UMKM Garut Didorong Go Digital, Smesco Sediakan 100 Ribu Kuota Onboarding Gratis

Upaya percepatan transformasi digital bagi pelaku UMKM di daerah kembali mendapat dorongan kuat dari pemerintah pusat.

Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Karbala, menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pemanfaatan teknologi terutama kecerdasan buatan atau Artificial intelligence (AI) agar dapat langsung dirasakan oleh pelaku usaha di kabupaten dan kota.

Dalam kunjungannya ke Garut, Tiar menjelaskan bahwa salah satu tugas staf khusus presiden adalah mengakselerasi program-program prioritas Presiden, termasuk penguatan UMKM melalui teknologi.

Menurutnya, teknologi seperti AI menawarkan banyak manfaat praktis yang bisa langsung digunakan untuk meningkatkan produktivitas usaha. “Kehadiran kami di sini fungsinya untuk mendekatkan teknologi itu langsung kepada UMKM di daerah,” jelas Tiar, Kamis (27/11).

Tiar juga mengapresiasi program yang diciptakan Bupati Garut dan Wakil Bupati Garut seperti Usaha Hebat atau Wira Hebat, yang dianggap sebagai langkah konkret Pemkab Garut dalam menumbuhkan semangat wirausaha.

“Apa yang kami lakukan adalah membantu mempercepat supaya para pelaku UMKM dapat lebih banyak mendapatkan materi pengembangan usaha, mulai dari AI, internet, digital marketing, dan lainnya,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, antusiasme pelaku UMKM terutama dari sektor kuliner dan ekonomi kreatif dinilai sangat tinggi, terlebih dengan kehadiran praktisi dan asosiasi yang mendampingi langsung. “Banyak yang relate dengan isu ekspor. Animonya sangat besar,” ucap Tiar.

Ia menambahkan bahwa saat ini sudah banyak platform yang menyediakan pelatihan AI secara gratis, namun eksposurnya masih rendah.

“Kita ingin membantu percepatan eksposur, supaya UMKM tahu bahwa ada tools gratis maupun berbayar yang bisa mereka manfaatkan.”

Sementara itu, Direktur Utama Smesco Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang, menegaskan pentingnya digitalisasi bagi UMKM agar mampu bersaing di pasar global.

Ia menyoroti kesenjangan literasi digital UMKM Indonesia dibanding negara lain di kawasan.

“Vietnam sudah 45 persen, Singapura di atas 35 persen. Indonesia masih di bawah 15 persen,” katanya.

Menurut Doddy, AI berperan besar dalam memperkuat kualitas produk, mempertepat segmentasi pasar, hingga membantu merumuskan strategi pemasaran berbasis data.

“Hari ini kita sebenarnya sedang melakukan shifting, dari yang tadinya belum ramah teknologi menjadi lebih siap,” tuturnya.

Smesco sendiri menyediakan kuota 100 ribu UMKM untuk onboarding gratis melalui platform MWX AI, sebagai langkah untuk mempercepat digitalisasi.

Doddy meyakini bahwa dengan ekosistem teknologi yang semakin matang, UMKM Indonesia mampu bersaing dengan produk luar negeri. Tantangannya kini tinggal pada sosialisasi dan keberanian pelaku usaha untuk mencoba.

“Kalau sudah merasakan manfaatnya, insya Allah mereka akan mulai bertransformasi,” ujarnya.

Dengan dorongan pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan platform digital seperti Smesco, percepatan transformasi UMKM di Garut diharapkan semakin nyata dan memberikan dampak langsung pada peningkatan daya saing pelaku usaha lokal.(Rzi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *