Perkembangan Artificial Intelligence (AI) harus bisa dimanfaatkan bagi UMKM di Kota Tasikmalaya untuk meningkatkan nilai jual kepada konsumen.
Hal ini diungkapkan Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital Tiar Nabila Karbala usai menghadiri Hari Amal Bakti (HAB) ke 80 yang diselenggarakan Kantor wilayah Kementrian Agama Jawa Barat di Kota Tasikmalaya, pada Sabtu (20/12/2025).
Menurut Tiar, Tasikmalaya merupakan salah satu daerah dengan kekayaan kuliner yang kuat, ditandai dengan banyaknya restoran, pelaku UMKM, serta jajanan legendaris yang telah lama dikenal masyarakat.
“Pemanfaatan teknologi dasar sangat penting untuk mendorong peningkatan omzet UMKM. Transformasi digital memungkinkan pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Tiar dikonfirmasi TribunPriangan.com.
Selain itu, ia menyoroti penggunaan sistem pembayaran digital seperti QRIS yang saat ini terus didorong oleh Bank Indonesia sebagai salah satu langkah konkret dalam mendorong inklusi keuangan UMKM.
Bahkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pengelolaan usaha untuk pemasaran, analisis pasar, dan efisiensi operasional.
“Perkembangan AI harus dimanfaatkan oleh UMKM agar bisnis mereka lebih adaptif dan berkelanjutan,” ucap putra pendiri Bus Primajasa H Amir Mahpud ini.
Ia berharap, dengan langkah ini tentunya kedepan UMKM di Kota Tasikmalaya dapat tumbuh secara berkelanjutan dan menjadi penggerak ekonomi daerah di era digital.
“Kota Tasikmalaya sebagai wilayah penyangga Priangan Timur, tentunya pengembangan sektor apapun bisa dikembangkan dengan dibantu dorongan dari Pemerintah Kota Tasikmalaya,” katanya