Sumber: https://bogor.viva.co.id/kabar-bogor/2003-stafsus-presiden-ri-bogor-bisa-mendunia-lewat-ai-digitalisasi-jadi-kebutuhan-umkm
Oleh : Hayisra, Abizar Algifahry Gymnastiar
AI sebagai Keniscayaan: Kolaborasi Pemerintah Dorong Transformasi Digital UMKM Bogor
Pemerintah Pusat, bersama Pemerintah Kota Bogor, berkomitmen mendorong percepatan transformasi digital di kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Upaya ini diwujudkan melalui workshop “Ekonomi Kreatif dan UMKM di Era Kecerdasan Buatan” yang diselenggarakan oleh AIM ASEAN di Gedung DPRD Kota Bogor, Selasa (11/11/2025).
Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Karbala, menegaskan bahwa kehadiran Kecerdasan Buatan (AI) adalah suatu keniscayaan dan menjadi fokus utama untuk mengangkat potensi unggulan Bogor, mulai dari sektor kuliner hingga pariwisata, ke tingkat yang lebih tinggi.
Tiar menjelaskan, kegiatan dua hari ini berfokus pada pemberian dampak positif bagi UMKM melalui pemanfaatan AI. Beliau menekankan bahwa teknologi cerdas ini diharapkan dapat menjadi mitra bagi pelaku usaha dalam mewujudkan transformasi digital. “Inti pentingnya di sini adalah transformasi digital. Target kami adalah agar UMKM mulai berani mencoba berbagai manfaat yang ditawarkan teknologi ini,” ujar Tiar.
Ia menambahkan, potensi Kota Bogor sangat besar, didukung oleh aspek kebudayaan yang kuat (makanan, pariwisata, kebudayaan lokal). Tiar optimistis terhadap prospek AI karena teknologi ini kini semakin mudah digunakan dan tidak lagi rumit, sehingga sangat mungkin diimplementasikan oleh UMKM.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyambut baik kolaborasi ini sebagai inisiatif pemerintah pusat dan daerah untuk memicu kesadaran teknologi di masyarakat. Namun, Jenal memberikan penekanan keras pada nilai fundamental bisnis. “Identitas dan karakter unik setiap pelaku usaha harus tetap menjadi fondasi utama,” kata Jenal. Ia menambahkan, AI adalah perangkat yang memperluas peluang usaha melalui pemasaran digital yang lebih luas, namun tidak dapat memodifikasi karakteristik khas pelaku usaha.
Antusiasme UMKM Bogor terlihat jelas, dengan 400 pendaftar melebihi kuota 300 orang yang disiapkan. Jenal berharap, dua hari acara ini difokuskan pada pembelajaran dan praktik langsung pemanfaatan AI untuk pengembangan usaha, alih-alih sekadar seremoni.
Staf Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi Kreatif, Yovie Widianto, mengingatkan peserta tentang pentingnya etika dan keseimbangan dalam adopsi AI. Meskipun AI merupakan kemajuan dan alat yang kuat, Yovie mewanti-wanti agar tidak terjadi ketergantungan berlebihan yang berpotensi membuat potensi manusia tergilas. “Kapasitas manusia harus tetap dijaga. Teknologi harus dioptimalkan untuk kemanfaatan UMKM dan kreativitas manusia,” tegas Yovie. Beliau menutup dengan nada optimistis, meyakini bahwa pemanfaatan AI secara bijak akan membawa potensi unggulan Bogor untuk mendunia.