi Sukses Erma Menggunakan AI untuk Usaha Susu Almond dan Kurma Category BERITA & PUBLIKASI (73) UMKM & Teknologi (15)

Akses Terbatas, Warga Desa Kedungsari Ligung Majalengka Terima Bantuan Sarana Air Bersih dari PT Telkom

Hubungi Kami Akses Terbatas, Warga Desa Kedungsari Ligung Majalengka Terima Bantuan Sarana Air Bersih dari PT Telkom Sumber: https://www.pikiran-rakyat.com/news/pr-019978578/akses-terbatas-warga-desa-kedungsari-ligung-majalengka-terima-bantuan-sarana-air-bersih-dari-pt-telkom?page=all Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar N Karbala melakukan kunjungan ke Desa Kedungsari, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, dalam rangka menghadiri sekaligus ikut serta dalam Kick Off Penyaluran Sarana Air Bersih sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Telkom Indonesia. Kegiatan itu dilaksanakan sebagai upaya untuk menjawab kebutuhan masyarakat Desa Kedungsari terhadap akses air bersih, yang hingga kini masih terbatas. Penyaluran sarana air bersih diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi dan kesehatan warga setempat. Dalam sambutannya, Tiar menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara masyarakat, pemerintah daerah, dan PT Telkom, dalam menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan dasar masyarakat. “TJSL air bersih ini merupakan bentuk nyata dari visi Presiden Republik Indonesia terkait sustainability atau pembangunan berkelanjutan, yang kembali ditekankan Presiden dalam forum internasional terbaru di Davos. Akses terhadap air bersih bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga fondasi bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas UMKM, dan keberlanjutan ekonomi lokal,” ujar Tiar, Jumat (30/1/2026). Ia menyebutkan, keterlibatan BUMN dalam program-program berbasis kebutuhan masyarakat menjadi contoh konkret bagaimana sektor korporasi dapat berperan aktif dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh pemerintah pusat dan PT Telkom kepada masyarakat Majalengka, khususnya di Desa Kedungsari. “Program ini sangat berarti bagi masyarakat kami. Akses air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada kesehatan, kesejahteraan, dan aktivitas ekonomi warga,” ujar Eman. Pada kesempatan yang sama, EVP Telkom Regional II Edi Kurniawan menegaskan komitmen PT Telkom untuk terus menjalankan program TJSL yang berorientasi pada keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat. “Melalui program TJSL ini, Telkom berupaya menghadirkan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Air bersih adalah kebutuhan mendasar, dan kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan serta dijaga bersama untuk keberlanjutan jangka panjang,” kata Edi. Acara kick off penyaluran sarana air bersih ini merupakan jawaban Telkom terhadap kebutuhan masyarakat yang disuarakan oleh masyarakat, khususnya Karang Taruna Tunas Karya Desa Kedungsari. Acara itu dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, perwakilan PT Telkom, tokoh masyarakat, serta warga Desa Kedungsari. Kegiatan ditutup dengan dialog singkat dengan masyarakat penerima manfaat, khususnya karang taruna (pemuda) dan pelaku UMKM. Most Recent Posts Akses Terbatas, Warga Desa Kedungsari Ligung Majalengka Terima Bantuan Sarana Air Bersih dari PT Telkom Staf Khusus Presiden Dorong Peningkatan Produktivitas UMKM Lewat Akses Air Bersih Stafsus Prabowo Turun ke Majalengka, Program Air Bersih Disebut Bukti Perhatian Presiden Stafsus Presiden Tiar Karbala Hadiri Kick Off Program Air Bersih TJSL Telkom di Majalengka   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (63) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (13)

Staf Khusus Presiden Dorong Peningkatan Produktivitas UMKM Lewat Akses Air Bersih

Hubungi Kami Staf Khusus Presiden Dorong Peningkatan Produktivitas UMKM Lewat Akses Air Bersih Sumber: https://regional.kontan.co.id/news/pemerintah-dorong-umkm-perkuat-identitas-digital-lewat-domain-untuk-naik-kelas Pemerintah terus mendorong percepatan digitalisasi nasional sebagai bagian dari strategi memperluas ekonomi digital dan meningkatkan daya saing pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).  Salah satu fokus utama adalah penguatan identitas digital melalui pemanfaatan domain dan website sebagai fondasi bisnis di era digital. Komitmen tersebut disampaikan Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, saat menjadi narasumber dalam sesi Business Insight and Discussion pada ajang Registry Registrar CEO Meeting 2026 yang digelar Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), Rabu (14/1/2026), di Semarang, Jawa Tengah. Forum ini menjadi ruang dialog strategis bagi pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan ekosistem digital untuk membahas peran identitas domain dalam memperluas akses pasar, meningkatkan kredibilitas usaha, serta memperkuat daya saing UMKM, koperasi, dan sektor pendidikan di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital. “Digitalisasi usaha melalui pemanfaatan domain atau website bukan sekadar pilihan, tetapi bagian dari infrastruktur ekonomi digital yang strategis. Identitas domain yang kuat bisa menjadi pintu masuk UMKM untuk membangun kepercayaan pasar, memperluas jangkauan, dan mendorong pertumbuhan usaha yang berkelanjutan,” ujar Tiar seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu (17/1/2026). Ia menegaskan, transformasi digital menjadi kunci bagi UMKM untuk naik kelas dan beradaptasi dengan perubahan lanskap bisnis. Digitalisasi, menurutnya, tidak hanya soal kehadiran di platform digital, tetapi juga tentang kepemilikan dan pengelolaan identitas digital yang kredibel dan mandiri oleh pelaku usaha. “Domain yang dikelola sendiri mencerminkan profesionalisme dan meningkatkan kepercayaan konsumen, sekaligus membuka akses UMKM ke ekosistem ekonomi digital yang lebih luas,” tambahnya. Selain infrastruktur digital, Tiar juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan dan literasi manajemen usaha sebagai penopang utama penguatan UMKM. Literasi yang lebih baik dinilai akan membuat UMKM lebih adaptif, relevan, dan cepat merespons dinamika pasar. Sesi diskusi ini turut menghadirkan perwakilan dari Kementerian Koperasi, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, serta SMESCO Indonesia. Para narasumber membahas peran identitas domain dalam mendukung digitalisasi koperasi dan pendidikan, serta pentingnya pemanfaatan data dan insight UMKM sebagai dasar perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan bisnis yang lebih tepat sasaran. Melalui *Registry Registrar CEO Meeting 2026*, PANDI menargetkan penguatan kolaborasi antara pemerintah, registrar, dan pelaku ekosistem digital untuk mendorong pemanfaatan domain .id secara lebih luas. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi digital nasional sekaligus memperkuat posisi UMKM dan sektor strategis lainnya dalam persaingan ekonomi digital. Most Recent Posts Staf Khusus Presiden Dorong Peningkatan Produktivitas UMKM Lewat Akses Air Bersih Stafsus Prabowo Turun ke Majalengka, Program Air Bersih Disebut Bukti Perhatian Presiden Stafsus Prabowo Turun ke Majalengka, Program Air Bersih Disebut Bukti Perhatian Presiden Stafsus Presiden Tiar Karbala Hadiri Kick Off Program Air Bersih TJSL Telkom di Majalengka   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (63) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (12)

Stafsus Prabowo Turun ke Majalengka, Program Air Bersih Disebut Bukti Perhatian Presiden

Hubungi Kami Stafsus Prabowo Turun ke Majalengka, Program Air Bersih Disebut Bukti Perhatian Presiden Sumber: https://cirebon.tribunnews.com/majalengka/178332/stafsus-prabowo-turun-ke-majalengka-program-air-bersih-disebut-bukti-perhatian-presiden Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar N. Karbala, melakukan kunjungan kerja ke Desa Kedungsari, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka menghadiri sekaligus ikut serta dalam kick off penyaluran sarana air bersih sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Telkom Indonesia. Menurut Tiar N. Karbala, kolaborasi yang terjalin antara masyarakat, pemerintah daerah, dan PT Telkom dalam menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan dasar masyarakat. “TJSL air bersih ini merupakan bentuk nyata dari visi Presiden Republik Indonesia terkait sustainability atau pembangunan berkelanjutan, yang kembali ditekankan Presiden dalam forum internasional terbaru di Davos,” kata Tiar di lokasi, Minggu (1/2/2026). “Akses terhadap air bersih bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga fondasi bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas UMKM, dan keberlanjutan ekonomi lokal,” lanjut Tiar. Tiar mengatakan, keterlibatan badan usaha milik negara (BUMN) dalam program-program berbasis kebutuhan masyarakat menjadi contoh konkret bagaimana sektor korporasi dapat berperan aktif dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat Desa Kedungsari terhadap akses air bersih yang hingga kini masih terbatas. Tiar berharap penyaluran sarana air bersih tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi serta kesehatan warga. Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh pemerintah pusat serta PT Telkom kepada masyarakat Majalengka, khususnya warga Desa Kedungsari. “Program ini sangat berarti bagi masyarakat kami. Akses air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada kesehatan, kesejahteraan, dan aktivitas ekonomi warga,” kata Eman. EVP Telkom Regional II, Edi Kurniawan menambahkan pihaknya berkomitmen untuk terus menjalankan program TJSL yang berorientasi pada keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat. “Melalui program TJSL ini, Telkom berupaya menghadirkan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Air bersih adalah kebutuhan mendasar, dan kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan serta dijaga bersama untuk keberlanjutan jangka panjang,” kata Edi. Acara kick off penyaluran sarana air bersih tersebut merupakan tindak lanjut atas aspirasi kebutuhan masyarakat yang selama ini disuarakan, khususnya oleh Karang Taruna Tunas Karya Desa Kedungsari. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, perwakilan PT Telkom, tokoh masyarakat, serta warga Desa Kedungsari. Rangkaian kegiatan ditutup dengan dialog singkat bersama masyarakat penerima manfaat, terutama unsur pemuda dan pelaku UMKM setempat untuk menyerap masukan sekaligus memastikan program berjalan sesuai kebutuhan warga.   Most Recent Posts Stafsus Presiden Tiar Karbala Hadiri Kick Off Program Air Bersih TJSL Telkom di Majalengka Stafsus Presiden & Telkom Kick Off Penyaluran Air Bersih di Majalengka Pemerintah Dorong UMKM Perkuat Identitas Digital Lewat Domain untuk Naik Kelas Asosiasi Domain Internet dan Tiar Nabilla Karbala Memacu UMKM Naik Kelas   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (60) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (13)

Stafsus Presiden Tiar Karbala Hadiri Kick Off Program Air Bersih TJSL Telkom di Majalengka

Hubungi Kami Stafsus Presiden Tiar Karbala Hadiri Kick Off Program Air Bersih TJSL Telkom di Majalengka Sumber: https://kabarmajalengka.pikiran-rakyat.com/berita-majalengka/pr-4129976818/stafsus-presiden-tiar-karbala-hadiri-kick-off-program-air-bersih-tjsl-telkom-di-majalengka Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar N. Karbala, menghadiri Kick Off Penyaluran Sarana Air Bersih melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Telkom Indonesia di Desa Kedungsari, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses air bersih bagi masyarakat yang selama ini masih mengalami keterbatasan. Penyaluran sarana air bersih tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperbaiki kesehatan lingkungan, serta mendukung aktivitas ekonomi warga desa, khususnya pelaku UMKM. Di dalam acara itu, Tiar N. Karbala menegaskan, bahwa penyediaan akses air bersih merupakan fondasi penting dalam pembangunan berkelanjutan. Bahkan air bersih itu tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur dasar, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia dan produktivitas ekonomi masyarakat. TJSL air bersih sendiri merupakan bentuk nyata dari visi Presiden Republik Indonesia mengenai pembangunan berkelanjutan atau sustainability, yang kembali ditegaskan Presiden Prabowo dalam berbagai forum internasional. “Akses air bersih itu kebutuhan mendasar yang berdampak pada kesehatan, produktivitas UMKM, dan keberlanjutan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Tiar. Pihaknya juga mengapresiasi peran PT Telkom Indonesia sebagai BUMN yang aktif berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadirkan solusi konkret atas kebutuhan dasar warga. Apresiasi Pemkab Majalengka Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat serta PT Telkom kepada masyarakat Desa Kedungsari. Tentunya kehadiran fasilitas air bersih sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Program ini sangat berarti bagi masyarakat kami. Akses air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada kesehatan, kesejahteraan, dan aktivitas ekonomi warga,” kata Eman. Pada kesempatan yang sama, EVP Telkom Regional II, Edi Kurniawan, menegaskan komitmen PT Telkom Indonesia untuk terus menjalankan program TJSL yang berorientasi pada keberlanjutan dan pemberdayaan masyarakat. “Melalui program TJSL ini, Telkom berupaya menghadirkan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Air bersih adalah kebutuhan mendasar, dan kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan serta dijaga bersama untuk keberlanjutan jangka panjang,” ujarnya. Kick off penyaluran sarana air bersih ini merupakan respons atas aspirasi masyarakat Desa Kedungsari, khususnya Karang Taruna Tunas Karya, yang selama ini mendorong pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah tersebut. Kegiatan dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, perwakilan PT Telkom Indonesia, tokoh masyarakat, serta warga penerima manfaat. Acara ditutup dengan dialog bersama masyarakat, khususnya pemuda desa dan pelaku UMKM, guna menyerap masukan sekaligus memastikan program berjalan sesuai kebutuhan warga. Most Recent Posts Stafsus Presiden Tiar Karbala Hadiri Kick Off Program Air Bersih TJSL Telkom di Majalengka Pemerintah Dorong UMKM Perkuat Identitas Digital Lewat Domain untuk Naik Kelas Asosiasi Domain Internet dan Tiar Nabilla Karbala Memacu UMKM Naik Kelas PANDI Perkuat Daya Saing UMKM Lewat Digitalisasi Category BERITA & PUBLIKASI (59) UMKM & Teknologi (13)

Stafsus Presiden & Telkom Kick Off Penyaluran Air Bersih di Majalengka

Hubungi Kami Stafsus Presiden & Telkom Kick Off Penyaluran Air Bersih di Majalengka Sumber: https://www.jpnn.com/news/stafsus-presiden-telkom-kick-off-penyaluran-air-bersih-di-majalengka JAKARTA – Staf Khusus atau Stafsus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar N. Karbala menghadiri Kick Off Penyaluran Sarana Air Bersih di Desa Kedungsari, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka. Program itu merupakan bagian dari inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Telkom Indonesia untuk menjawab keterbatasan akses air bersih di wilayah tersebut. Kegiatan tersebut diproyeksikan menjadi katalisator dalam meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, serta produktivitas ekonomi warga, khususnya bagi para pelaku UMKM lokal. Tiar N. Karbala menekankan program ini sejalan dengan visi besar Presiden RI Prabowo Siubianto mengenai pembangunan berkelanjutan (sustainability) yang sempat digaungkan dalam forum internasional di Davos. “Akses terhadap air bersih bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga fondasi bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, produktivitas UMKM, dan keberlanjutan ekonomi lokal,” tegas Tiar dalam keterangan tertulisnya dikutip Senin (2/2). Dia juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan BUMN sebagai contoh nyata sinergi dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang inklusif. EVP Telkom Regional II, Edi Kurniawan, menyatakan program ini bermula dari aspirasi yang disuarakan oleh masyarakat melalui Karang Taruna Tunas Karya Desa Kedungsari. Menanggapi hal tersebut, pihaknya berkomitmen untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Most Recent Posts Stafsus Presiden Tiar Karbala Hadiri Kick Off Program Air Bersih TJSL Telkom di Majalengka Pemerintah Dorong UMKM Perkuat Identitas Digital Lewat Domain untuk Naik Kelas Asosiasi Domain Internet dan Tiar Nabilla Karbala Memacu UMKM Naik Kelas PANDI Perkuat Daya Saing UMKM Lewat Digitalisasi   Category <lidata-term-id=”16″> BERITA & PUBLIKASI (59) <lidata-term-id=”1″> UMKM & Teknologi (13)

Dari Fashion ke Minuman Sehat: Transformasi Sukses Erma Menggunakan AI untuk Usaha Susu Almond dan Kurma

Hubungi Kami Dari Fashion ke Minuman Sehat: Transformasi Sukses Erma Menggunakan AI untuk Usaha Susu Almond dan Kurma Bogor – Botol-botol susu berwarna cokelat keemasan tersusun rapi di atas meja dapur. Aroma kurma yang manis berpadu dengan susu segar, menghadirkan suasana hangat di rumah sederhana milik Erma Kurais. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya minuman biasa. Namun bagi Erma, seorang ibu rumah tangga, susu kurma adalah simbol perjuangan dan ketekunan.Sebelum menekuni usaha ini, Erma sempat mencoba peruntungan di dunia fashion. Ia menjual pakaian, mengikuti tren, dan bermimpi membangun bisnis sendiri. Namun, perlahan ia sadar bahwa usaha tersebut membutuhkan modal besar. Biaya model, foto produk, hingga peralatan promosi terasa memberatkan. Ketika pandemi COVID-19 datang pada 2020, usaha fashion yang dijalani Erma benarbenar terhenti.  Di tengah situasi sulit tersebut, suaminya memberi saran sederhana untuk mencoba berjualan susu kurma. Tanpa rencana matang, tanpa strategi rumit, Erma mulai meracik minuman itu sendiri di dapur rumah. Produksi pertamanya hanya lima botol susu kurma dan pembelinya adalah para tetangga saja. Mereka bilang rasanya sangat enak dan menyegarkan. Dari obrolan mulut ke mulut, pesanan susu kurma mulai berdatangan. Erma lalu berinisiatif membuat akun Instagram sederhana untuk promosi. Foto produknya masih biasa saja, hanya botol bertulisan tanpa banyak hiasan. Namun, rasa dan konsistensi yang ia jaga membuat orang kembali membeli. Dalam sebulan, omzet usahanya berkisar lima hingga enam juta rupiah. Produksirutin  mencapai tiga ratus botol dan bisa naik hingga lima ratus botol saat bulan Ramadan. Meski begitu, Erma juga merasakan naik turunnya penjualan. Pada bulan-bulan tertentu seperti Agustus atau Februari, ketika kebutuhan sekolah meningkat, pesanan biasanya berkurang. Perjalanan Erma tidak hanya soal bertahan, tetapi juga soal belajar beradaptasi. Salah satuperubahan besar datang ketika ia mulai memanfaatkan teknologi AI. Dulu, Erma kesulitan membuat materi promosi yang menarik. Sekarang, dengan bantuan AI, ia bisa menampilkan gambar kurma dan almond yang lebih hidup dan profesional. “Rasanya seperti jadi pintar dadakan,” katanya sambil tersenyum. Bagi Erma, teknologi bukan sesuatu yang menakutkan. Justru sebaliknya, AI sangat membantunya berjualan dengan lebih mudah dan efisien. Ia bisa lebih fokus pada kualitas produk, sedangkan urusanvisual dan promosi menjadi lebih ringan. Kemudian, Erma bereksplorasi dengan menambahkan varian susu almond. Minuman sehat ini semakin diminati, terutama oleh mereka yang peduli dengan gaya hidup sehat. Produk susu almond ini yang hingga saat ini ternyata paling digandrungi masyarakat. Karena produk susu milik Erma tidak lagi identik dengan kurma, ia justru mengubah akun instagram yang tadinya sederhana dan belum mengandung merek, dengan nama @almondmilk_hisyam yang saat ini memiliki postingan postingan produk estetik hasil bantuan penggunaan AI. Kini, hampir lima tahun berjalan, Erma telah memiliki beberapa reseller dan pelanggan setia. Hari ini, susu kurma dan susu almond buatannya dijual seharga lima belas ribu rupiah perbotol. Harga yang terjangkau, rasa yang bersahabat, dan proses yang dijalani dengan disiplin menjadikannya dipercaya banyak orang. Dan setiap pagi, ketika Erma kembali berdiri di dapur rumahnya, ia berdiri sebagai pemenang. Bukan karena usahanya besar, tetapi karena ia tidak berhenti melangkah saat dunia berhenti bergerak. Dari dapur sederhana itu, Erma membuktikan bahwa UMKM tidak lahir dari keberuntungan, melainkan dari keberanian menghadapi hari demi hari. Seperti susu almond dan kurma yang ia racik dengan tangannya sendiri, tenang, sederhana, namun menguatkan, usaha Erma terus mengalir. Pelan, konsisten, dan tak tergoyahkan. Sebuah kemenangan kecil yang nyata, dan karena itulah, sungguh heroik. Most Recent Posts IF7F Diresmikan, Football 7 Indonesia Bidik Panggung Dunia 2026 IF7F Lahirkan Era Baru: Sepak Bola 7 Indonesia Menatap Panggung Dunia IF7F Resmi Diluncurkan, Indonesia Masuk Panggung Dunia Football 7 Indonesia Football 7 Federation Resmi Diluncurkan, Siap Ukir Sejarah di Level Internasional Category BERITA & PUBLIKASI (73) UMKM & Teknologi (15)