Kisah Naik Kelas YM Project: Dari Jualan Aksesoris Handmade di Sekolah hingga Viral di Pasar Digital

Hubungi Kami Kisah Naik Kelas YM Project: Dari Jualan Aksesoris Handmade di Sekolah hingga Viral di Pasar Digital Garut – Di sebuah ruang kerja, manik-manik kecil berjajar rapi di atas meja. Kilauan hiasanhiasan kristal berpendar terkena cahaya lampu, sebagian telah disusun menjadi kalung, gelang, hingga bros dengan detail halus. Ratusan influencer TikTok telah turut promosikan produk-produk cantik itu melalui marketing afiliasi. Bahkan kalung kristal sempat menempati posisi teratas di kategori marketplace dan ramai diperbincangkan jagad sosial media. Di balik viralnya produk aksesoris cantik bernama YM Project, ada kesabaran dan ketelitian seorang perempuan yang sejak remaja tak pernah jauh dari dunia jualan. Ia adalah Yasinta Maris, founder dari YM Project yang kalung kristalnya kini banyak digandrungi anak muda hingga ibu-ibu yang ingin tampil elegan namun tetap trendi. Sejak tumbuh pesat dari 2021,tim pekerja terus bertambah. Kini, YM Project melibatkan jaringan pengrajin dan menciptakan ekosistem produksi yang bertumbuh dari berbagai rumah kreatif. Tak banyak yang tahu, perjalanan YM Project tidak dimulai dari workshop atau strategi bisnis yang matang. Semuanya berawal dari bangku sekolah. Sejak SD hingga SMA, Yasinta sudah terbiasa berjualan kecil-kecilan. Bagi dirinya, jualan bukan sekadar aktivitas sampingan, melainkan naluri yang tumbuh alami. Saat duduk di kelas 1 SMA, ia mulai merintis usaha kecil yang menjadi cikal bakal YM Project. Produk awalnya sederhana: gelang custom untuk remaja. Ia menawarkan langsung ke teman-teman sekolah dan mencatat pesanan secara manual. Tanpa sadar, dari situlah ia telah belajar membaca pasar. Setelah lulus SMA, Yasinta mengambil keputusan berani: tidak melanjutkan kuliah dan memilih fokus berjualan. Tahun 2016, ia resmi meluncurkan YM Project sebagai brand aksesoris handmade lokal asal Garut, yan lini produknya masih berpusat pada gelang. Namun, seiring waktu, ia mulai bereksperimen dengan bahan lain seperti akrilik dan tali kepang. Inovasi-inovasi kecil menjadi cara Yasinta menjaga produknya tetap relevan ditengah perubahan selera pasar. Pandemi menjadi fase ujian berikutnya. Ia mencoba membaca tren baru dengan merilis strap masker dari manik-manik. Meski sempat melakukan promosi dan endorse, langkahnya tergolong terlambat. Hasilnya tidak besar, bahkan nyaris hanya balik modal. Namun, titik balik YM Project justru datang menjelang Lebaran. Yasinta mencoba sesuatu yang baru, kalung kristal handmade. Saat itu, pasarnya belum ramai. Produk tersebut lahir dari eksperimen sederhana, tetapi justru menjadi lonjakan terbesar dalam perjalanan bisnisnya. Kalung kristal perlahan menjadi identitas baru YM Project. Pesanan meningkat, jangkauan pasar meluas, dan produknya mulai dikenal di marketplace serta media sosial TikTok dan Instagram (@by.ymprojects). Meski Yasinta mengaku dirinya adalah seorang introvert dan tidak banyak tampil di ruang publik, tapi ia memilih menyalurkan ekspresi lewat karya. Menurutnya, merangkai manik-manik bukan sekadar produksi, melainkan bentuk ekspresi diri, atau disebutnya, “Cara berkarya tanpa banyak bicara..”. Dibalik strategi digital dan pertumbuhan penjualan, Yasinta memegang prinsip sederhana. Ia banyak belajar dari nilai agama, kesabaran, dan keyakinan. Ia juga gemar mempelajari psikologi dan pengembangan diri, sebagai bekal menjaga mental dalam perjalanan usaha yang naik turun. Bagi Yasinta, aksesoris bukan sekadar hiasan dalam fashion. Ia ingin setiap produk YM Project membawa makna: tentang ekspresi diri, harapan, dan keberanian untuk menjadi diri sendiri. Setiap rangkaian kristal yang ia susun menyimpan perjalanan panjang: dari jualan di sekolah, jatuh bangun membaca tren pasar, hingga bertumbuh menjadi brand handmade yang dikenal luas. Dari Garut, YM Project menjadi bukti bahwa usaha besar bisa lahir dari inovasi kecil yang dijalani dengan sabar. Bahwa ketekunan, keberanian mencoba, dan keyakinan bertumbuh akan mampu mengubah hobi sederhana menjadi karya-karya cantik penuh makna, bukan sekadar pelengkap gaya. Social Media @officialtiarkarbala Tiar Karbala