Sumber: https://www.msn.com/id-id/ekonomi/ekonomi/cara-sbm-itb-asah-skill-mahasiswa-lewat-business-pitching-tiar-karbala-ungkap-seni-bercerita/ar-AA1SiPk7
Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) terus berupaya mencetak wirausahawan muda yang tangguh dengan memperkuat metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Salah satu langkah konkretnya adalah menghadirkan praktisi langsung ke dalam ruang kelas untuk membedah tantangan riil di dunia industri.
Komitmen ini tercermin dalam mata kuliah Integrated Business Experience (IBE), di mana mahasiswa tidak hanya dijejali teori, tetapi juga dituntut menguasai keterampilan praktis. Pada fase akhir perkuliahan ini, SBM ITB menghadirkan Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, SMn., MSc., sebagai pembicara utama.
Dalam kuliah tamu bertajuk “Pitch It Like You Mean It: Your Story Matters” yang digelar di Bandung, 10 Desember 2025 lalu, Tiar mengajak mahasiswa memahami bahwa business pitching bukan sekadar presentasi data. Lebih dari itu, pitching adalah seni menyampaikan nilai dan narasi bisnis yang meyakinkan.
Tiar menekankan pentingnya keseimbangan antara gagasan yang solid dengan cara penyampaian yang efektif. Menurutnya, sebuah ide brilian bisa saja mentah jika tidak dikomunikasikan dengan struktur yang tepat kepada mitra maupun investor.
“Ide bisnis yang kuat saja tidak cukup. Itu perlu diimbangi dengan kemampuan komunikasi yang ringkas, terstruktur, dan tentu saja relevan dengan kebutuhan audiens,” ujar Tiar di hadapan para mahasiswa.
Validasi Pasar Jadi Kunci
Berangkat dari pengalamannya di ekosistem startup dan industri keuangan digital, Tiar membedah berbagai elemen vital dalam pitching. Mulai dari menciptakan hook yang menarik, merumuskan masalah, menawarkan solusi, hingga menyusun Call to Action (CTA). Ia juga menyoroti kesalahan umum yang sering dilakukan oleh para perintis usaha pemula, yakni terlalu fokus pada kecanggihan produk namun melupakan validasi pasar.
“Banyak bisnis gagal bukan karena kekurangan teknologi canggih, melainkan karena mereka gagal menjawab kebutuhan nyata yang ada di lapangan,” katanya menegaskan. Dalam sesi tersebut, mahasiswa juga dibekali pemahaman teknis mengenai analisis pasar seperti TAM–SAM–SOM (Total Addressable Market, Serviceable Available Market, Serviceable Obtainable Market), serta pentingnya proyeksi keuangan sebagai fondasi awal startup.
Antusiasme Mahasiswa
Sesi kuliah tamu ini berjalan interaktif dengan tingginya antusiasme peserta. Para mahasiswa SBM ITB aktif menggali ilmu melalui berbagai pertanyaan, mulai dari struktur organisasi yang ideal saat pitching awal, hingga strategi memilih sektor industri dalam tugas Innovation-Based (IB).
Salah satu perwakilan dari SBM ITB pun menilai, kehadiran praktisi sekelas Tiar Karbala memberikan nilai tambah signifikan. Wawasan aplikatif yang dibagikan diharapkan mampu mematangkan mental dan skill mahasiswa dalam menghadapi dinamika kewirausahaan yang kian kompetitif di masa depan.