Sumber: https://www.gosipgarut.id/read/2025-55963/stafsus-presiden-dorong-umkm-garut-tembus-pasar-ekspor-tekankan-pemanfaatan-ai-sebagai-kunci.html
Staf Khusus (Stafsus) Presiden RI bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar N. Karbala, menegaskan pentingnya keberanian pelaku UMKM Garut untuk menembus pasar ekspor. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara utama dalam Panel Diskusi “Strategi Transformasi UMKM di Era Kecerdasan Buatan (AI)” yang digelar di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Kamis (27/11/2025).
Menurut Tiar, pemerintah melalui Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian UMKM RI telah menyiapkan dukungan menyeluruh bagi pelaku UMKM, mulai dari penyediaan fasilitas, pemenuhan sertifikasi, hingga pencarian pasar global.
“Fokus kami adalah menaikkan kelas UMKM melalui ekspor. Produk harus bagus, produksinya konsisten, dan administrasinya lengkap. Bila persyaratan terpenuhi, kami langsung mencarikan pasarnya,” tegas Tiar.
Ia menambahkan bahwa UMKM Indonesia sebenarnya memiliki kualitas yang kompetitif, termasuk dari Garut, namun banyak yang belum percaya diri untuk masuk ke pasar internasional. Karena itu, pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan, dinilai penting untuk meningkatkan daya saing.
“UMKM Garut harus berani membawa produk terbaiknya ke luar negeri. Produk Indonesia tidak kalah dengan produk global,” ujarnya.
Usai paparan Stafsus Presiden, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mengakselerasi transformasi UMKM menuju digitalisasi dan ekspor. Ia menyebut UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Garut dan penyerap lapangan kerja terbesar.
“Berdasarkan data Dinas Koperasi Kabupaten Garut, ada 178.821 unit usaha yang memiliki NIB. Kalau saya bilang, Garut adalah kota UMKM,” kata Syakur.
Bupati menekankan bahwa Pemkab Garut terus berupaya membuka akses dan mengurangi hambatan, terutama dalam hal permodalan, operasional, dan pemasaran. Salah satu program yang telah berjalan adalah Wira Hebat, yang memberikan pendampingan serta dukungan finansial kepada pelaku usaha.
Namun Syakur menegaskan tantangan UMKM kini tidak hanya soal modal. Masalah pemasaran dan efisiensi operasional menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama melalui teknologi.
“Kita gembira karena ada bantuan untuk meningkatkan pemahaman kita, terutama bagaimana mengurangi hambatan operasional dan marketing dengan teknologi, salah satunya lewat workshop transformasi UMKM berbasis AI ini,” jelasnya.
Bupati berharap kegiatan ini tidak berhenti pada sesi diskusi semata, tetapi berlanjut pada aksi nyata melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan para pelaku UMKM. Ia menilai digitalisasi harus dijalankan secara konsisten agar UMKM mampu bertahan sekaligus berkembang di pasar yang kian kompetitif.
“Ke depan, kita ingin perencanaan lebih akurat, efisien, mudah, dan murah, terutama dalam pemasaran,” kata Syakur.
Antusiasme juga datang dari peserta diskusi, salah satunya Jang Ipan dari Cokusi Kameumeut UMKM Garut. Ia menyebut bahwa materi terkait pemanfaatan AI sangat relevan dan memberikan wawasan baru bagi pelaku usaha.
“Benefitnya luar biasa. Kami jadi tahu bagaimana AI bisa membantu UMKM untuk tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” tuturnya.
Jang Ipan berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga UMKM Garut semakin siap menembus pasar ekspor dan bersaing di tingkat global.