Sumber: https://wartaekonomi.co.id/read589680/pemerintah-dorong-umkm-naik-kelas-lewat-pemanfaatan-ai
Penulis: Annisa Nurfitri I Editor: Annisa Nurfitri
Ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Bogor mengikuti pelatihan dan diskusi bertema “Ekonomi Kreatif dan UMKM di Era Kecerdasan Buatan” yang digelar di Gedung DPRD Kota Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini menghadirkan dua Staf Khusus Presiden yang mendorong transformasi digital agar pelaku usaha lokal semakin adaptif terhadap teknologi Artificial Intelligence (AI).
Acara berlangsung selama dua hari, 11–12 November 2025, dan diinisiasi oleh Kumpul bersama ASEAN Foundation bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor. Kegiatan ini merupakan bagian dari AIM ASEAN (AI for MSME Advancement in ASEAN) Training, sebuah pelatihan intensif untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan UMKM dalam memanfaatkan teknologi AI secara praktis dan bertanggung jawab.
Dua Staf Khusus Presiden yang turut hadir yaitu:
Tiar Nabilla Karbala, Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital
Yovie Widianto, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif
Kehadiran keduanya menjadi daya tarik utama bagi para peserta karena memberikan perspektif strategis mengenai peran AI dalam memperkuat daya saing ekonomi kreatif dan UMKM di Indonesia.
Dalam sambutannya, Tiar Nabilla Karbala menegaskan pentingnya kurva adaptasi teknologi bagi UMKM.
“AI bukan ancaman untuk UMKM, melainkan akselerator. Kreativitas manusia tetap menjadi pusatnya, sedangkan AI hadir untuk mempercepat proses dan meningkatkan transparansi. Pelaku UMKM perlu beradaptasi agar tidak tertinggal.”
Sementara itu, Yovie Widianto menyampaikan bahwa AI dapat menjadi mitra kreatif bagi pelaku usaha.
“AI bisa mempermudah proses kreatif, tetapi etika dan penghargaan terhadap kreativitas harus tetap dijaga. Ekosistem ekonomi kreatif yang sehat hanya bisa terbentuk jika ada keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan hak kekayaan intelektual.”
Pelatihan AIM ASEAN mencakup sembilan modul pembelajaran komprehensif, antara lain:
Pengenalan dasar AI
Konsep Large Language Model (LLM)
Generative AI
Penerapan AI dalam dunia kerja dan kehidupan sehari-hari
Prinsip etika penggunaan AI
Praktik langsung bersama para ahli
Selain materi teknis, kegiatan ini juga membuka ruang dialog antara UMKM dan pembuat kebijakan. Para peserta dapat menyampaikan tantangan dalam proses digitalisasi, seperti keterbatasan akses teknologi, kebutuhan permodalan, serta perlunya pelatihan yang berkelanjutan.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mustaqin, menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini dan menilai bahwa pelatihan berbasis teknologi mampu memperkuat daya saing UMKM lokal.
“Pemerintah Kota Bogor mendukung penuh inisiatif yang dapat membantu UMKM naik kelas melalui teknologi. Kami yakin, ketika UMKM mampu memanfaatkan kemajuan teknologi seperti AI, maka ekonomi lokal akan tumbuh lebih cepat dan inklusif.”
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga internasional, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem UMKM berbasis teknologi di Kota Bogor. AI tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu, tetapi juga menjadi katalis untuk memperluas peluang usaha dan mempercepat pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat daerah.