Ketika UMKM Ibu-Ibu di Sumedang Sukses Praktek AI: Cerita Cemilan Teh Tati

Sumedang — Awalnya merasa tidak percaya diri dengan produknya, tapi sekarang cara jualannya justru memberi banyak inspirasi. Keberhasilan pemasaran salah satu UMKM di Sumedang telah membuktikan bahwa bantuan Artificial Intelligence (AI) bisa melahirkan kisah sukses. Pelatihan AI telah mengubah sekelompok ibu-ibu pengusaha camilan berhasil mengubah gaya pemasarannya di sosial media.

Di tengah pesona perbukitan Sumedang, terdapat sekelompok ibu-ibu tangguh yang tidak hanya pandai di dapur, tetapi juga mulai akrab dengan teknologi digital. Merek mereka dikenal sebagai Cemilan Teh Tati, produsen aneka camilan khas Sunda berbahan pisang, singkong, dan belut, yang sudah lama menjadi kebanggaan lokal.

Awalnya, kegiatan promosi Cemilan Teh Tati masih dilakukan secara sederhana. Seperti foto produk yang hanya dengan latar polos, tanpa sentuhan visual profesional. Namun, semua berubah setelah tim UMKM ini mendapat kesempatan mengikuti agenda Acara AI Ignition Training yang dibimbing oleh salah satunya Tiar Karbala, Staf Khusus Presiden bidang UMKM dan Teknologi Digital.

Dalam pelatihan yang digelar di Sumedang itu, Tiar Karbala dan penyelenggara memperkenalkan berbagai cara AI dapat membantu UMKM tanpa perlu biaya besar, mulai dari membuat desain kemasan, menulis caption promosi, hingga menghasilkan gambar produk yang menarik dan estetik hanya dengan perintah teks sederhana.

Salah satu peserta yang paling antusias adalah Teh Tati Rohayati, pendiri Cemilan Teh Tati. Ia langsung mencoba membuat gambar promosi dengan bantuan AI, yang menampilkan produk keripik singkong dan rangginang di ruang tamu modern dengan pencahayaan yang cantik. Hasilnya? Tampilan yang profesional dan menggugah selera, seperti yang kini tampak di akun Instagram mereka @cemilantehtati.

Hasil implementasi AI itu bisa dilihat jelas: feeds Instagram Cemilan Teh Tati kini tampil lebih cerah, bersih, dan modern, seolah hasil foto studio profesional. Setiap unggahan kini memadukan elemen visual menarik dengan copywriting yang ringan dan menggugah, seperti:

“Ini dia yang bikin betah di rumah!”

“Dijamin bikin kriuk sampai gigitan terakhir!”

Perubahan ini membuat tampilan Cemilan Teh Tati semakin dipercaya dan disukai konsumen muda, tanpa menghilangkan ciri khas lokalnya.

Teh Tati mengaku awalnya tidak percaya diri. Namun setelah belajar bersama UMKM lainnya dalam Acara AI Ignition Training, ia menyadari bahwa AI bukan untuk menggantikan manusia, melainkan memperkuat kreativitas dan membantu pekerjaan. Kini, ia dan timnya bisa membuat konten promosi sendiri tanpa perlu menyewa fotografer atau desainer. Waktu yang tadinya habis untuk menyiapkan visual kini bisa digunakan untuk berinovasi dengan varian rasa baru.

Kini, ia dan timnya bisa membuat konten promosi sendiri tanpa perlu menyewa fotografer atau desainer. Waktu yang tadinya habis untuk menyiapkan visual kini bisa digunakan untuk berinovasi dengan varian rasa baru. Belajar dari Sumedang untuk Indonesia, cerita Cemilan Teh Tati menjadi contoh nyata bagaimana transformasi digital bisa dimulai dari dapur sederhana. Dengan sentuhan AI dan semangat belajar tanpa batas, UMKM seperti mereka membuktikan bahwa teknologi tidak hanya milik mereka yang berbisnis di kota besar, tapi juga bisa hidup dan berkembang di desa.