UMKM di Kabupaten Garut Didorong Go Digital untuk NaikKelas, Vietnam dan Singapura Sudah Lebih Maju

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Garut kini semakin berkembang dan menjadi pilihan banyak masyarakat untuk merintis usaha di berbagai sektor. Namun, perubahan zaman menuntut mereka untuk segera beradaptasi dengan digitalisasi, apalagi dengan semakin masifnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dalam kegiatan ”Strategi Transformasi UMKM Naik Kelas di Era Digital” yang digelar di Pendopo Garut, Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Karbala, menyampaikan, dirinya memiliki mandat untuk mempercepat program-program Presiden Prabowo Subianto di bidang UMKM dan teknologi.

”Maka dari itu, kehadiran kami di sini justru memang fungsinya untuk mendekatkan teknologi itu langsung kepada para UMKM di daerah,” ucapnya, Kamis, 27 November 2025. Tiar menjelaskan, AI kini menjadi teknologi yang ramai diperbincangkan karena menawarkan berbagai kemudahan yang instan dan praktis. Oleh karena itu, ia mendorong UMKM di Kabupaten Garut untuk mulai memanfaatkan teknologi tersebut. Ia menuturkan, banyak pelaku usaha di daerah berasal dari sektor kuliner hingga ekonomi kreatif, dan teknologi digital bisa menjadi pendukung signifikan dalam pengembangan usaha mereka.

Tiar juga menyampaikan, ia telah berdiskusi dengan Bupati Garut mengenai program Wirausaha Hebat (Wira Hebat), yang dianggapnya sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menumbuhkan dan menguatkan ekosistem UMKM. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah konkret untuk membangkitkan semangat serta kapasitas pelaku usaha di Garut. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya percepatan akses materi pembelajaran tentang AI.

Tiar menyatakan, banyak platform menyediakan edukasi, kursus, dan pelatihan gratis mengenai teknologi ini. Melalui kegiatan tersebut, pihaknya ingin mempercepat eksposur agar para pelaku UMKM mengetahui berbagai jenis tools, baik gratis maupun berbayar, yang dapat membantu mereka mengoptimalkan usaha. Sementara itu, Direktur Utama Smesco Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang, menilai, AI dapat menjadi kekuatan baru bagi UMKM Indonesia untuk meningkatkan daya saing.

Ia memaparkan, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas produk serta membantu UMKM memahami pasar dengan lebih tepat. Doddy juga menambahkan, AI mampu menyajikan data-data yang relevan sehingga pelaku usaha dapat menentukan strategi pemasaran yang lebih efektif. Ia kemudian membandingkan tingkat digitalisasi UMKM Indonesia dengan negara ASEAN lain.

Vietnam telah mencapai angka sekitar 45 persen dan Singapura mendekati 35 persen, sedangkan Indonesia masih berada di bawah 15 persen. Menurut Doddy, hal ini menjadi pekerjaan rumah yang harus dikejar agar UMKM Indonesia tidak tertinggal. Doddy menjelaskan, ada beberapa faktor penting yang dapat mendorong UMKM naik kelas, mulai dari peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, hingga kemudahan pembiayaan.

Ia optimis karena seluruh ekosistem dan infrastruktur teknologi sebenarnya sudah tersedia di Indonesia. Dengan pemanfaatan optimal, ia percaya UMKM lokal mampu bersaing dengan produk internasional. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, turut mengungkapkan bahwa daerahnya memiliki lebih dari 170 ribu UMKM yang dinilai sangat tangguh menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Namun ia mengakui bahwa dalam praktiknya, banyak pelaku UMKM masih menghadapi hambatan, mulai dari permodalan, pemasaran, operasional, hingga kompetensi SDM. Ia berharap ke depan tersedia lebih banyak fasilitas pendukung, termasuk lembaga yang dapat mengajarkan pelaku UMKM berbagai keterampilan untuk naik kelas. Ia menegaskan, literasi digital menjadi bagian penting yang harus dikuasai pelaku usaha, mulai dari hal paling sederhana hingga yang lebih kompleks.

”Mereka harus belajar digitalisasi dari hal sederhana sampai rumit,” tuturnya. (Agi Sugiana)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *